
Kedua orang tua Affandi memberi pelukan pada putra tunggalnya yang sudah mereka rindukan.
" Di mana Kakek? apa sehat sehat saja?"
Sebelum kedua orang tua Affandi menjawab pertanyaan Affandi, rupanya Matteo sudah mendekat melihat keberadaan Affandi yang sudah datang.
" Kabar Kakek baik baik saja.." balas Matteo yang duduk di kursi roda.
" Kakek..sehat selalu kan?" balasnya sambil membungkuk mencium pipi Matteo.
" Bagaimana dengan diri kamu..mana istri kamu kenapa tidak kau ajak?"
" Dia bekerja di cafe miliknya." jawab Affandi terus terang.
Matteo mengernyitkan dahinya saat mendengar jawaban jujur dari cucu nya
" Bekerja di cafe..? kau sudah selidiki bagaimana keluarga istri mu?"
" Sampai saat ini belum..."ucap Affandi.
__ADS_1
" Lalu kenapa kamu menikahinya..? kau belum tahu seluk beluk keluarga istri kamu. Ingat Affandi! kamu ini terlahir dari keluarga terpandang, jangan sampai berita pernikahan kamu ini tersebar sebelum kamu mengetahui asal usul istri kamu..kalau hanya berasal dari keluarga biasa saja..kami akan sangat kecewa tidak ada yang bisa di banggakan untuk keluarga besar kamu."
" Setelah ini Kek! aku akan menyelidikinya.tapi kalian tenang saja!..aku menikahi dia untuk sementara saja.."
Matteo Ethan dan Clementia sedikit lega mendengar dengan ucapan Affandi.
" Selidiki seluk beluk istri kamu..kalau kau sudah tahu, bila istri kamu hanya berasal dari keluarga biasa saja jangan harap kau bawa ke keluarga ini."
" Baiklah Kakek..!" ucapnya sambil senyum dengan ekspresi meyakinkan.
" Duduklah Nak..!" ucap Clementia.
" Tapi Ayah..ini juga kan atas desakan Ayah juga yang menginginkan Affandi untuk cepat menikah jadi seperti ini hasilnya." balas Ethan
" Ya aku tahu Ethan, tapi..setidaknya jangan memilih istri seperti memilih kucing di dalam karung."
" Ethan sudahlah!" bujuk Clementia pada suaminya.
" Affandi..berapa lama rencana pernikahan kamu dengan istri kamu, Ibu dan Ayah sebenarnya tidak mempermasalahkan kau pertahankan pernikahan kamu..asalkan memang sudah jelas latar belakang keluarga istri kamu.." lanjut Clementia.
__ADS_1
" Aku hanya meminta cukup menjalani rumah tangga kami dua tahun saja Bu."
" 2 tahun? bisa bisa kau akan jatuh cinta padanya dan akan memiliki seutuhnya, Ibu tidak menjamin itu, Nak."
" Ibu..aku tidak akan pernah mencintainya Bu, aku juga belum bisa mencintai seorang wanita.. tujuan aku menikah sesuai yang kita sepakati aku bisa meneruskan perusahaan asalkan aku sudah mempunyai istri dan itu memang untuk menunjang karir ku, reputasi ku dan masa depan ku di perusahaan supaya para klien yang sudah lama bekerja sama dengan kita tetap memercayakan aku bukan?"
" Iya cucu ku..jadi secepatnya kau harus cari tahu apabila memang dia berlatar belakang dari keluarga biasa saja, ceraikan saja..!"
" Iya Kakek.." balas Affandi.
Malam hari nya setelah Affandi pulang dari kediaman orang tuanya ia kini sedang berada di ruang kerjanya menunggu Nausha. Affandi bersama sekertaris nya sedang mengurus surat surat kepemilikan rumah dan sebidang tanah juga uang untuk Nausha.
" Jackson.."
" Iya Pak Affandi?"
" Segera kau cari informasi tentang keluarga istri saya, besok laporan sudah harus saya terima."
" Baik Tuan Affandi..."
__ADS_1
Nausha setelah membersihkan dirinya, seperti biasa dia langsung menyiapkan makan malam untuk Affandi sesudah nya ia akan menemui Affandi di ruang kerjanya. Karena sebelum pulang dari cafe Affandi menelpon nya untuk menemui suaminya di ruang kerja.