
Hari pun berlalu dan sudah 2 bulan Nausha hanya tinggal dan berdiam diri berada di mansion Affandi itu artinya Nausha masih menunggu satu bulan lagi untuk bisa melakukan kegiatan di luar rumah yaitu kembali bekerja di cafe milik nya. Yang Nausha lakukan sehari hari nya di mansion Affandi yang megah dan luas itu seperti biasa melayani Affandi sebelum berangkat dan sesudah Affandi pulang kantor.
Selebihnya ia menghabiskan waktu memberi makan ikan ikan hias di akuarium di ruangan kerja Affandi dan di ruangan keluarga, tak hanya itu Nausha memberikan makan ikan ikan koi di kolam halaman belakang mansion juga kegiatan merawat tanaman tanaman hias di setiap halaman mansion. Bila sudah selesai memberikan makan ikan ikan hias dan juga menyiram tanaman Nausha membantu Susan memasak untuk Affandi, ia juga suka membuat mempraktekkan makanan dan beberapa cake juga macam macam minuman yang bisa di rekomendasikan untuk cafe nya dari YouTube.
Nausha setiap hari menelpon Mira dan juga beberapa anak buah nya, memantau usaha cafe nya walau ia berada di mansion agar cafe nya tetap berjalan lancar. Mira juga beberapa kali mengunjungi Nausha memberikan laporan usaha cafe pada boss nya itu. Mira tidak bisa berlama lama bertemu dengan Nausha hanya sebentar saja memberikan laporan lalu kembali pulang, Nausha tidak mau mendapat kan marah dari Affandi bila ada yang bertemu dengan Nausha.
Affandi memang sengaja menahan Nausha di mansion, Nausha tidak di ijinkan keluar apalagi bekerja di cafe milik Nausha, semata mata ia menjaga privasi Nausha dan juga dirinya sejak terjadi perkelahian dengan Soraya, Affandi menjaga menutup kejadian perkelahian dari incaran para pemburu berita, karena itu sangat membuat Affandi malu apalagi sampai terdengar oleh keluarga Affandi terutama Matteo Kakek nya Affandi.
Jackson pun sudah berhasil memblok video video yang sempat ada pengunjung mal itu merekam kejadian perkelahian itu Jackson mengancam agar menghentikan pemberitaan itu di internet dengan ancaman yang tidak main main dari seorang yang sangat berkuasa itu yaitu Affandi.
Benar saja sudah dua bulan ini tidak ada satupun berita atau rekaman video perkelahian ke blow up di media internet. Affandi sangat kagum cara kerja sekertaris nya itu. Affandi tidak mau hanya karena perkelahian Nausha dan Soraya image Affandi jadi tercoreng.
Enrico sudah beberapa kali mengunjungi cafe Nausha, ia tidak pernah bertemu Nuasha selama dua bulan ini, ia selalu menanyakan kabar Nausha dari Mira dan juga anak buah Nausha. Enrico mencari informasi dan ternyata mendapat kabar dari sekertaris nya bahwa Nausha telah berkelahi dengan kekasih Affandi, Hingga Nausha tidak bisa keluar rumah selama 3 bulan.
Baru dua bulan Nausha menjalani hukuman dari Affandi dan menikmati hari hari nya di mansion ia kini harus di perhadap kan dengan situasi yang tidak mengenakan, ya Affandi membawa kekasih nya itu ke dalam mansion. Membuat diri nya merasa tidak nyaman karena mereka berdua terang terangan bermesraan di hadapannya.
Malam itu Nausha menunggu Affandi pulang dari kantor Nausha terhenyak melihat suami nya pulang bersama Soraya.
" Kau masih memperkerjakan dia di rumah ini, sayang." Soraya masuk melihat Nausha sudah berdiri di ruangan.
" Aku masih membutuhkan nya sayang, tenanglah!" Affandi tidak menatap Nausha.
Affandi lalu mengajak Soraya sambil tangan nya merangkul Soraya menuju kamarnya. Nausha terdiam tidak bisa berbuat apa apa Nausha pun melangkah masuk ke kamar nya.
__ADS_1
Ia membaringkan tubuh nya di ranjang tempat tidur, pikirannya berkelana hingga akhirnya ia pun tertidur. Pada tengah malam Nausha bangun ia teringat cafe nya dan ingin menelpon Mira.
" Halo Mira bagaimana cafe?"
" Lancar kak, ramai sekali."
" Syukurlah.."
" Oiya Kak, teman Kakak beberapa kali mencari Kakak dan menanyakan Kakak."
" Ohh..biarkan saja Mira Kakak masih menunggu satu bulan lagi akan kembali ke cafe."
" Ok..Sebentar lagi cafe mau tutup Kak dan pengunjung sudah sepi."
" Ya sudah istirahat lah kalian."
" Pa- pak Affandi.." Nausha tersentak kaget.
" Kamu belum tidur?"
" Saya baru bangun Pak, perut saya lapar."
Affandi dengan balutan piyama warna hitam menghampiri Nausha di meja. Mata nya ingin melihat makanan apa yang sedang di nikmati oleh istrinya itu. Affandi kemudian duduk berseberangan dengan Nausha, Affandi menatap wajah Nausha menikmati puding membuat Nausha gugup.
__ADS_1
" Bapak ingin saya buat kan kopi, atau makanan yang lain?" tawar Nausha.
" Apa kau membuat cake?"
" Iya Pak Affandi, Bapak mau cake apa? sebentar saya ambilkan."
Nausha berdiri membuka lemari es lalu mengeluarkan dua macam cake coklat dan cheese cake ukuran loyang sedang dan di letakan di meja agar Affandi bisa memilih yang mana dia sukai.
" Potong saja cake coklat."
Nausha lalu mengambil piring kecil dan sendok kecil lalu tangan nya mulai memotong cake coklat itu, sementara Affandi mata nya melihat cake buatan Nausha sangat nikmat dan wangi nya cake itu. tak sampai di situ kedua bola mata Affandi menatap wajah istrinya yang terlihat bersih dan bercahaya kulit nya apalagi rambut nya di ikat anak anak rambut nya jatuh menambah cantik wajah istrinya.
Setelah cake itu di potong dan di taruh di piring kecil Nausha berikan pada Affandi, Affandi mulai menikmati cake coklat buatan Nausha. Sambil Affandi menikmati cake itu Nausha membuatkan teh manis untuk Affandi setelah nya Nausha kembali duduk di kursi nya dan mulai menikmati kembali puding buatan nya.
" Kenapa kau duduk di situ, duduk lah di samping saya."
Nausha pun nurut dan duduk di samping Affandi berdua kini menikmati makanan manis. Entah kenapa lagi lagi Nausha merasa sangat suka bila berdekatan dengan Affandi. Affandi sendiri sangat menikmati cake itu yang sangat pas di lidah nya tidak terlalu manis rasa cake itu. Affandi sengaja keluar meninggalkan Soraya yang sudah terlelap karena kelelahan setelah mereka bercinta. Ia ingin meminta Nausha membuatkan makanan karena ia pun merasa perut nya lapar, namun ia melihat ruangan dapur dengan keadaan terang rupanya istrinya sedang sendirian duduk menikmati makanan manis.
" Cake buatan kamu ini nikmat."
" Terima kasih Pak Affandi."
" Sisakan cake coklat itu saya akan bawa ke kantor."
__ADS_1
" Iya Pak Affandi."
Selama satu jam Affandi dan Nausha menikmati makanan manis, Affandi sendiri merasa lebih nikmat makan di temani Nausha namun hati nya masih membatasi untuk istrinya itu.