Ibuku Tidak Ingin Menikah

Ibuku Tidak Ingin Menikah
Bab 22. Orang gila


__ADS_3

Lampu gantung di atas jatuh dan tiba-tiba lampu semua ruangan padam. Hanya terdengar suara pecahan lampu dan teriakan para tamu di tengah kegelapan.


Semua orang panik mendengar banyak teriakan disekitarnya dan segera pergi ke luar dengan tergesa-gesa.


Kedua keluarga pun sangat cemas, jika terjadi sesuatu pada tamu yang mereka undang maka bisa menyebabkan kerugian.


Tuan Pras menenangkan dirinya dan segera mengatur para pengawal untuk mengendalikan situasi, mereka membawa senter dan segera mengevakuasi tamu-tamu agar tertib dan memeriksa tamu yang terkena pecahan lampu.


Yami melihat-lihat ke arah lampu yang jatuh dan tidak menemukan Leiya yang seharusnya terbaring terkena dampaknya, ia menghela nafas segera pergi ke tempat banyak orang.


Sebenarnya Yami sangat ketakutan, ia tidak pernah mengalami hal seperti ini dalam hidupnya. Tapi melihat tidak ada tanda-tanda keberadaan Leiya dia masih kecewa, ya kenapa dia baik-baik saja? Seharusnya dia mati di bawah lampu itu.


Ayah dan ibu Ning juga melihat saat Leiya mendorong Yami dan Dio, mereka terkejut dan segera mencarinya, melihat dia tidak ditemukan mereka lega yang artinya dia baik-baik saja.


Tuan Ning berpikir jika Leiya mati maka reputasi keluarganya akan hancur, anak yang menyelamatkan saudaranya malah diusir dari keluarga dan saat kembali malah mati di dalam keluarganya. Ini akan menjadi lelucon di kota Y, untung saja dia tidak kenapa-kenapa.


Leiya yang dikhawatirkan semua orang sekarang sedang duduk dimobil dan mencemaskan orang disampingnya.


Itu adalah Arya, dia melihat sendiri saat Leiya berada di bawah lampu itu dan segera berlari menghampiri tapi tidak disangka-sangka ia sudah berjarak dua meter dari lampu itu saat semuanya padam jadi tidak ada yang memperhatikan karena semua fokus pada pasangan itu kecuali Arya yang memperhatikan setiap gerakannya.


Arya segera memeluknya dan membalikkan badan agar dia terlindung dari pecahan kaca, mereka segera keluar dan masuk ke mobilnya.


Leiya khawatir jika punggung Arya terkena pecahan lampu itu, dia tidak bisa membayarnya!


" Presiden biarkan aku melihat punggungmu apakah ada luka?" kata Leiya dengan khawatir.


" Tidak ada luka, aku tidak merasakan sakit. Ngomong-ngomong bagaimana kamu bisa secepat itu menghindari lampu yang jatuh?" tanya Arya dengan ringan mengalihkan topik pembicaraan.


" Aah itu mungkin karena ini" kata Leiya menunjukkan jam tangannya yang sekarang rusak.


" Ini dibuat oleh anakku, sepertinya saat aku dalam bahaya dia mengeluarkan gelombang yang membuatku terlempar jauh dari lampu. Aku tidak tahu bagaimana cara kerjanya" kata Leiya memberi penjelasan kasar. Mengingat anaknya Leiya panik dan segera dering telponnya berbunyi, benar saja Laskar menelpon

__ADS_1


Leiya memasang ekspresi minta maaf pada Arya dan segera mengangkat telepon.


" Bubu apa terjadi sesuatu padamu? Dimana kamu sekarang bu aku harus segera menemuimu" ucapnya cemas, ia melihat statistik detak jantung bubunya meningkat dan segera tidak ada pembaruan, ia tahu pasti bubunya dalam masalah dan jamnya sudah rusak.


" Bubu baik-baik saja, segera aku pulang. Kamu jangan khawatir oke, nanti bubu pulang kamu bisa melihat sendiri bubu sehat tanpa luka sedikit pun" kata Leiya menenangkan anaknya


" Baiklah, bubu janji tidak berbohong?" ucap Laskar masih tidak percaya


" Iya sayangku, sekarang kamu tunggu saja dengan tenang bersama ibu baptismu. Bubu janji pulang dengan aman" jamin Leiya


" Kalau begitu hati-hati bu, aku tutup telepon" kata Laskar setuju setelah mendengar nada bicara bubunya baik-baik saja.


"Oke"


Setelah menutup telepon, Leiya bersandar di kursi mobil dan minum lagi.


Arya baru pertama kali melihat dia berbicara begitu lembut dan perhatian tidak seperti biasanya yang sopan dan terukur di depannya, ia mengerutkan dahinya. Kejadian sebesar ini suaminya belum muncul juga? Bukankah ini terlalu tidak bertanggung jawab.


" Maaf nona Anti kalau saya lancang, tapi dimana suamimu. Kenapa saya tidak pernah melihatnya saat kamu kesulitan?"


" Uhuk..uhuk... Presiden siapa yang memberitahumu kalau saya sudah menikah? Saya masih single belum pernah menikah" jelas Leiya setelah batuknya berhenti, ia merasa tenggorokannya sakit begitu juga hatinya yang malu. Seberapa memalukan dia di depan presiden sampai setiap dia kesulitan seperti sekarang selalu saja dia melihatnya?


Leiya merasa canggung dan minum lagi untuk meredakan tenggorokannya


" Presiden bolehkah kamu mengantarku pulang?" kata Leiya dengan tidak tahu malu, biarlah sekarang ia sedang malas untuk melakukan apapun atau menggerakkan tangannya. Mumpung ada mobil gratis bisa menghemat uang.


Arya segera sadar dari keadaan linglungnya dan segera menyetir mengantarnya pulang dengan kondisi mobil yang hening.


Setelah sampai di rumah Rifa, Leiya melihat anaknya di luar bersamanya. Leiya tidak berdaya, padahal dirinya sudah menjamin akan pulang dengan aman tapi tetap tidak bisa menghentikan anaknya ini untuk mencemaskannya.


Arya melihat dengan tajam ke arah Laskar, ia entah kenapa senang saat mengetahui Leiya belum menikah. Melihat sekarang anak itu yang mirip dengannya, Arya terkejut sejenak dan berpikir mungkinkah dia anaknya?

__ADS_1


" Leiya menikahlah denganku, aku akan menebus tnggung jawabku sebagai suami dan ayah yang tidak aku lakukan lima tahun lalu” celetuk Arya tiba-tiba membuat Leiya kaget sampai dahinya terkena pintu mobil saat mau membukanya.


Sejak kapan presiden memanggil dengan namanya biasanya dia memanggil aku Anti, munngkin otaknya sedang rusak akibat kejadian tadi?


“Jadi kamu benar-benar ayah anakku?”


“Iya”


" Maka aku adalah ibumu!" kata Leiya lalu pergi ke luar dengan tergesa-gesa.


Leiya mengambil anaknya dan berbisik


“Nak, ayo kita lari. Ada pedagang manusia yang mengaku sebagai ayahmu, dia akan menjual kita!” kata Leiya panik menarik Laskar ke dalam rumah.


Laskar “...”


Arya”...”


Rifa"..."


Di dalam rumah Rifa mengetuk dahi Leiya dengan tatapan bodoh


" Ada apa denganmu! Penculik dimana, orang juga tidak ada"


Leiya menatapnya kesal


" Itu presiden perusahaanku tiba-tiba gila dan bilang ingin menikah denganku dan dia juga bilang kalau Laskar anaknya, siapa yang tidak terkejut mendengarnya. Mungkin dia hanya ingin menculik Laskar karena memiliki bakat luar biasa" kata Leiya mengingat dia memberitahu Arya tentang penemuan jam tangan itu dan dia tidak merespon.


" Lupakan, sekarang aku tidak akan membiarkan dia mendekati Laskar. Aku tidak akan memberitahunya apa-apa lagi, dasar pengusaha licik bahkan bisa menyamar sebagai ayah untuk merekrut karyawan, tidak heran perusahaannya sekarang sangat besar" cibir Leiya menarik Laskar ke kamar.


Arya yang dibicarakan sekarang masih linglung di dalam mobil, kenapa tiba-tiba ia bilang untuk menikah dengannya. Pasti sekarang dia ketakutan karena ucapannya itu, bodoh sekali!

__ADS_1


Yah jika dia tidak menghentikan penyelidikannya waktu itu mungkin sekarang mereka hidup bersama dengan bahagia, untuk meyakinkan Leiya, dia harus mengumpulkan semua bukti.


Lalu kemudian Arya menyetir pulang dan memerintahkan Kona untuk mencari berkasnya tahun itu. Melupakan kalau dilengan kanannya masih ada beberapa serpihan lampu yang sedikit berdarah.


__ADS_2