
Tahun sudah berganti pernikahan Nausha dengan Affandi masih sebatas status saja. Affandi masih belum tergugah hati nya untuk bisa menerima dan mencintai Nausha walau kebersamaan mereka di rumah itu tidak membuat Affandi meminta hak nya sebagai suami untuk melakukan hubungan secara biologis.
Affandi masih saja meminta di puaskan oleh Soraya di hotel atau di saat liburan berdua dengan Soraya, karena semenjak Nausha melihat ia sedang bergelut panas di kamar nya dengan Soraya, hingga membuat istrinya diam diam menangisi di kamarnya. Affandi tidak lagi membawa Soraya kerumah itu.
Nausha sendiri hati nya perlahan diam diam mencintai Affandi, sering nya berinteraksi dengan Affandi melayani suami nya setiap hari dengan sungguh sungguh tak pelak rasa cinta itu justru mulai tumbuh pada diri Nausha, hingga ini lah yang membuat Nausha jadi tersiksa. Namun Nausha harus kuat ia alihkan fokus pada cafenya. Nausha terus berharap pernikahan ini tetap bertahan.
Warning..!!☠️ hanya yang sudah cukup umur membaca part ini.
Di kamar sebuah hotel Soraya sedang menunggu Affandi ia hanya memakai lingerie hitam sangat kontras dengan warna kulit nya yang putih menampakan buah dada nya dan paha nya yang mulus juga sepasang kaki nya sangat indah.
Affandi nampak melangkah lebar menuju kamar hotel rasanya ia sudah tidak sabar menemui kekasih gelapnya untuk menuntaskan gairah s**ualitas nya yang sudah di ubun ubun.
Affandi langsung memasukan nomor kode kamar ia segara masuk, melihat Soraya berbusana yang sangat seksi itu kedua bola matanya langsung berbinar tangan nya langsung melepas jas nya dan celana nya tangan Soraya membantu melepas ikatan dasi di leher Affandi, hanya melekat kemeja putih nya saja.
Affandi dan Soraya langsung beradu bibir saling ******* dengan nafas kedua nya yang sangat memburu hingga decapan decapan suara dari mulut mereka terdengar nyaring memenuhi ruangan kamar.
Affandi bibir nya mulai mendarat di leher Soraya tak tinggal diam kedua dada Soraya di re**s membuat Soraya terangsang hingga kedua pucuk dada nya mencuat keras.
" Aghhh..." Soraya mendesah.
Affandi lalu mendorong tubuh Soraya di atas ranjang tidur king size, ******* Soraya sangat membangkitkan kelakiannya benda pusaka Affandi semakin mengeras.
__ADS_1
Affandi melucuti kain yang masih melekat di tubuh Soraya, namun cara perlakuan Affandi saat bercinta tidak biasa nya, Soraya menganggap Affandi terlalu cepat tak melakukan pemanasan dahulu Affandi langsung memasukkan pusaka nya ke liang lembah Soraya.
" Fandy..euhhh..apa..akhh kau? kenapa kau lain tidak biasanya..?"
" Diamlah!" Sambil memaju mundurkan pinggul nya.
Iya dalam benak Affandi yang dia bayangkan saat ini adalah istrinya, rasa nya ia ingin sekali menggumuli tubuh Nausha namun tak tercapai. Affandi terlalu kasar permainannya menggeluti Soraya.
Soraya nampak kewalahan ia melihat wajah Affandi hanya memejamkan mata tak melihat wajah nya. Benda pusaka Affandi masih terus bergerak keluar masuk hingga beberapa menit Affandi ingin mencapai pelepasan benda pusaka nya dia tancapkan sampai mentok dalam rahim Soraya, dan tanpa sadar saat mengerang Affandi menyebut nama Nausha pelan.
" Naushaaa..sssttt akhhh."
Nafas Affandi masih tersengal sengal hingga ia sudah mengatur nafas nya kembali baru lah tubuh Affandi merosot dari atas tubuh Soraya.
" Fandy ada apa dengan mu? kenapa kau menyebut nama lain?" seraya tangan nya mengelus dada Affandi.
Tak mau berdebat Affandi bangkit dari sisi tubuh Soraya, tangan Soraya ia singkirkan ia ingin membersihkan tubuh nya dari peluh keringat yang membuat terasa lengket. Soraya yang terdiam dan berbaring sambil menatap Affandi melangkah masuk kamar mandi, bertanya tanya.
Affandi sudah membersihkan tubuh nya ia lalu kembali berpakaian, Soraya nampak semakin bingung.
" Sayang..kenapa kau berpakaian apa kita sudah selesai?" melangkah menghampiri Affandi yang sedang mengancingkan kemeja.
__ADS_1
" Iya Soraya, kita kembali pulang!"
" Apa..??" dengan menautkan kedua alis nya.
Affandi tak menghiraukan Soraya begitu selesai berpakaian lengkap, ia menatap Soraya.
" Kalau kau masih ingin di sini silahkan! aku pulang dulu!"
" Ada apa dengan mu..kau tidak seperti biasanya sayang?"
" Maaf Soraya..!"
" Fandy aku masih ingin bersama mu, kenapa kau harus kembali pulang?" Soraya merengek.
" Fandy !"
" Fandy!"
Affandi langsung meninggalkan Soraya yang masih keadaan tubuh polos di kamar hotel itu, ia tidak memperdulikan Soraya yang merengek memanggil manggil nya.
Melihat Affandi sudah menutup pintu Soraya nampak sangat kesal ia pun terpaksa meninggalkan kamar hotel dengan cepat ia memakai baju nya kembali dan segera meninggalkan kamar hotel.
__ADS_1