I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Ulang Tahun Nausha ke 15


__ADS_3

Setelah mengantarkan kopi untuk Affandi, Nausha kembali ke kamar nya ia berniat menelpon Mira meminta Mira untuk siaran langsung suasana cafe nya. Namun tertunda untuk menghubungi Mira sesaat ponsel Nausha berdering tangan nya meraih ponsel di meja rias dan melihat pada layar Nyonya Mathilda yang tak lain adalah Nenek Nausha menelpon.


" Nenek.." ucapnya dengan wajah tersenyum bahagia. Nausha langsung menjawab telepon dari Mathilda.


" Halo..Nenek apa kabar..?"


" Baik cucu ku..bagaimana dengan pekerjaan mu..usaha cafe mu?"


" Kabar ku baik baik saja Nek..aku senang Nenek menelpon ku, cafe ku sangat berjalan lancar Nek."


" Oh..syukurlah, Nausha ada yang ingin Nenek tanyakan pada mu."


" Mengenai apa Nek?"


" Apa kau mengenal laki laki bernama Jackson?"


" Jackson..?"


" Dua hari lalu seorang laki laki menanyakan tentang kau pada tetangga Nenek."


" Jackson..? yang aku tahu bernama Jackson adalah sekertaris Affandi, oh..aku tahu rupanya Affandi dan Enrico sudah mencari tahu tentang kehidupan ku." ucapnya dalam hati.


Suasana percakapan di ponsel menjadi hening seketika.


" Cucuku kau masih mendengarkan kan Nenek?"


" Euh..iya Nek, lalu apa jawaban yang di berikan tetangga kita di sana Nek?"


" Tetangga di sini masih menutupi, hanya saja mereka menjawab sekenanya mereka saja yang tetangga tahu tentang keluarga kita..terutama Ayah Ibu mu dan Nenek."


" Tapi buat apa Affandi dan Enrico ingin tahu tentang keluarga ku." Dalam benak Nausha, Nausha terdiam Kembali.


" Nausha..hey cucu nakal, Nenek sedang bicara pada mu."

__ADS_1


" Maaf kan aku Nek."


" Cucu ku ada apa sebenarnya? kau mengenal laki laki itu? ceritakan pada Nenek kau pasti sedang menyembunyikan sesuatu dari Nenek?"


" Eum..tidak ada Nek."


" Nenek tahu..temui Nenek besok!"


Mathilda langsung memutuskan pembicaraan pada cucu nya itu. Ponsel nya masih di tempelkan di telinga Nausha.


" Halo Nek."


Nausha melihat layar ponsel sudah diputus sambungan pembicaraan nya dengan Neneknya.


" Hahhh..ck Nenek selalu begitu."


Mathilda setelah selesai menelpon Nausha memberikan ponselnya pada Nora pelayan Mathilda sudah 30 tahun ikut bersamanya.


Mathilda pun duduk di kursi goyang masih memikirkan tentang ucapan tetangga yang dia terima.


Mathilda wanita lansia sudah berumur hampir mendekati 80 tahun namun masih tegas pandangan nya juga susunan giginya yang masih terlihat utuh, walaupun sudah lansia karena Mathilda sangat menjaga pola makan nya juga tubuhnya hingga masih terlihat kuat sosok Nenek Nausha sangat berwibawa. Mathilda Hilmar, Nenek Nausha merupakan dari keluarga kaya raya, kedua orang tuanya mewarisi usaha yang kini di turunkan dan masih di teruskan oleh Leonardo Hilmar putra kandung Mathilda yaitu Ayah Nausha. Ibu Nausha bernama Fiandra dulunya adalah seorang guru, Leo dan Fiandra teman satu sekolah keduanya menjalin hubungan sampai menikah, awal pernikahan Leo dan Fiandra sangat baik namun karena desakan Ayah Leo menginginkan seorang cucu laki laki agar bisa menjadi penerus usaha keluarga Hilmar tentu saja Leo pun harus memenuhi keinginan Ayah nya dirinya pun juga sangat mendambakan anak laki laki agar bisa meneruskan usaha turun temurun itu. Ketika Fiandra hamil dan melahirkan Leo sangat kecewa ia mendapat anak seorang perempuan yang di beri nama oleh Mathilda Nausha Freya.


Sejak saat itu Leonardo menjadi berubah dari yang lembut menjadi pribadi yang kasar dan tempramen. Sifat keras dan tempramen Leo keluar karena dari kecil Ayah Leo mendidik Leo sangat keras dan kejam. Leonardo sangat tidak menginginkan anak perempuan hingga dari kecil sampai Nausha berumur 15 tahun sering mendapat kekerasan dari Ayahnya. Fiandra dan Mathilda pun juga tidak mau melihat Leo sering memarahi bahkan suka memukul Nausha. Fiandra dan Mathilda sering melindungi Nausha.


Hingga insiden itu terjadi di saat ulang tahun Nausha yang ke 15, Kakek Nausha meninggal saat merayakan ulang tahun Nausha. Mathilda sangat sedih tapi lain dengan Leo, ia sangat terguncang karena Ayah nya meninggal hingga Nausha menjadi sasaran kemarahan Leo. Nausha menjadi penyebab kematian Arthur Hilmar karena memberikan potongan kue untuk sang Kakek di mana Nausha memberi potongan kue sebagai ungkapan kasih sayang terhadap Kakeknya. Disaat Nausha berumur 10 tahun Arthur mulai berubah sikap terhadap Nausha yang mulai menyayanginya.


Insiden 8 tahun lalu..


Arthur memang sudah sakit sakitan Nausha sering merawat Kakek nya dan menjaga Kakeknya di rumah. Nausha sangat senang dengan perubahan sikap Kakek nya itu.


Saat di rumah sakit.


" Kakek harus sembuh, sebentar lagi kan ulang tahun Nausha Kek..Kakek mau kan temani Nausha tiup lilin dan berdoa supaya Kakek Nenek Ayah dan Ibu sehat selalu. Nausha berharap Kakek sehat di saat ulang tahun Nausha nanti."

__ADS_1


" Iya Nausha Kakek pasti sembuh..dokter sudah memeriksa Kakek sudah pulih dan besok Kakek sudah boleh pulang kata dokter."


" Syukurlah Kek! Nausha senang mendengar nya..Kakek sudah boleh pulang."


Keluarga itu tengah berkumpul untuk merayakan ulang tahun Nausha, Arthur diam diam memberikan kado untuk Nausha berupa tanah yang luas rumah yang besar dan sebuah Apartemen sebagai penebus dosa dosa nya kepada Nausha. Namun di simpan dengan baik oleh Mathilda karena suami nya yang memintanya.


Saat acara mulai tiup lilin Nausha mengajak sang Kakek agar ikut meniup lilin itu bersamaan.


" Ayo! Kakek bantu Nausha tiup lilin."


Arthur tersenyum dan mengangguk pelan.


" Iya cucu ku."


Arthur dan Nausha sama sama tiup lilin setelah lilin itu padam Diandra dan Mathilda juga para pelayan yang berada di ruangan itu bertepuk tangan sekaligus senang melihat kedekatan Nausha dan Arthur. Tapi Leo belum datang pada acara ulang tahun putrinya.


" Selamat ulang tahun cucu ku." ucap Arthur.


" Terimakasih Kakek..Nausha sangat sayang sama Kakek." ucap Nausha dengan mata berkaca kaca karena bahagia.


" Berikan potongan kue nya untuk Kakek."


" Baiklah Kakek.."


Nausha memotong kue itu dan di taruh di atas piring kecil.


" Ini kue untuk Kakek sebagai ungkapan Nausha sangat sayang sama Kakek."


Arthur menerima kue itu juga dengan mata berkaca kaca, Nausha lalu menyuapi kue itu ke mulut Arthur dan mencium pipi Arthur.


" Kakek kenapa menangis?" sambil mengusap air mata sedikit di ujung kedua mata Arthur.


" Kakek hanya bahagia saja kamu sudah besar sekarang dan sangat cantik kamu cucu ku yang paling cantik..maafkan Kakek selama ini." ucapnya terisak.

__ADS_1


" Sudah lah Kek, jangan di ingat ingat lagi bagi Nausha Kakek adalah sosok yang Nausha banggakan..Terimakasih Kakek."


__ADS_2