I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Pijitan Nausha.


__ADS_3

Setelah makan malam selesai Affandi dan Nausha kembali pulang, seperti biasa Nausha melayani Affandi dahulu sebelum kedua nya beristirahat di kamar yang berbeda. Lagi lagi Affandi melepas baju di depan Nausha yang hanya tinggal melekat CD nya saja.


Nausha buru buru menyiapkan pakaian tidur Affandi dan membereskan pakaian yang Affandi lepas kedalam ke ranjang juga sepasang sepatu.


" Saya keluar dulu Pak, Bapak istirahat terimakasih sudah mengajak saya berbelanja dan juga makan malam.


" Iya kamu juga istirahat lah."


" Baik Pak..selamat malam."


" Malam.."


Nausha pun melangkah ingin keluar namun Affandi Kemabli memanggil nya.


" Nausha.."


" Iya Pak Affandi..?


" Apa kamu tidak..eum."


" Kenapa Pak Affandi?"


" Sudah lah..kembali lah ke kamar mu."


" Baik Pak."

__ADS_1


Nausha melanjut kan langkah nya keluar lalu menutup pintu. Affandi masih terdiam ia hanya menatap punggung Nausha melangkah keluar dari kamar nya sebenar nya ia ingin meminta Nausha untuk mengucapkan kata kata indah nya yaitu mengucapakan selamat tidur dan mimpi yang indah, tapi ia urungkan. Affandi lalu ingin membersihkan tubuh nya ke kamar mandi di dalam kamar mandi ia membayangi wajah manis istrinya itu apalagi lekuk tubuh Nausha rupanya sangat mengagumkan.


" Apa boleh aku menyentuh nya tapi aku takut dia marah dan menolak."


Sudah hampir satu tahun dirinya memang belum pernah menyentuh Nausha tapi kalau di ingat ingat Affandi berfikir kembali awal tujuan menikahi Nausha hanya sebatas status saja ia tidak mau menjilat ludah nya sendiri. Tak ada cinta untuk istrinya itu.


" Tidak mungkin aku mau menyentuh nya."


Affandi lalu menyalakan kran ia segera menyegarkan isi otak nya dan membersihkan tubuhnya setelah itu ia ingin istirahat.


Di kantor Affandi sangat sibuk jadwalnya sangat padat ia dan Jackson baru saja selesai rapat lalu harus menemui klien di ruangan nya, hingga pekerjaan Affandi membuat ia harus pulang sampai pukul 9 malam. Sampai di rumah Nausha sudah menunggu dan menyambut Affandi yang baru tiba. Yang Nausha lakukan melayani Affandi setiap hari nya memang sangat meniru Ibu nya, sebagai istri Nausha sudah tahu bagaimana Ibu nya dulu lakukan setiap hari melayani dan mengantar menyambut Ayah nya pulang dari kantor.


Saat Affandi masuk wajah dinginnya menatap Nausha sudah berdiri menyambut nya tak hanya dingin tapi juga wajah Affandi terlihat sangat lelah.


" Baik Pak Affandi."


Nausha lalu menyiapkan air hangat untuk Affandi mandi, Affandi duduk di tepi ranjang sambil melonggarkan dasi di leher nya ia sangat lelah belum lagi di tambah rasa pening di kepala nya sambil duduk Affandi memijit mijit kening nya sendiri, Nausha yang melihat Affandi memijit kening Ia pun mendekati Affandi lalu menawarkan diri.


" Biar saya pijit kepala nya."


" Euh.." Affandi mendongak kan kepala menatap Nausha ia lalu mengangguk.


Posisi Nausha berdiri tepat perut nya yang rata di hadapan wajah Affandi, hidung Affandi mencium harum tubuh Nausha jari jari Nausha mulai memijit kepala Affandi, merasakan pijitan Nausha di kepalanya yang terasa mulai ringan Affandi pun memejamkan mata. Pijitan pijitan Nausha menekan hingga di tengkuk leher Affandi.


Affandi sangat menikmati pijitan Nausha, lagi lagi ia merasa Nausha sangat perhatian pada nya. Sampai tak sadar kepala nya di sandarkan di perut Nausha, Nausha sedikit terkejut dan menahan nafas karena suami nya menyandarkan kepala nya.Tapi Nausha hanya mendiamkan karena memang ia sedang memijit kepala Affandi sampai di tengkuk leher Affandi.

__ADS_1


" Pak Affandi apa sudah enakan?"


" Iya terimakasih Nausha..apa boleh sekalian bahu saya di pijit?"


" Iya Pak." Nausha tersenyum."


Affandi lalu melepaskan jas nya agar pijitan istrinya lebih terasa. Tubuh Affandi terasa sangat keras otot otot bahunya membuat Nausha lebih kuat menekan pijitannya.


" Pijitan kamu terasa enak, kamu belajar dari mana?"


" Tidak belajar dari manapun ini hanya..feeling saya saja."


Affandi masih memejamkan mata rasa pegal nya sudah berkurang.


" Sudah cukup Nausha, trimakasih."


" Bapak mandi dulu..saya akan siapkan makan malam."


" Bagaimana..kalau kita mandi bersama?" ledek Affandi.


" Eugh..?" Nausha tersentak kaget mendengar nya.


" Gila..." Nausha buru buru melangkah menjauh dari Affandi.


Nausha terlihat wajah nya merah tomat rupanya istrinya itu tersipu malu. Affandi hanya tersenyum ia pun melangkah ke kamar mandi setelah Nausha keluar dan menutup pintu.

__ADS_1


__ADS_2