Ibuku Tidak Ingin Menikah

Ibuku Tidak Ingin Menikah
Bab 37. Pesta amal 2


__ADS_3

" Tuan- tuan sekalian yang terhormat, selamat datang di lelang amal Balai Husi. Terima kasih untuk para donator yang mendonasikan hartanya dalam lelang kali ini, seperti biasa kita akan menyetorkan uang hasil lelang hari ini kepada lembaga negara yang terkait. Mari langsung saja kita mulai acara lelang ini" kata sambutan dari pembawa acara yang sangat cantik dengan gaun formalnya yang sangat pas.


" Barang pertama, ada guci antik kuno naga timbul berasal dari keluarga Doyono. Harga awal delapan juta rupiah, silahkan menawar. Delapan juta rupiah....."


" Ya nomor 021 menawar delapan juta lima ratus rupiah, apakah ada yang mau menawar lagi? Delapan juta lima ratus..."


......................


Paman Sam datang ke lelang amal, ruangannya adalah nomor 011 yang tepat di seberang ruangan Leiya.


Ia datang untuk mengambil kalungnya yang berharga, kalung itu dilelang oleh lelaki tua dalam keluarga tanpa persetujuannya. Ia sangat marah sehingga ingin sekali menemui ayahnya dan berteriak.


" Bagaimana? Sudah ketemu?"


" Sudah bos, kalung itu ada di lemari nomor 23. Ada penjagaan yang ketat bos di seluruh area penyimpanan" kata bawahan itu dengan hormat.


Paman Sam dengan kesal memukul sandaran sofa


" Lempar bom asap di seluruh area, biar semuanya kacau lalu kamu pergi ambil" katanya menatap bawahannya


" Baik bos, rencana akan dieksekusi lima menit lagi" kata bawahan itu dengan cepat pergi menghubungi rekan-rekannya.


Paman Sam tetap ditempat duduknya dan menunggu waktu berlalu.


...****************...


" Tuan muda, ada pergerakan yang mencurigakan di area penyimpanan"


" Oh, siapa yang mau melakukan adegan besar hari ini? " kata Gio dengan nada tertarik


" Sepertinya orang itu ada di sini tuan" kata bawahan itu di telepon.


Gio mengangkat alisnya mendengar perkataan bawahannya


" Jika orang itu maka Balai Husi sangat tidak beruntung, mungkin ruang penyimpanannya tidak akan utuh"

__ADS_1


" Kamu siapkan mobil darurat, siapa tahu orang gila itu akan meledakkan seluruh gedung sekalian"


" Baik" kata bawahan lalu telepon ditutup.


Gio memutar ponsel ditangannya dan berpikir, apakah dirinya akan memberitahu Arya. Gio dengar Arya ada di sini bersama Anti untuk bersenang-senang, hmm lebih baik memberitahunya untuk menunjukkan ketulusan.


Jika dia tahu dirinya mengetahui rencana orang itu dan tidak memberitahu, mungkin rencananya akan gagal. Orang ini penuh dendam.


Gio mengirim pesan teks pada Arya dan menyimpannya ke dalam saku setelah selesai.


Gio memutuskan untuk membiarkan ayah baiknya memperoleh gelang itu dengan harga tinggi, pasti dia sangat marah sekarang karena rugi puluhan juta.


***


Arya menerima pesan dari Gio bertepatan dengan informasi dari pengawalnya, ia mengerutkan kening dan melihat ke arah Leiya yang sedang melihat lelang dengan mata setengah terbuka.(mengantuk)


"Aya apakah temanmu bisa diandalkan? Jika ada yang mencuri di ruang penyimpanannya bagaimana?" tanya Arya


Leiya yang mengantuk menoleh ke arah Arya dengan menguap


" Hei maka pencuri itu mencari kematian, kau tidak tahu. Haris itu terlibat dalam perdagangan senjata dunia, bagaimana bisa dengan mudah dipecahkan" kata Leiya menutup matanya


Leiya yang mengantuk segera membuka matanya. Sial, dia berbicara soal yang tidak boleh dibicarakan! Maafkan mulut temanmu ini Haris yang sangat longgar.


" itu yah, dia yang memberitahu" kata Leiya berkilah


" Lagipula kenapa kamu tiba-tiba berpikir seperti itu, Balai Husi yang tetap berdiri beberapa dekade jelas memiliki latar belakang, cepat makan jangan berpikir aneh-aneh" kata Leiya dengan cepat menyuapi Arya dengan makanan di meja agar berhenti bicara.


Haris bertemu dengannya saat Leiya sedang mencari bahan yang diinginkan Laskar, ia tidak menemukannya di berbagai tempat. Untung saja ada Haris yang menolongnya.


Haris saat bertemu Laskar dan ide-ide busuknya segera menjadi teman akrab, Leiya tidak tahu apa yang mereka bicarakan sepanjang hari tapi Haris sangat senang dan mungkin ingin menculik Laskar ke sisinya.


Dan Leiya mengetahui tentang Haris sebagai pedagang senjata karena tidak sengaja mendengar Haris berbicara dengan Laskar, waktu itu Leiya akan mengusirnya dengan sapu. Tapi Haris berjanji tidak akan membahayakan mereka dan akan membeli semua pakainnya, jadi Leiya melepaskannya.


" Tapi dia hanya salah satu bawahan, bukan raja senjata. Meskipun mencuri di tempatnya sangat merugikan, tapi tetap saja kamu bisa mendapatkan beberapa hal. Yah tentu harus siap dikejar olehnya sampai ujung dunia" celetuk Arya dengan jijik mengingat tampang Haris saat pertama kali bertemu.

__ADS_1


" Ini pakaian yang aku beli untukmu, cepat ganti" kata Arya menyerahkan sebuah tas dan segera mendorong Leiya ke dalam kamar mandi.


Leiya yang didorong merasa bingung, ada apa dengannya? Tapi melihatnya mendesak agar memakainya maka Leiya dengan patuh berganti.


Biarlah jika dia senang, anggap sekarang dia sedang baik hati membalas pelayanan Arya yang memuaskan hari ini.


Pelelangan sudah dalam tahap akhir, para tamu yang selesai dengan tujuannya segera ke ruangan lain untuk membayar dan mengambil barang.


Yami yang akan ke lantai atas untuk bertemu dengan Anti sangat bersemangat, tidak mungkin rencananya gagal.


Saat ia mengetuk pintu, tidak ada yang menjawab. Yami menarik napas dalam-dalam dengan sabar mengetuknya lagi.


Arya melihat waktu yang tinggal sedikit merasa tidak sabar dengan ketukan dipintu, ia membukanya dengan kasar.


" Apa yang kamu cari?"


Yami tertegun, bukankah Anti perempuan? Apakah dia salah ruangan?


" Maaf apakah Anti ada di dalam?"


" Tidak" balas Arya segera menutup pintu dengan cepat dan menyiapkan handuk tangan yang sudah basah ke tangan Leiya yang sudah berganti pakaian.


Yami di luar merasa bingung, mungkin benar benar salah kamar? Ia segera ingin mencari ke tempat lain ketika ada suara keras dan asap tebal dari arah berlawanan menuju ke sini. Yami panik segera berlari ke bawah menuju keluarganya dan memberitahu hal ini.


Arya yang sudah bersiap segera keluar bersama Leiya yang ada di pelukannya yang masih dalam keadaan linglung, ia bahkan belum sadar semua hal yang sekarang terjadi di sekitarnya hanya mengikuti Arya dengan pandangan tertegun.


...****************...


Haris yang berada di tempat pengambilan barang segera memerintahkan bawahannya untuk mengevakuasi semua orang setelah melihat ada yang salah, ia mengutuk orang yang membuat kekacauan di dalam hatinya ribuan kali.


Haris mencemaskan Leiya tapi dengan orang itu disisinya maka dia pasti baik-baik saja, jika terjadi apapun padanya bagaimana dia bisa menjelaskan pada bocah tengil itu!


Semua orang panik dan segera berlari keluar karena takut bangunan ini dibom dan akan runtuh, meskipun Haris sudah memberitahu bahwa tidak ada bom. Tetap saja keselamatan tidak bisa dipertaruhkan.


***

__ADS_1


Paman Sam yang juga keluar bersama pengawalnya dengan topeng melihat Arya dan Leiya. Ia menatap Leiya dengan dalam dan tidak percaya, ia segera menyangkal dalam dirinya. Dia sudah mati, tidak mungkin akan ada lagi.


Setelah menenangkan diri, ia berjalan dengan acuh bersama pengawalnya.


__ADS_2