I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Melihat Enrico


__ADS_3

Jackson sudah mendapat informasi tentang Nausha istri Affandi, dan sore ini Jackson akan menemui Affandi sebelum boss besar nya itu kembali ke rumah nya.


Tok tok


" Masuk!" jawab Affandi dari dalam ruangan.


Jackson dengan langkah agak tergesa gesa masuk ke ruangan CEO, nampak Affandi sudah bersiap siap untuk pulang.


" Tuan Affandi sudah mau pulang?" tanya Jackson melangkah mendekat ke meja Affandi.


" Iya Jackson dan kenapa kau baru menemui saya..apa kau sudah mendapatkan informasi tentang istri saya?" jawabnya sambil berdiri di belakang meja kerja


" Maaf Tuan Affandi sebelum nya, tapi saya sudah mendapatkan nya."


" Apa itu?" Affandi duduk kembali siap mendengar informasi dari sekertaris nya.


Jackson pun duduk berseberangan dengan meja Affandi, dan mulai bicara.


" Istri Tuan bernama Nausha Freya Hilmar, pernah bekerja di perusahaan Enrico hanya 3 bulan saja sebelum buka usaha cafenya..orang tua istri anda menetap di sebuah kota dan istri Tuan tinggal bersama Neneknya di rumah yang sangat sederhana di desa, tidak tinggal bersama orang tuanya. Saya mendapat informasi dari tetangga setempat. Istri Tuan tinggal bersama Neneknya sejak berumur 15 tahun dirumah yang sangat sederhana tapi nampak nya keluarga Istri Tuan bukan orang biasa."


" Maksud kamu..?


" Maaf Tuan..ini menurut pendapat saya karena sepertinya tetangga di sekitar rumah Nenek istri Tuan menutupinya dan kayaknya.. Nenek dari Istri Tuan orang yang cukup berpengaruh pada warga desa setempat, mungkin saya akan menyelidikinya lebih jauh lagi."


" Apa istri saya punya saudara lain?'


" Istri Tuan hanya anak tunggal, di sekolahnya dulu anak yang sangat berprestasi dia mempunyai gelar sarjana Ekonomi dan mendapatkan beasiswa.."


Affandi hanya mengangguk anggukkan kepala di benaknya sedikit ada rasa kagum pada Nausha punya poin yang bisa di banggakan bagi Affandi.

__ADS_1


" Baiklah Jackson informasi itu buat saya sudah cukup, saya pulang dulu."


,


,


,


,


,


Setelah keluar dari kantor, Affandi berubah pikiran menunda nya pulang. Affandi ingin mendatangi cafe Nausha dulu ia meminta pada supir nya di antar kan ke cafe Nausha.


" Antarkan saya ke cafe istri saya dulu!"


Sampai tiba di lokasi cafe Nausha, mobil Affandi melambat hingga berhenti tepat di depan cafe, Affandi melihat cafe Nausha dari dalam mobil nampak ramai pengunjung. Dan Affandi tidak menyangka pengunjung cafe milik istrinya ternyata banyak orang orang kaya yang makan dan minum di cafe Nausha. Terlihat mobil mobil mewah di parkiran. Tapi Affandi menilainya dengan negatif cafe istrinya bisa ramai dan di kunjungi orang orang kaya karena bisa saja orang orang kaya yang datang ke cafe milik Nausha karena Nausha sebelumnya menggunakan nama besarnya. Ellison. Sehingga orang orang kaya tersebut pasti sangat mengenal nama besar Ellison.


" Sangat signifikan..tentu saja ramai karena kamu sebelumnya menggunakan nama besar saya huhh" ucap Affandi dalam hati.


" Apa Tuan ingin masuk ke cafe Nyonya?"


" Tidak usah kembali pulang saja."


Namun saat mobil Affandi mulai di nyalakan mesinnya kembali, mata Affandi menangkap sebuah mobil sport berwarna merah yang sangat dia kenali itu masuk ke pelataran parkiran cafe Nausha. Affandi menyuruh supir nya kembali untuk tidak jalan dulu.


" Tunggu dulu! matikan mesin mobilnya."


Affandi matanya langsung memperhatikan mobil sport merah itu.

__ADS_1


" Apakah itu mobil Enrico?"


Affandi matanya terus mengamati mobil sport merah itu, Affandi penasaran ia menunggu pemilik mobil sport merah itu keluar dari dalam mobil. Dan benar saja dugaan nya, Enrico nampak turun dari mobil dan akan makan dan minum di cafe Nausha. Terlihat langkah Enrico sangat tergesa gesa masuk kedalam cafe.


" Enrico..apa dia juga akan minum di cafe itu? sejak kapan dia suka berkunjung ke cafe Nausha?"


Affandi sangat penasaran dalam benaknya ia ingin masuk ke cafe itu. Namun dia urungkan kembali.


" Apa Enrico sudah tahu Nausha menikah dengan ku? sebaiknya aku masuk saja?"


" Tuan ingin turun?"


" Tidak..tapi tunggu saja dulu sebelum saya perintahkan pulang."


Supir Affandi mengangguk.


Hingga satu jam Affandi hanya menunggu di mobil, Affandi melihat jam di pergelangan sudah pukul setengah 6 sore. Affandi menunggu Enrico keluar dari cafe. Affandi mengeluarkan ponsel nya dari dalam saku jasnya ia akan menelpon Nausha.


" Halo Pak.."


" Tiba sampai rumah jam 6 tepat tidak usah lagi sampai jam 9."


" Tapi Pak Affandi."


Affandi langsung memutuskan panggilan telepon dengan Nausha.


" Pulang saja." perintah Affandi pada supirnya.


" Baik Tuan Affandi."

__ADS_1


__ADS_2