I APOLOGIZE

I APOLOGIZE
Imbalan Untuk Nausha


__ADS_3

Dengan langkah tergesa gesa Nausha menuju ruang kerja Affandi yang sudah menunggunya.


" Selamat malam Pak Affandi.."


" Duduk lah!" Perintah Affandi


Jackson langsung di beri kode oleh Affandi untuk menjelaskan maksud dan tujuan Affandi pada istrinya, Nausha yang belum tahu maksud di suruh untuk menemui Affandi pun bertanya tanya dalam hati.


" Begini Nyonya..maaf sebelumnya saya akan menjelaskan tujuan kami perihal kompensasi untuk anda Nyonya."


" Kompensasi untuk saya?"


" Tuan Affandi memberikan ini untuk Nyonya."


Nausha lalu menerima berkas berkas yang di sodorkan Jackson. Nausha lalu membaca beberapa berkas berkas itu dengan menautkan kedua alisnya.


" Maksudnya ini adalah berkas sebidang tanah dan juga rumah kenapa atas nama saya?"


" Itu untuk Nyonya dari Tuan Affandi.."


" Untuk saya?"


" Iya Nyonya.."


" Pak Affandi tolong jelaskan kenapa Bapak memberikan ini untuk saya..?"


" Itu adalah tanda terima kasih saya kalau kamu sudah menolong saya karena bersedia menikah dengan saya." ucap Affandi.


Nausha mendengar penjelasan Affandi terasa sesak di dadanya, kenapa harus ada kompensasi.


" Terima saja!" ucap Affandi.


" Maaf Pak Affandi saya tidak membutuh kan ini." balasnya dan menyodorkan kembali berkas pada Jackson.


Affandi menatap lekat wajah Nausha, dalam pikirannya kenapa Nausha tidak membutuhkan pemberian dari nya.

__ADS_1


Jackson pun agak tercengang pada istri Affandi yang tidak menerima pemberian dari bossnya itu.


" Apa kurang?"


" Tidak Pak Affandi..saya sudah punya itu semua."


" Maksud kamu?"


Nausha hampir saja meneruskan penjelasan perihal ia tidak mau menera dengan ucapan nya, rupanya Affandi menganggap dirinya kekurangan. Affandi belum tahu siapa istrinya ini.


" Tidak Pak Affandi bukan maksud apa apa."


" Baiklah uang yang saya berikan ini bisa kau gunakan modal usaha kamu juga."


" Terima kasih Pak Affandi..saya tidak membutuhkannya..hanya saja terdengar miris buat saya."


" Kenapa?"


" Saya bersedia menikah dengan Bapak..tapi bukan berarti saya harus menerima imbalan ini.. saya hanya murni ingin menjadi istri Bapak, melayani Bapak menjalankan tugas saya sebagai istri Bapak..dan saya tidak tertarik dengan apa yang Bapak berikan ini. Tidak seharusnya Bapak memberi imbalan pada saya, maaf! ini terkesan rasanya..saya menikah dengan Bapak nikah kontrak padahal Bapak menikahi saya sah."


" Rasanya tidak pantas saja Pak..kenapa istri sah harus menerima imbalan segal dari suami sendiri berupa kompensasi."


" Jadi maksud kamu..kamu ingin selamanya menjadi istri saya? Nausha saya tidak mencintai kamu, memang kita menikah secara sah tapi bukan berarti untuk selamanya, pernikahan kita hanya di atas kertas saja."


" Saya akan pertahan kan pernikahan ini..karena buat saya menikah cukup sekali seumur hidup."


" Baik lah..kita memang suami istri yang sah tapi tapi kamu jangan mengatur saya..dan kamu harus tetap ikuti perintah saya..."


" Tapi saya juga mau Bapak jangan membatasi saya dengan siapa saya bergaul dan ikut campur pribadi saya."


" Oke..kalau itu yang kamu mau, tapi..terima saja ini mungkin sewaktu waktu kau membutuhkan pemberian imbalan saya."


Affandi kembali menyodorkan berkas berkas itu pada Nausha, Nausha pun akhir menerima nya dan akan di simpan saja.


" Saya akan menyimpan ini dengan baik..kalau begitu saya keluar dulu. Bapak kalau mau makan saya sudah siapkan, permisi."

__ADS_1


Nausha keluar dari ruangan kerja Affandi dengan perasan sedih tidak sadar bola matanya berkaca kaca. Sampai di kamarnya Nausha menyimpan berkas berkas dari Affandi di lemari.


" Jackson."


" Iya Tuan Affandi."


" Bagaimana menurut mu?"


" Menurut saya..apa sebaiknya Tuan Affandi memberikan hak pada istri Tuan selayak nya suami memberikan kebutuhan istri, mungkin istri Tuan akan senang menerima nya bukan memberi dengan cara atas dasar imbalan


Istri Tuan Affandi sangat tersinggung.


" Seperti apa menurut mu?"


Jackson menarik nafas ia akan memberi pendapatnya dengan hati hati.


" Saya biasa memberikan kebutuhan istri saya dengan gaji yang saya terima untuk istri saya, memberikan perhatian, memberikan hak hal kecil tapi sangat berharga di mata istri saya.


" Contoh nya?"


" Tuan Affandi..saya sangat mencintai istri saya, tapi karena Tuan tidak mencintai istri Tuan saya pun akan menjelaskan nya agak sulit di terima Bapak. Kalau Bapak mencintai istri Bapak..pasti Bapak akan mengerti."


" Contoh nya saja tidak usah berbelit belit."


Jackson tersenyum.


" Berikan segalanya yang Bapak punya untuk menyenangkan istri Tuan Affandi ajak makan berikan perhatian berupa membelikan pakaian perhiasan dan kasih sayang pada istri Tuan. Tentu dia akan senang menerima nya,.itu yang saya lakukan pada istri saya."


" Hahh.." Affandi membuang nafas berat . "Bagaimana bisa saya harus melakukan itu semua."


" Ya..karena Tuan Affandi tidak mencintainya."


" Tidak usah di bahas lagi, saya hanya ingin tahu informasi tentang istri saya dan ingat besok sudah di terima di meja saya."


" Baik Tuan Affandi.. kalau begitu saya pamit pulang dulu! istri saya menunggu saya di rumah."

__ADS_1


Affandi mengangguk lalu berdiri dan bersamaan dengan Jackson keluar dari ruangan.


__ADS_2