
Saat mobil Affandi mulai memasuki pekarangan halaman rumah, jantung Nausha semakin berdegup kencang tapi ia harus tetap tenang Nausha beberapa kali menghela nafas membuang rasa gugup nya agar Affandi tidak curiga, lain dengan Affandi seketika ia melihat rumah istrinya bangunan rumah itu sangat sederhana tapi pekarangan nya sangat tertata rapih halaman rerumputan sangat luas juga taman nya penuh bunga bunga yang sedang bermekaran sangat terawat taman itu.
" Siapa yang merawat taman di halaman rumah kamu?"
" Eum..Ayah saya Pak Affandi, kenapa memang nya?"
" Halaman seluas ini Ayah kamu yang merawat."
" I-iya Pak Affandi."
" Ough.." Affandi mengangguk.
" Okey..apa sekarang mereka sedang menunggu kita?"
" Iya Pak Affandi mereka di dalam."
" Kalau begitu ayo turun! kita temui mereka."
Affandi dan Nausha turun dari mobil sambil melangkah sebelum sampai pintu rumah Nuasha mulai bersiap siap dengan akting drama nya, dan sampai di depan pintu Affandi dan Nausha di sambut oleh yang tak lain adalah tukang kebun Mathilda dan Ibu Rose pelayan rumah yang berpura pura menjadi orang tua Nausha.
" Ayah Ibu apa kabar?" ucap Nausha pura pura.
" Baik Nak Nausha."
" Pak Affandi kenalkan ini adalah orang tua saya"
Affandi yang berdiri dengan.gaya kedua tangan nya masuk di dalam kantong celana langsung memberikan tangan untuk bersalaman.
" Oh..jadi ini adalah suami mu Nak Nausha."
" Iya Ibu." balas Nausha.
" Selamat datang di rumah kami Nak Affandi, maaf seperti ini lah rumah kami."
Affandi menganggukkan kepala dan diam saja tatapan mata nya menelusuri kedua orang itu membuat Rose dan Tonny si tukang kebun gugup dan takut pada tatapan Affandi yang terlihat mengintimidasi mereka.
Rose dan Tonny di minta Mathilda berpura pura memerankan menjadi orang tua Nausha.
Rose pun kembali memainkan peran nya.
__ADS_1
" Eum..oiya mari silahkan masuk, apa kalian hanya ingin berdiri saja di sini?" ujar Rose.
" Iya Ibu..Pak Affandi ayo masuk dulu."
Affandi dan Nausha melangkah masuk bola mata Affandi Kembali menelusuri sekeliling ruangan dalam rumah Nausha dalam hati nya berdecak kagum melihat ruangan itu.
" Rapih dan bersih sekali kenapa kemarin ia mengatakan rumah nya kotor dan kumuh."
Mata Affandi masih melihat lihat setiap sudut dalam ruangan yang sangat terawat tanpa ia sadari dalam ruangan itu Mathilda sedang duduk di kursi goyang yang sedang menunggu Nausha dan Affandi.
" Pak Affandi.." Nausha mencolek di lengan Affandi.
" Heum?"
" Itu Nenek saya."
Mata Affandi langsung tertuju pada Mathilda yang sedang duduk.
" Nenek.."
Mathilda mendengar suara Nausha langsung menoleh pada Affandi yang sudah berdiri di samping Nausha.
" Nausha kau kah itu?" sambil tangan nya membenarkan kacamata nya.
" Siapa yang berdiri di samping mu?" pura pura bertanya padahal ia sudah tahu kedatangan Affandi.
" Ini adalah Pak Affandi."
" Affandi? siapa dia?"
" Nenek lupa dia suami ku."
" Ohh..iya Nenek lupa kalau kau akan datang bersama suami mu." pura pura.
Mathilda beranjak berdiri dari kursi goyang dan segera di bantu oleh Nausha. Mathilda lalu menghampiri Affandi.
" Apa kabar pemuda tampan?"
" Baik Nek..saya Affandi."
__ADS_1
" Owh..Nenek sangat senang kalian sudah menikah."
Affandi Kembali menelisik pada sosok Mathilda wanita tua namun nampak masih segar. Dahi nya sedikit berkerut sedang menilai seperti nya wanita tua itu bukan orang sembarangan bahkan kulit nya bersih terawat walaupun sudah tua. Sangat berbeda dengan orang tua Nausha tadi yang terlihat kulit nya sangat kusam.
" Hey..anak muda kenapa kau diam saja?"
Mathilda sedikit mengagetkan Affandi.
" Ouh..tidak Nek."
" Mari silahkan duduk!"
" Terimakasih Nek."
Affandi yang sudah duduk masih terdiam menatapi Mathilda mimik wajah Mathilda juga gaya nya berjalan dan cara duduk nya seperti Ibu nya, wajah Mathilda sangat bangsawan.
" Ya seperti inilah keadaan Nausha tinggal di rumah ini." ucap Mathilda basa basi.
" Rumah ini sangat rapih dan terawat, bukankah kamu bilang rumah mu sangat kotor dan kumuh?" ucap nya sambil menoleh menatap Nausha.
" Ohh..ya tentu karena mendengar kabar kalian berdua akan datang jadi kami membersikan rumah agar kau nyaman."
Balas Rose sambil menoleh pada Tonny.
" Iya Nak Affandi..begitu kami mendengar kalian mau datang ingin mengunjungi kami, saya dan istri saya langsung beres beres rumah." balas nya.
" Tapi saya sangat kagum hampir tidak terlewat sedikit pun ada kotoran atau pun debu dalam rumah ini seperti nya setiap hari dibersihkan." ucap Affandi dengan gaya duduk memangku lutut kaki nya.
" Terima kasih Nak Affandi..kami ini memang senang beberes rumah."
Affandi mengangguk mata nya masih melihat lihat interior rumah, yang Affandi heran ada beberapa barang yang di pajang barang mahal.
" Oiya..apa kalian ingin menginap?" ucap Mathilda.
" Terserah pada Nausha, sayang kau ingin menginap?"
" Eum..maaf Ayah dan Ibu juga Nenek kami tidak bisa menginap."
" Kenapa sayang?"
__ADS_1
" Bukan kah kau sibuk dan aku juga tidak bisa meninggalkan cafe ku lama, kasihan anak buah ku."
Nausha tidak mau Affandi sampai menginap karena akan membuat Affandi curiga.