Ibuku Tidak Ingin Menikah

Ibuku Tidak Ingin Menikah
Bab 14. Tatap muka


__ADS_3

Selesai sarapan, Leiya pulang untuk berkemas dan bersiap untuk bertemu orang yang mengaku mengenal orang tuanya. Leiya tidak mengajak Laskar karena khawatir akan ada penipuan, ia menitipkannya kepada Rifa yang ada di rumah sendirian.


Rifa merasa bersalah kepada Leiya dan ingin meminta maaf tapi Leiya sudah terburu-buru keluar, Rifa kesal dan memukul bantal di sebelahnya.


" ini semua salah Baltic!! Oh hidupku"


Laskar melihat ibu baptisnya yang kesal, ia memikirkan sebuah ide dan kembali ke kamar untuk mengambil barangnya.


" ibu baptis, ini hadiah untukmu. Jangan sedih, jika kamu berbicara baik-baik dengan bubu pasti bubu tidak akan marah lagi padamu" kata Laskar meletakkan barang itu ditangan Rifa


Rifa melihat kaleng kecil ditangannya dengan bingung, bagaimana cara kerjanya? Bukankah hanya kaleng bekas biasa untuk permainan minimarket? Tapi karena ini pemberian Laskar, Rifa tetap menerimanya.


" Terima kasih sayangku, kamu baik sekali. Ayo nanti aku ajak kamu jalan-jalan, ke mana kamu ingin pergi? Taman bermain? Atau ke museum, atau ke mall" kata Rifa mengulurkan tangannya untuk memeluk Laskar yang langsung menghindar, Rifa tidak marah malah mengacak-acak rambut Laskar.


" ibu baptis aku ingin ponsel"


" tidak masalah nanti kita beli, ayo kamu bersiap. Kita bersenang-senang hari ini" ujar Rifa dan menyimpan kaleng kecil pemberian Laskar digantungan tasnya.


......................


Leiya pergi ke cafe tempat orang itu membuat janji, melihat nomor meja sudah benar. Leiya duduk menunggu dan memesan secangkir latte.


Selang beberapa menit, ada seorang wanita yang duduk de depannya. Melihat wanita itu adalah Yami, Leiya merasa kesal karena ditipu.


" lama tidak bertemu, aku dengar kamu sudah mempunyai anak laki-laki. Selamat" sindir Yami dengan wajah munafiknya.


Leiya menatap Yami jengah dan hendak pergi.


" aku benar-benar tahu tentang asal-usulmu, kamu tidak ingin mendengar?"


Leiya berhenti berjalan dan kembali duduk,


" trik apa lagi yang ingin kamu mainkan? Aku tidak punya waktu untuk bermain denganmu"


" Kamu tidak berubah walaupun sudah menjadi ibu, masih saja bersikap acuh seperti semua dalam kendalimu. Leiya leiya, lihat nasibmu sekarang ck ck ibu tunggal tanpa suami, apa orang berkata tentangmu? ******?" kata Yami memprovokasi Leiya.


Leiya melihat Yami dengan acuh, idiot ini tidak akan puas jika tidak memprovokasinya setiap bertemu. Mari kita lihat apa yang akan dilakukan olehnya?


" kamu di sini tidak hanya untuk memberitahu hal yang tidak penting bukan, lagipula kamu tidak akan berbaik hati memberitahu aku sesuatu tanpa membayar" ucap leiya dengan bosan memainkan cangkir ditangannya.

__ADS_1


" oh kamu pintar sekali, aku ingin kamu datang ke acara pernikahanku minggu depan. Ini undangannya jangan sampai terlambat" kata Yami meletakkan surat undangan di atas meja


Leiya melirik undangan itu dan mengambilnya


" bagaimana dengan orang tuaku? Kamu bilang kamu mengetahuinya"


" orang tua apa, kamu hanya anak yatim piatu yang ada di panti asuhan. Orang tua itu mengangkat aku sebagai anak sejak bayi jadi sebenarnya kamu tidak memiliki keluarga, oh ya nama panti asuhannya Kasih Bunda. Siapa tahu kamu mau menitipkan anakmu ke sana jika kamu sudah tidak tahan lagi" kata Yami tertawa senang


Leiya sangat marah dengan ucapan Yami, Laskar adalah skala terbaliknya. Tidak ada yang boleh menyakitinya.


Leiya menyiram latte dicangkirnya ke wajah Yami


" jangan kau sebut anakku dengan mulut kotormu itu, tenang saja aku akan datang ke pernikahanmu. Sebaiknya kamu bersiap karena aku akan memberimu hadiah besar" ancam Leiya dan pergi dengan marah.


Yami yang dipermalukan di depan umum merasa malu dan marah.


" awas kau ******, akan aku balas kau. Lihat saja nanti" kata Yami bergegas pergi tapi dihentikan oleh pelayan cafe


" maaf nona anda belum membayar" kata pelayan itu


" kamu! Beraninya kau leiya! J***ng f**k"


......................


Leiya juga harus pergi ke Perusahaan Altic dua jam kemudian untuk tanda tangan kontrak, bingung akhirnya Leiya meminta sopir taksi menurunkannya di dekat Perusahaan Altic agar mudah untuk berjalan kaki ke sana.


Setelah turun dari taksi, Leiya duduk di depan mini market di seberang Perusahaan Altic untuk makan makanan yang ia beli di mini market itu.


Setelah merasa cukup baik, Leiya berjalan kaki ke tujuan dan tiba di kantor lima belas menit lebih awal.


" Nona mohon tunggu sebentar, presiden kita sedang rapat sebentar lagi akan selesai" ucap sekertaris laki-laki itu dengan sopan


Leiya mengangguk tidak masalah dan mulai menghidupkan komputernya untuk meninjau kembali kerjasama hari ini.


Arya yang sudah selesai rapat langsung masuk ke kantor, ia sudah punya janji dengan desainer Anti. Melihat siapa yang duduk di kantornya, Arya terkejut sejenak karena tidak menyangka akan bertemu gadis yang ia cari dulu.


Arya pernah mendapat informasi kalau Leiya berada di negara A, saat Arya dalam perjalanan ke rumah sakit untuk berobat ia melihat Leiya yang berperut besar dengan seorang pria.


Saat itu Arya berpikir mungkin kata-kata pamannya hanya untuk menjebaknya tapi ia masih saja terperangkap, melihat Leiya dengan seorang pria mungkin itu suaminya yang menemaninya untuk memeriksa kandungan.

__ADS_1


Arya tidak lagi mencari informasi tentang Leiya dan tidak pernah terpikirkan kalau Leiya akan menjadi salah satu desaine top.


" Hallo saya Arya presiden Perusahaan Altic, apakah kamu Anti maaf menunggu lama" ujar Arya sopan


"Hallo saya Anti, saya memaklumi kalau anda adalah presiden perusahaan nomor satu di negara ini, wajar jika terlalu sibuk" balas Leiya sopan membalas uluran tangannya.


Ia merasa wajah Presiden ini begitu familiar, tapi entah di mana dia melihatnya.


"Silahkan duduk mari kita bahas kontraknya, apakah ada masalah di pihak anda" kata Arya langsung ke intinya


" Sebenarnya tidak ada masalah dengan isi kontraknya, tapi tuan saya keberatan untuk bekerja full tanpa hari libur selama satu bulan. Memang kita hanya kontrak jangka pendek yang mungkin akan selesai dalam beberapa bulan, tapi untuk tidak libur selama satu bulan saya rasa ini sudah melanggar aturan kerja saya" jelas Leiya melupakan masalah yang mengganggu


"itu saja keberatan dari saya, untuk desain kostumnya anda bisa lihat dalam email yang saya kirim. Mungkin ada beberapa tambahan dari anda"


Arya mengangkat alisnya dan berpikir ya dia punya anak di rumah pasti harus meluangkan waktu untuk anaknya dan suaminya, entah kenapa hatinya menjadi kesal.


" Presiden?" Leiya mengibaskan tangannya di depan presiden ini yang sepertinya melamun, apakah dia serius dengan bisnisnya?


" Oh ya kita bisa memperbaharui kontraknya, nona Anti bisa libur seperti bulan lainnya tapi saya ingin agar desain anda bisa maksimal" kata Arya tersadar


Leiya mengangguk mengiyakan dan setelah semua pihak tidak keberatan mereka menandatangani kontrak kerjanya.


" Semoga kerjasama kita lancar pak presiden, kalau begitu saya pamit pulang. Sampai jumpa besok" pamit Leiya


"Biar saya antar nona Anti kebetulan saya akan pergi ke luar, ada pertemuan di hotel sebentar lagi" ajak Arya dan berjalan ke luar bersama Leiya dan ada sekertarisnya yang mengikuti.


" oh sepertinya anda sangat sibuk sampai tidak makan dan minum, jangan sampai anda jatuh sakit nanti saya juga yang rugi karena sekarang anda bos saya" kata Leiya bercanda, ia bahkan berpikie apakah presiden ini juga tidak ke kamar mandi? Setiap menit selalu ada pertemuan.


Arya tertawa kecil dan mengangguk


" Anda benar nona Anti, tenang saja saya tidak akan membuat anda rugi"


" kalau begitu semoga sukses, saya pamit terlebih dahulu. Sampai jumpa" salam Leiya kepada presiden dan sekertarisnya itu.


" Tuan tidak biasanya anda begitu ramah pada klien, apa karena itu nona Leiya" ledek Kona yang dibalas dengan tatapan mematikan bosnya.


" Diam, apakah kamu ingin aku memotong gajimu bulan ini?"


" maaf tuan"

__ADS_1


__ADS_2