
Bulan pun terus berganti pernikahan Affandi dengan Nausha sudah hampir setahun, setelah Nausha menjalani hukuman yang di berikan Affandi selesai, Ia sudah kembali beraktifitas. Tapi yang sangat membuat Nausha tidak nyaman di mansion itu Affandi semakin intim saja hubungan nya dengan Soraya.
Kekasih Affandi sering menginap di mansion Affandi bahkan terang terangan Soraya datang sendiri tanpa Affandi, kadang juga tanpa di ketahui Affandi Soraya datang di saat suaminya itu masih berada di kantor. Nausha selalu menghindar bila ada Soraya di rumah itu ia tidak mau berbuat kesalahan lagi ia harus menahan diri karena Soraya suka berbuat seenak nya di rumah itu kelakuan nya bak seperti Nyonya rumah saja.
Nausha masih menutupi status di rumah itu bahwa dialah yang sebenarnya adalah Nyonya rumah tapi ia tidak mau gegabah karena Affandi belum bisa menerima sebagai istri yang sebenar nya.
Affandi masih tidak menganggap Nausha, Ia hanya butuh pelayanan saja, Affandi butuh biologis nya dari Soraya saja. Tapi ia bersyukur ia masih menjaga kesuciannya.
Nausha hanya fokus pada cafe nya saja, ia berusaha tidak memusingkan hubungan suami nya dengan Soraya. Nausha kadang merasakan sakit kadang juga merasa lelah walau bagaimanapun ia sudah di khianati oleh suaminya dan pernikahan ini tidaklah normal rasanya ia ingin menyerah saja dan meminta cerai pada Affandi, tapi Nausha berfikir pernikahan nya dengan Affandi masih terlalu muda rasa nya tidak pantas ia harus mengakhiri pernikahan ini Nausha takut orang orang akan mengguncing nya ia juga takut mendapat kan gelar janda di usia yang masih muda seakan akan belum ada perjuangan nya untuk bertahan. Tapi ia adalah manusia biasa apalagi sebagai wanita ia pun pasti lemah ia ingin di hargai dan di cintai oleh suaminya.
Hingga suatu pagi Nausha terbangun seperti biasa ingin melakukan kegiatan melayani Affandi untuk ke kantor Nausha pun menuju kamar Affandi. Dengan santai Nausha menaiki tangga menuju kamar Affandi, Sampai di depan kamar Affandi ia mengetuk pintu lalu tangannya membuka pintu lebar lebar, namun apa yang terjadi.
__ADS_1
" Ahh..ma-maaf, maaf Pak Affandi." Nausha melebarkan mata dan tergugu kaku langkah nya langsung beringsut mundur dan menutup pintu itu kembali.
" Nausha..?" Affandi kaget melihat Nausha sudah berdiri diambang pintu, seketika ia menghentikan benda pusaka milik nya sedang menggempur di lembah nikmat Soraya. Tubuh nya langsung merosot.
" ****..!" umpat nya kesal.
" Sayang kenapa pembantu mu bisa masuk?" Ucapnya sambil menutup tubuh polos nya dengan selimut.
" Ck..dasar pembantu sialan, mengganggu saja." Soraya berdecak kesal.
Nausha menuruni tangga dengan langkah tergesa gesa, Ia tidak tahu sama sekali kalau di kamar itu Affandi sedang bersama Soraya, entah kapan Soraya datang. Baru ini Nausha melihat mereka dalam keadaan tubuh keduanya sedang polos dan sedang bersenggama. Mata Nausha benar benar sangat ternoda.
__ADS_1
Nausha masuk ke kamar nya dan menutup pintu lalu menguncinya, ia duduk di tepi ranjang tidur dengan nafas terengah engah dada nya terasa sesak ia sangat syok. Tak sadar ia mengeluarkan air mata.
" Ya Tuhan kenapa sakit sekali?"
Nausha terdiam sambil mengusap air mata nya. Hingga beberapa menit Nausha melangkah ingin membasuh wajah nya dengan air, ia tidak mau menangisi dengan apa yang terjadi, namun air matanya masih saja lolos hingga beberapa kali tangan nya mengusap air mata yang terus mengalir di kedua pipinya. Dalam isakan ia hanya terdiam di depan cermin washtofel.
" Tidak, aku tidak mau menangisinya, Nenek.. maafkan Nausha aku tidak bisa per..tahan..kan, PERNIKAHAN INI LAGI..!!!
Tubikontinyu yaa!! Happy reading
jangan lupa kasih like subcribe dan hadiah buat author🙏😍.
__ADS_1