I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Sangkal Hati


__ADS_3

Masih di ruangan itu, Nausha terdiam rupanya ia terbayang bayang dengan usapan tangan Affandi di punggung belakang nya usapan Affandi tanpa Nausha Sadari ada perasaan gelenyar di dada nya, Affandi reflek mengusap usap punggung belakang nya cukup lama sampai batuk nya reda. Tapi ia juga tidak mau ia di sentuh oleh Affandi.


" Apa maksudnya ini, kenapa perasaan ku jadi begini?"


Nausha hatinya menjadi tidak menentu tubuh nya menolak di sentuh Affandi tapi tidak bisa sangkal hati nya ia menikmatinya. Namun juga kenapa ia harus selalu merasakan sakit saat ia mendengar Affandi mengajak kekasih nya untuk bertemu.


" Tidak tidak, aku harus menyangkal ini semua, Affandi tidak akan pernah menyukai ku." Nausha kembali monolog.


Begitu juga Affandi ia bicara pada diri nya sendiri sambil mengemudikan mobil sedang menuju ke kantor nya.


" Bisa bisa nya aku menyentuh dan mengusap punggung nya, heuhhh. tapi kenapa dia menghentikan usapan ku, apa memang dia benar benar tidak mau disentuh oleh ku?"


" Tidak tidak ini tidak boleh di biarkan perasaan ku seperti ini, dia juga sangat menolak sentuhan ku."


Nausha dan Affandi sama sama menyangkal hati, dan sama sama membatasi kalau mereka berdua tidak akan bisa mencintai dan di cintai.


,


,


,


,


,


,


,


Nausha kini berada di kamar nya, selesai memasak untuk makan malam Affandi ia juga sudah merapihkan kamar Affandi serta meyiapkan pakaian tidur Affandi ia sengaja kerjakan lebih dulu karena Nausha ingin mengerjakan hasil laporan cafe nya ia tidak mau terganggu oleh Affandi yang membutuhkannya karena semua keperluan Affandi sudah dikerjakan nya sebelum Affandi pulang dari kantor.


Tidak terasa waktu sudah pukul 1 malam rasa lelah dan kantuk sudah menghinggapnya Nausha membereskan laporan nya yang di kerjakan di atas ranjang tempat tidur. Namun ia tersadar apakah suami nya sudah pulang atau belum, Nausha kemudian keluar dari kamar sekedar untuk mengecek apakah Affandi sudah tertidur.


Nausha menuju kamar Affandi tangannya membuka pintu di lihat kamar masih gelap lalu ia menyalakan lampu rupanya kamar itu kosong.

__ADS_1


" Pak Affandi belum pulang?" gumam nya pelan.


Nausha akhir nya kembali ke kamarnya, ia ingin segera istirahat, namun ia teringat kalau Affandi sudah pulang suaminya itu pasti membutuhkannya.


Ia tidak mau lagi mendapatkan teguran dari Affandi tertidur dan belum melayani keperluan suami nya. Nausha seperti nya mulai terbiasa ia menunggu Affandi pulang baru ia bisa beristirahat.


Di ranjang tempat tidur Nausha belum juga bisa memejamkan mata, tubuh nya yang terbaring sebentar miring menghadap pintu memastikan apakah bayangan Affandi lewat didepan kamarnya melalui bawah celah pintu.


beberapa menit ia memiringkan tubuhnya menghadap tembok. Nausha mencoba memejamkan mata tapi tak dapat masuk ke alam mimpinya. Hingga pukul 02.30 pagi Telinganya mendengar suara deru mobil dan cahaya lampu mobil yang masuk dari celah jendela kamar Nausha yang gelap. Dirinya memastikan seperti nya Affandi sudah pulang.


Ia bergegas keluar dari kamar lalu menuju pintu utama, Nausha mengintip dari balik gorden jendela benar saja Affandi baru turun dari mobil nya. Affandi mengemudikan mobil sendiri.


Nausha duduk untuk menyambut Affandi pulang. Pintu itu terbuka Affandi masuk dan seketika ia cukup kaget melihat Nausha yang sedang duduk di sofa panjang.


" Pak Affandi..Bapak baru pulang."


Affandi sebelum melangkah ia berhenti masih jarak dekat di depan pintu utama menatapi istrinya yang belum tidur. Dahi nya mengernyit apa istri nya sedang menunggu nya sampai waktu sudah hampir subuh.


" Kamu belum tidur? kamu menunggu saya pulang?"


Mata Affandi menatap wajah Nausha yang menahan kantuk.


" Saya sudah pulang kamu tidur lah."


" Baik Pak..saya hanya memastikan apa Bapak baik baik saja, saya pikir Bapak mendapat masalah dan terjadi apa apa sama diri Bapak, itu saja."


" Iya terimakasih kalau kamu memang menghawatirkan saya."


" Saya istirahat dulu kalau begitu, pakaian tidur Bapak sudah saya siapkan."


" Hem.." Affandi mengangguk.


Nausha lalu melangkah lebih dulu dan ingin kembali ke kamar nya, namun belum sampai di depan kamar nya, Suara Affandi memanggil nya.


" Nausha..Nausha.."

__ADS_1


Nausha berhenti langkah nya.


" Nausha.."


Nausha melangkah cepat karena Affandi terus memanggil nya.


" Iya Pak Affandi." jawab nya dari lantai bawah.


" Masuk kamar saya dulu."


" Baik Pak.."


Nausha kemudian menyusul Affandi sambil melangkah menaiki tangga dalam benak nya Affandi pasti membutuhkan nya.


" Tolong kamu siapkan air hangat saya ingin berendam."


" Baik Pak."


Nausha lalu menyiapkan air hangat di dalam bathtup, lalu ia teteskan aromatherapy ke dalam bathtup, sambil menunggu air nya cukup untuk berendam. ia keluar dari kamar mandi di lihat Affandi sudah telanjang dada kemeja jas dan dasi di letakkan begitu saja. Nausha lalu memunguti pakaian Affandi lalu di masukkan kedalam keranjang baju kotor. Affandi kemudian merebah kan tubuh nya di ranjang masih memakai celana kantor nya ia menunggu air untuk berendam yang sedang di siapkan oleh istrinya.


Nausha mematikan air kran di bathup karena merasa sudah cukup air hangat itu untuk Affandi berendam ia menyiapkan sabun mandi juga handuk. selesai nya Nausha keluar ingin mengatakan pada suami nya kalau air di bathup sudah siap namun rupanya Affandi tertidur.


Nausha kemudian mendekati ranjang Affandi, di lihat nya Affandi memejamkan mata terdengar dengkuran halus Affandi di telinga Nausha. Nausha jadi merasa ragu untuk membangunkan suami nya itu.


" Pak..Pak Affandi."


Nausha menatap wajah Affandi yang terlihat sangat lelah. Namun ia mencoba membangunkan Affandi.


" Pak Affandi..air nya sudah siap."


Namun Affandi tidak membuka mata dengkuran nya semakin terdengar, Affandi benar benar sangat lelah. Nausha tidak tega membangunkan Affandi. Akhirnya Nausha membiarkan Affandi tidur ia melihat Affandi belum melepaskan sepatu nya, Nausha pun inisiatif melepaskan sepatu dan kaos kaki Affandi ia pun menyelimuti Affandi yang telanjang dada.


" Selamat tidur Pak Affandi mimpi yang indah."


Nausha merasa kasihan melihat Affandi yang kelelahan ia pun kini ingin keluar dari kamar Affandi sebelum keluar Nausha menutup pintu kamar mandi lalu mematikan lampu kamar.

__ADS_1


__ADS_2