
Rasa nya bagi Nausha sangat risih dan canggung dalam keadaan berdua saja di dalam kamar nya, apalagi ini satu ranjang dengan Affandi. Diri nya tidak menyadari kalau ia masih istri Affandi. Affandi tidak membiarkan tubuh Nausha bergeser sedikit pun dari nya apalagi Nausha ingin bangun dengan cepat ia meraih kembali pinggang Nausha.
" Tidak akan ku biarkan kau bangun.."
Affandi langsung menindih tubuh Nausha dan mengungkung nya. Tubuh Nausha gemetaran dan ia sangat gugup dengan Affandi berada di atas. Kini wajah kedua hanya sejengkal jarak saja. Affandi menatap Nausha dalam wajah cantik istri nya itu . Ini kesempatan Affandi yang belum pernah ia lakukan memeluk dan bisa berada di atas tubuh Nausha.
Affandi malah tersenyum di kala Nausha yang terlihat gugup bahkan detak jantung Nausha pun terasa oleh nya.
" Kenapa? baru kali ini kita bisa seperti ini."
" Kau yang mau..aku tidak?"
" Sungguh..aku tahu kau menginginkan ku."
" Percaya diri sekali..menyingkirkan!"
" Tidak.."
" Lama lama aku sesak, kau berat."
" Tapi kau suka.."
__ADS_1
" Astagah.." Balasnya dengan memalingkan wajah karena tidak tahan di tatap seperti itu oleh Affandi.
Affandi terus menggoda Nausha terlihat wajah nya merah menahan malu. Affandi membelai wajah Nausha.
" Kau malu dengan ku..? aku ini suami mu!"
" Otw mantan." Jawab nya masih memalingkan wajah.
Affandi tertawa.
" Kau tidak takut aku jadi mantan, heum?"
" Aku biasa saja..kau yang takut!"
Affandi berubah mode nya menjadi mode wajah yang serius.
" Lihat aku.!" Seraya memegang dagu Nausha untuk kembali menatap nya.
" Maafkan aku sudah menjerat mu kedalam permainan ku, memaksa mu untuk menikah dengan ku hanya untuk sebuah status, aku memanfaatkan mu..!. Dan aku terjebak dengan permainan ku sendiri, terjebak dengan perasaan ku ini pada mu. Aku sengaja menyakiti mu, supaya kau jangan jatuh cinta padaku dan membuat benci ku. Aku sengaja tidak mempertahankan pernikahan ini. Karena aku tidak mau kau makin tersiksa dengan ku. Tapi ternyata salah.."
" Justru aku malah tersiksa dengan permainan ku sendiri..aku pikir kau akan menyerah tapi ternyata tidak. Kau benar benar istri yang mau menemani ku selama nya.
__ADS_1
" Kenapa kau memilihku untuk menikah dengan mu..?"
Affandi langsung menjawab cepat.
" Karena sejak pertama kali melihat mu..aku memang sudah menyukai mu."
Nausha kaget tapi ia berfikir apa Affandi sedang menggombal namun masih ingin mendengar kelanjutan pengakuan Affandi walau ia sudah merasa sesak dengan beban tubuh Affandi berada di atas nya.
" Kau berbeda dengan wanita lain. Selama kau bersama ku kau tidak pernah menuntut, kau selalu menunjukan sikap istri yang baik."
" Aku menyesal..maafkan aku!"
" Tapi kau akan di jodohkan, kau tidak mungkin bisa menolak permintaan Kakek mu, Fandi."
Affandi ingin meyakinkan pada Nausha ia akan menolak keras atas permintaan Ayah dan Kakek nya. Ia sadar Ia hanya menginginkan Nausha tetap menjadi istri nya.
Affandi menghela nafas lalu merubah posisi ia dan Nausha miring berhadapan dan memberikan lengan tangan nya menjadikan bantalan kepala Nausha, lalu tubuh Nausha di rengkuh nya erat dengan melingkarkan tangan nya di pinggang Nausha, ia tidak bisa melepaskan Nausha. Kening Nausha di kecup nya.
" Aku akan katakan pada mereka aku dan kamu tidak akan bercerai."
" Tapi bagaimana derajat ku, keluarga mu tidak akan menerima ku yang tidak sebanding dengan mu.." Nausha menutupi ia berpura pura sebenar ia ingin tahu jawaban Affandi.
__ADS_1
" Aku tidak mempermasalah itu, aku sadar itu semua tidak bisa membuat ku bahagia!" Seraya membelai wajah Nausha.
Nausha tertegun dengan jawaban Affandi. Affandi kembali mengecup kening Nausha