Ibuku Tidak Ingin Menikah

Ibuku Tidak Ingin Menikah
Bab 7 go work


__ADS_3

Tawa Baltic dan kawannya tiba-tiba berhenti melihat kedatangan tamu di Bar Singu yang tidak mereka harapkan.


Mereka tidak mengharapkan Dio akan berkunjung ke Bar Singu yang dia remehkan, Dio memandang Bar Singu hanyalah bar kecil yang tidak pantas untuk dirinya calon pewaris kaya.


"Saya ingin bertemu dengan bos mu!" kata Dio arogan kepada barista yang melayani tamu


"Maaf pak apakah anda sudah membuat janji?"


"Tuan muda ini bisa bertemu siapapun yang aku mau, kenapa kamu harus bertele-tele, memang siapa dia, presiden? Janji temu segala, cepat panggil bosmu dan bilang kalau tuan muda calon CEO Miyan group ada di sini!" kata Dio arogan


"I..iya pak saya telfon sekarang" ujar barista gugup sambil memutar telfon bosnya

__ADS_1


"Tidak perlu, aku ada di sini. Ada perlu apa tuan muda yang manja ini ada di bar kecil kita, bukankah anda bilang kalau bar kumuh kami tidak bisa menampung anda yang mulia" sindir Baltic


" oh jadi kamu bos Bar Singu, saya mau kamu membatalkan kerjasama dengan tuan Arya. Tuan Arya seharusnya berinvestasi di hotel saya tapi tiba-tiba dia berubah pikiran dan malah bekerja sama dengan bar kumuh ini, pasti kamu bermain curang" ujar Dio arogan sambil melihat baltic dari atas ke bawah dengan merendahkan.


Baltic menatap Dio seperti orang idiot


" tuan muda kamu sangat lucu, keputusan tuan Arya untuk bekerja sama dengan siapa tidak ada hubungannya denganku. Percuma kamu memohon di sini karena saya bukan tuan Arya yang bisa mewakili keputusannya, jangan membuat masalah yang tidak masuk akal di sini"


"Hmm kamu orang dusun pasti mempunyai banyak trik curang agar dilihat oleh Tuan Arya, tidak mungkin tuan arya berinvestasi di bar yang kumuh ini daripada hotel bintang limaku"


"kamu! Baiklah tunggu saja pembalasanku, jangan harap pekerjaan kalian akan lancar" ancam Dio sambil keluar dengan kesal.

__ADS_1


Akhirnya pembuat masalah pergi, pelanggan yang ikut makan melon merasa disayangkan. Pertunjukkan bagus sudah berakhir.


...


Leiya sedang bermalas-malasan di ruang tv, ia merasa sangat malas akhir-akhir ini. Tidak ingin melakukan apapun kecuali makan, tidur tentunya.


Melihat kartu nama yang diberikan kak Diya ditangannya, Leiya berpikir bukankah kesempatan ini yang selalu diimpikan lalu kenapa harus ragu. Akhirnya dengan keputusan bulat Leiya menghubungi Diya dan memberitahu bahwa ia mau bekerja dengan Diya.


" Akhirnya kamu mau, bakatmu itu harus diasah agar menjadi desainer nomor satu di dunia. Tenang saja aku tidak akan mengecewakanmu" jawab Diya dengan percaya diri.


Tentu sikap percaya dirinya didukung dengan kemampuan bukan hanya asal bicara, Diya termasuk desainer terkenal di negara A yang desainnya bahkan dipakai oleh presiden. Perusahaannya pun memiliki pengaruh dilingkaran atas.

__ADS_1


"Kamu bisa pergi ke perusahaanku lusa karena besok aku harus melakukan perjalanan bisnis, jangan lupa bawa resume dan karya-karyamu itu"


"Baiklah terima kasih kak, lusa aku akan ke sana" jawab Leiya dan mengakhiri panggilan teleponnya.


__ADS_2