
Setelah Clementia menemui Nausha, dalam perjalanan pulang Clementia hanya terus berdoa pernikahan Affandi semoga bisa diselamatkan hati nya meyakini sebenarnya Affandi bisa bahagia bersama Nausha hanya saja putra nya itu terlalu menurut dengan permintaan Kakek nya. Di mata Clementia Nausha gadis yang baik sangat berdosa Nausha sudah di permainkan oleh Affandi. Kalau saja ia tahu bahwa Affandi menikahi Nausha karena ancaman pasti Clementia akan mencegah nya. Clementia mengira Nausha rela menjadi istri Affandi atas kemauannya sendiri dan mau di bayar mahal oleh Affandi.
" Ahh..dasar anak itu." Clementia geram.
Matteo memang terlalu keras terhadap Ethan dan Affandi, terlalu menjunjung tinggi harga diri dan kehormatan hingga tidak memikirkan kebahagiaan Affandi, jadi inilah akibat nya anak orang jadi korban.
POV CLEMENTIA
Di mansion Affandi ketika semua sudah tertidur beristirahat, Clementia terbangun ditengah malam saat ia ingin turun ke lantai bawah ia melewati ruangan kerja Affandi dalam keadaan terang, mata nya melihat dari celah pintu yang sedikit terbuka rupanya putranya itu masih berkutat dengan laptop nya. Clementia tersenyum Affandi sangat serius bekerja walaupun ini sudah tengah malam tapi ia harus menegur Affandi untuk beristirahat karena ini bisa mengganggu kesehatan nya.
Tok Tok
" Boleh Ibu masuk..?"
Affandi wajah nya mendongak dari layar laptop, melihat Ibu nya sudah berdiri di pintu.
" Ibu masuklah!"
__ADS_1
" Ini sudah larut malam,Nak, kau masih sibuk bekerja apa tidak bisa di lanjutkan besok, heum?" ucapnya sambil melangkah mendekati Affandi.
" Aku kan hari ini tidak masuk kantor karena menunggu kedatangan Ayah Ibu dan Kakek jadi tertunda pekerjaan ku, tapi ini sedikit lagi selesai, Bu."
Clementia terdiam sejenak berdiri sambil melihat pekerjaan Affandi. Dalam benak nya ia ingin bertanya pada putra nya, apakah ia bersedia di jodohkan dan bagaimana dengan Nausha.
" Nak.."
" Iya Bu..?" Sahut Affandi masih menatap laptop.
" Ada yang ingin Ibu tanyakan."
" Bagaimana kau sampai bisa menikah dengan Nausha?"
Affandi seketika terjeda dengan pertanyaan Ibunya ia menghentikan pekerjaannya dulu.
" Ibu lihat Nausha gadis yang baik dan juga sangat lugu, di mana kau bisa kenal dia?"
__ADS_1
" Di Cafe milik nya Bu." jawab Affandi singkat.
" Apa dia membutuhkan uang yang banyak hingga ia mau menikah dengan mu?"
" Tidak Bu."
" Lalu bagaimana kau bisa memperistrikan dia?"
Affandi harus menceritakan pada ibu nya, kalau ia menikah dengan Nausha dengan ancaman itu pun Affandi terpaksa karena desakan Kakek dan Ayah nya harus segera menikah. Affandi lalu melepas kacamata baca nya dan mulai bercerita.
Awal pertemuan dengan Nausha memang diri nya sudah tertarik dengan Nausha karena wajahnya sangat cantik. Saat itu Nausha sedang bekerja di sebuah cafe, dan cafe itu belum ada pengunjungnya sama sekali. Disitu timbul rencana Affandi ingin menolong Nausha yaitu menawarkan pekerjaan lain dari pada harus bekerja di cafe yang sepi.
Affandi berfikir Nausha bekerja di cafe pasti gajinya kecil, bagaimana kalau Nausha mau bekerjasama dan Affandi akan membayar jasa Nausha dengan uang yang banyak yaitu bersedia menikah menjadi istri Affandi, pasti Nausha tertarik dengan tawaran nya, pikir Affandi saat itu.
Namun rencana baru saja di mulai Affandi mendapat informasi bahwa cafe tempat Nausha bekerja adalah cafe miliknya. Pasti Nausha tidak akan bersedia dengan tawarannya. Tapi Affandi ingin mencoba rencana nya apakah berhasil Nausha mau menerima tawarannya dengan alasan bersedia menolong Affandi. Dan ternyata Nausha menolak mentah mentah tidak bersedia. Tapi penolakan Nausha malah membuat Affandi sangat tertarik pada Nausha dan membuat Affandi penasaran. Sebenar nya ia sudah menyukai Nausha
karena Nausha sangat berbeda dengan gadis gadis lain yang hanya mengincar hartanya dan ketampanan nya.
__ADS_1
Affandi jadi berniat ingin memiliki Nausha saat itu juga yaitu memaksa dan mengancam Nausha agar mau menikah dengan nya. Dan Affandi tidak main main menikahi Nausha dengan Sah.