
Kecupan kecupan Affandi di wajah Nausha kini hinggap di bibir Nausha, Nausha mulai terlena ia memejamkan mata merasakan ciuman bibir Affandi yang begitu lembut. Lama Affandi me****t bibir istri nya. Bibir atas Nausha di hisap nya bergantian bibir bawah.
Buat Nausha ini baru pertama kali Affandi memainkan kedua bibir nya dengan durasi lama, walau saat itu Affandi meyerang bibir nya yang tiba tiba dan sangat kasar. Tapi ini membuat Nausha semakin terbuai sampai tak membuka mata.
Affandi ingin memperdalam ciuman ini, perlahan sambil terus menghisap bibir bawah Nausha, ia merubah posisi tiduran mereka dari miring membawa istrinya berada di bawah nya kembali. istri nya ini belum bisa mengimbangi ciuman nya rupanya terasa sangat kaku bagi Affandi.
Affandi melepas ciumannya sesaat, Nausha pun membuka mata, Affandi menatap Nausha ia tersenyum lalu melihat bibir atas bawah Nausha yang sudah hilang lipstik nya terhapus oleh hisapan nya. Tapi warna bibir Nausha terlihat semakin merah alami dan mengkilat basah oleh liur nya.
" Apa kau pernah berciuman sebelum nya?" Sambil tangan melap bibir Nausha dengan ibu jari nya.
" Eum..pernah bukan berciuman tapi ia yang mencium ku lebih dulu untuk pertama kali nya buat ku.."
" Apa itu aku.." Sambil terus ibu jari nya memutari sekitaran bibir Nausha.
Nausha mengakui dengan mengangguk malu malu. Affandi tersenyum ia bangga, ia adalah pria yang pertama kali mencium Nausha walau yang pertama merenggut bibir nya dengan paksa.
__ADS_1
" Kau mau ciuman yang sesungguh nya?"
Tanpa menunggu jawaban dari Nausha Affandi bersiap dengan telapak tangan nya menelusup belakang rambut Nausha dan kembali meraup bibir Nausha menghisap nya lembut terus lalu ******* kedua bibir Nausha. Namun Nausha masih tetap kaku, hingga akhir nya.
" Buka mulut mu, kau akan lebih menikmati nya."
Nausha perlahan membuka mulut nya, Affandi dengan sabar melakukan ciuman ini agar lebih intens. Affandi memasukan lidah nya dan menempelkan di lidah Nausha, lalu sedikit menekan. Ujung lidah nya lalu memutari lidah Nausha terasa menggelitik pada bagian bawah lidah Nausha.
Sama sama membuka mulut dan tetap menempel. Terlihat keduanya mulutnya menganga karena lidah Affandi sedang menari nari dalam rongga mulut Nausha. berkali kali Nausha merasakan geli saat lidah Affandi menggelitik di bawah lidah nya.
" Euhh.."
Tak sampai di situ Affandi menghisap lidah Nausha. Air liur nya seperti di telan Affandi, kini persilatan lidah berubah gaya dengan mema**t bibir Nausha, di gigit pelan oleh Affandi bibir atas bawah Nausha. dan berakhir satu tarikan hisapan sedikit kencang kedua bibir Nausha oleh Affandi sampai menimbulkan suara.
Nuasha mengambil nafas dalam dalam. Affandi tersenyum. Istrinya benar benar belum bisa mengimbangi atau membalas ciuman nya.
__ADS_1
" Kau akan terbiasa dan nanti nya kau juga akan membalas ciuman ku."
Nausha nafas nya masih sedikit terengah engah. Terlihat keringat Nausha di kening nya, Affandi mengusap nya dan sambil mengatakan.
" Nausha tak ada lagi perjanjian itu, jadi jangan katakan lagi dan bertanya tentang perceraian..itu, lupakan itu semua..!"
Affandi saat ini ingin meminta kewajiban pada istrinya yang belum sama sekali mereka lakukan hampir dua tahun. Ia tetap suami Nausha apalagi kondisi ia dan Nausha dalam satu ranjang dengan posisi ia berada di atas tubuh Nausha. Mana mungkin ia hanya melakukan mencumbu bibir istri nya saja, ia mengharapkan lebih dari ini ingin mengajak istrinya bercinta untuk pertama kali nya. Dan bagian bawah Affandi sudah mengeras beberapa kali saat menggiring Nausha ketempat tidur, tapi ia masih menahan hasrat nya kelakian nya. Affandi ingin melakukan percintaan dengan istri yang sudah sangat ia cintai ini. Akan terasa nikmat berkali lipat bila melakukan pada wanita yang ia cintai bagi Affandi. Apalagi keduanya sah suami istri tak ada yang membentangi mereka.
Affandi berharap semoga Nausha mengerti dan tidak menolak.
" Istri ku.." Panggil nya.
" Iya.."
" Maukah kita melakukan sekarang?"
__ADS_1
Nausha tahu yang di maksud Affandi, selama ini mereka belum pernah melakukan kewajiban hubungan biologis suami istri. Dan sekarang keadaan perasaan ia dan Affandi sudah berubah. Diantara ia dan Affandi sudah saling terbuka dan intim. Nausha dan Affandi sudah saling mendamba.
Nausha mengangguk pelan. Merasa mendapat lampu hijau dari istrinya ia akan mulai melakukan nya.