I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Hanya Mimpi


__ADS_3

Nausha nampak gemetar saat kepala pusaka Affandi berbentuk seperti jamur itu mulai melesak liang nikmat itu.


Nausha merintih agak sakit, sangat sempit yang dirasakan pada batang Affandi, ia penasaran dan terus mendorong pinggul nya sampai sudah setengah nya dan dengan hentakan sedikit kencang, bless, pusaka panjang dan besar itu berhasil masuk keseluruhan menembus merobek selaput ke perawanan istrinya.


" Akhhhh..Faann!" Nausha menyebut nama Affandi sambil menahan sakit.


,


,


,


,


,


,


" Fan..Fandi!"


Dan tiba tiba saja suara Nausha berubah memanggil nya bukan kah tadi suara nya terdengar merintih menahan sakit.


" Affandi..Pak Affandi!" Panggil nya pertegas kembali seperti dulu lagi.


Affandi heran Nausha memanggil manggil nya pelan hingga beberapa kali, lalu terbangun mata Affandi mengerjap ngerjap lalu kelopak dua matanya setengah membuka, hingga beberapa detik kemudian ia menatap Nausha yang duduk disamping nya dengan posisi menghadap pada wajah nya.


Nausha wajah nya sedikit heran namun tersenyum pada Affandi. Dirinya pun sama menatap Nausha yang sudah mengganti pakaian ia terlihat segar dan harum tubuh nya rupanya Nausha sudah mandi sore.

__ADS_1


Affandi tersadar ia rupanya bermimpi, Affandi kaget dengan keberadaan istrinya duduk disampingnya yang tertidur di sofa.


" Kau bermimpi, kenapa nafas mu terdengar mendesah? apa kau mimpi buruk?" tanya Nausha polos.


" Eugh..?"


Affandi pun tersenyum tangan mengusap wajah nya yang menimbulkan keringat pada dahi nya.


" Ahh..ternyata hanya mimpi tapi kenapa terasa begitu nyata?" bathin Affandi.


" Aku tidak mimpi buruk, aku bermimpi indah sangat indah dan nikmat." balasnya menggoda Nausha.


" Mimpi indah sangat nikmat?"


" Iya..istri ku." Affandi menjawab nya dengan tersenyum geli.


" Pak Affandi..ini sudah jam 7 malam."


Affandi lalu melihat jam yang melingkar di tangan nya, dan benar waktu sudah menunjukan jam 7 malam tepat. Ia tertidur cukup lama 4 jam.


" Bapak tertidur sangat lama, Bapak.sangat lelap kalau aku tidak membangun kan Bapak entah Sampai jam berapa Bapak tidur."


Affandi lalu bangun tubuh nya terasa sangat segar capek di badan nya hilang. Ia lalu mengambil posisi duduk disamping Nausha.


" Maaf..kamar mu membuat ku sangat nyaman, sampai sampai aku tertidur 4 jam."


Affandi kemudian tangan kanan nya merangkul pinggang Nausha dan menariknya agar lebih merapat.

__ADS_1


" Aku sudah menyiapkan makan malam, apa kau mau mandi dulu biar aku siapkan! tapi..pakailah baju ini lagi karena aku tidak punya pakaian ganti untuk Bapak."


Affandi merengkuh pundak Nausha lalu mengecup pucuk rambut kepala Nausha dan sambil membelai lembut rambut Nausha.


" Kita makan malam dulu baru aku akan mandi."


" Baiklah!"


Nausha masih terheran dengan wajah Affandi seperti menahan sesuatu.


" Bapak baik baik saja?"


Nausha tatapan menelusuri wajah Affandi dan sedikit mengernyitkan kedua alisnya tubuh Affandi sungguh sangat berkeringat pakaian yang dipakai nya sampai lepek padahal udara sangat dingin.


" Tubuh Bapak lengket ihh!" Nausha sedikit menjauhkan badan nya karena terasa di kulit tangan nya tubuh Affandi berkeringat namun tetap tercium harum maskulin parfum mahal. Nausha melepas rangkulan Affandi.


Affandi reflek mencium diri nya, namun ia kaget pada bagian bawah nya masih tegak berdiri terasa sesak di ****** ***** nya. ia tidak mau Nausha sampai melihat bagian bawah nya masih sangat mengeras apalagi Nausha berada dekat nya. Harum tubuh Nausha sangat memancing gairah libidonya.


Affandi lalu mengambil bantal sofa dan menutup bawah nya.


" Aku tidak apa apa!" Pura pura seraya tangannya mengambil bantal.


Affandi kembali menarik pinggang Nausha yang tadi sedikit menjauh darinya. Kini rangkulan di pinggang Nausha semakin di eratkan.


" Aku sudah mandi..jangan di gini in ah!"


Affandi tidak menghiraukan, malah kepala Nausha ia rebahkan di pundak nya, namun kemudian perlahan Nausha tidak menolak. Terasa sangat erat rangkulan tangan Affandi di tubuhnya.

__ADS_1


" Biarkan seperti ini sayang, aku sangat rindu pada mu!"


Nausha jadi terdiam ia bahkan membiarkan Affandi menahan tubuh nya. Kedua nya akhirnya kini larut dalam diam.


__ADS_2