I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Affandi Mangkir


__ADS_3

Nausha dengan langkah setengah lari ingin segera meninggalkan gedung itu, ia sudah tidak bisa fokus bekerja lagi dengan dada nya yang carut marut. Tapi Nausha sebelum meninggalkan gedung itu dia menyempatkan bicara pada anak buah nya yang bisa di percaya menitipkan, menghandel makanan dessert cafe nya sampai acara di gedung itu selesai.


Nausha sudah sangat malu dengan orang orang di dalam gedung itu. Ia terus melangkah cepat sampai keluar dari gedung itu, ia bahkan tidak pamit lagi dan meminta maaf pada Pak Ricky. Sampai di luar gedung, Nausha langsung menghentikan taxi yang kebetulan sedang lewat.


" Taxi!!"


Taxi itu berhenti, Nausha masuk dan terduduk lemas nafas nya masih tersendat sendat, Ia masih terisak dan merasakan dada nya yang sesak dengan ucapan Affandi yang mengatai diri nya kata kata yang tidak pantas untuk nya. Telinga nya masih terngiang ngiang dengan ucapan Affandi.


" Apa Ibu baik baik saja..?" Ucap supir Taxi yang melihat penumpang nya sedang nangis dari kaca spion.


" Apa Ibu perlu minum..?" Supir itu menyodorkan botol air mineral.


Nausha tangan nya menerima air minum itu.


" Terimakasih Pak..!"


Supir setengah baya itu mengangguk senyum.


" Ibu mau kemana..?" Tanya supir Taxi.


" Antarkan saya ke jalan xxx no 201 saja."


" Baik Bu.."


Sampai di cafe Nausha langsung merebahkan tubuhnya yang terasa lelah di ranjang tidur nya yang berukuran single.


Sedangkan di dalam mobil Affandi hanya terdiam, Jackson yang duduk bersebelahan dengan Affandi tidak berani mengeluarkan suara.


Supir sudah mengantar Affandi sampai mansion nya, Affandi menaiki tangga menuju kamar dan sampai di kamar itu Affandi terduduk lemas di tepi ranjang tidur. Pikirannya sangat kacau saat ini, ini sudah kedua kali nya ia buat kesalahan dan kasar pada Nausha kesalahan nya yang tidak memberi kesempatan Nausha bicara untuk mejelaskan siapa pria tadi.

__ADS_1


" Argghhh...bodoh nya aku." Affandi menyugar sedikit menarik rambut nya kasar.


Karena akibat emosi yang tidak berdasarkan itu Affandi mulai di rasuki rasa cemas, cemas terhadap Nausha pasti akan semakin benci dirinya. Keputusannya untuk menceraikan istri nya semakin dekat, apalagi 3 hari lagi adalah sidang perceraiannya entah kenapa yang kini Affandi rasakan semakin dekat hari nya malah semakin berat rasanya menceraikan Nausha.


" Aku memang yang membuat keputusan untuk menceraikannya, aku sendiri malah yang belum siap..kenapa bisa jadi begini perasaan ku?" gumam nya bertanya pada perasaan nya sendiri.


Affandi mikir keras atas ketidak siapannya untuk sidang, tiba tiba ia mencari cara untuk tidak melepaskan Nausha begitu saja.


" Jackson..? aku harus telpon Jackson.."


Affandi mendadak berdiri mencari ponsel nya, ia ingin menelpon Jackson malam itu juga, ia tidak perduli sekertarisnya itu apa sudah istirahat. Karena pikirannya yang kalut Affandi susah menemukan ponselnya, Ia mencari cari ponsel nya.


" Ponsel..di mana ponsel ku?"


Affandi langsung menemukan ponselnya di atas ranjang tidur nya, ia langsung menakan kontak Jackson.


" Jackson katakan pada pengacara saya, saya belum siap menceraikan Nausha.


" Baik Tuan Affandi."


,


,


,


,


,

__ADS_1


,


Hari pertama sidang perceraian Affandi dan Nausha, Nausha siap memenuhi panggilannya di persidangan. Nausha telah sampai ia datang sendiri menggunakan Taxi, sampai di kantor pengadilan Nausha datang kurang 15 menit dari waktu yang sudah di jadwalkan, ia tidak mau terlambat hadir.


" Masih ada waktu 15 menit lagi."


Walau hati nya tidak yakin melangkah masuk tapi ia sudah siap di cerai. Nausha hanya mengikuti saja sidang ini sampai hakim yang memutuskan atau sampai ketuk palu. Jam sudah menunjukan pukul 10 tepat Nausha gugup tapi ia pasrah saja.


,


,


,


" Tuan Affandi Nyonya sudah datang.."


Affandi dan Jackson menunggu di dalam mobil, ia memang melihat Nausha masuk ke kantor pengadilan, dirinya pun juga gugup. Affandi sengaja tidak masuk dan bertemu Nausha. Ia sengaja mangkir di persidangan pertama bukan karena ia pengecut tapi ini agar proses perceraian nya di buat lama sesuai amanat pengacara nya.


" Kita tunggu sampai satu jam.." Ucap Affandi.


Nausha yang duduk menanti persidangan itu belum juga di panggil oleh hakim ia juga tidak melihat Affandi. Nampak beberapakali Nausha melihat jam yang melingkar di pergelangan. Waktu sudah menunjukan 10 lewat 15 menit.


" Ini sudah lewat waktu yang di jadwalkan kenapa Affandi belum juga datang?" Nausha bertanya dalam hati.


" Huff..bagaimana ini?"


Menit pun terus bergulir, sudah setengah jam Affandi pun belum menampakkan batang hidung nya. Nausha terlihat semakin resah, apa ini arti nya Nausha yang awam hukum dan tidak mengerti persidangan tidak tahu harus berbuat apa. Hingga akhirnya sidang pun di mulai Nausha di kursi itu sendirian kuasa hukum Affandi pun juga tidak hadir, ia hanya mengikuti saja jalan nya sidang tapi akhirnya sidang perceraian di tunda. Hakim belum bisa memutuskan karena penggugat tidak dapat hadir dengan alasan sedang sibuk.


Nausha tidak mengerti ia malah menyimpulkan Affandi memang ingin cepat bercerai. Setelah sidang Nausha pun keluar dengan langkah pelan.

__ADS_1


__ADS_2