Ibuku Tidak Ingin Menikah

Ibuku Tidak Ingin Menikah
Bab 63. Mirip


__ADS_3

" Selesai, ayo pulang" kata Leiya menatap hasil balutannya dengan puas. Ia juga mengobati luka-luka Arya ditempat lain tidak hanya di lengannya.


Melihat Arya yang terlihat seperti baju dengan banyak tambalan, Leiya diam-diam tertawa kecil dihatinya.


Arya masih diam tidak beranjak dari tempat duduknya yang membuat Leiya bingung.


" Apakah kamu akan membiarkan aku pergi dengan bertelanjang dada? Bagaimana jika ada yang melecehkanku seperti wanita gila itu" ucap Arya menatap Leiya dengan raut ketakutan yang dibuat-buat.


" Kamu punya banyak bawahan, ambillah baju dari mereka. Lagipula tidak banyak wanita di sini, kamu terlalu narsis" kata Leiya menatap jengah dengan tingkah Arya yang kekanak-kanakan.


" Tapi bajuku adalah setelan khusus, bagaimana aku bisa memakai pakaian mereka. Tidak steril, bahan pakaiannya membuatku gatal" keluh Arya menatap kemejanya yang robek dengan sedih


Leiya geram ingin rasanya memukul orang ini, sungguh tuan muda yang manja.


" Kalau begitu pakai saja kemeja robekmu itu, cepatlah kau tidak lihat anakku sangat lelah?" kata Leiya ketus berjalan meninggalkan Arya dengan Laskar dalam gendongan.


Arya terkekeh pelan yang membuatnya meringis merasakan sakit di sudut mulutnya.


Ia berjalan di belakang Leiya mengikuti masuk ke dalam helikopter dengan kemejanya yang robek.


Para bawahan Arya tidak bisa menahan tawa melihat bos mereka dalam keadaan kacau, Arya menatap mereka dengan tajam yang membuat bawahannya segera menundukkan kepala tidak berani melihat lagi.


Laskar tetap diam sepanjang jalan, menatap Arya dengan seksama lalu tertidur.


" Ay, aku tidak tahu kenapa paman melihatmu menjadi begitu kehilangan akal. Tapi sepertinya kamu mirip dengan almarhumah bibiku yang membuat paman tertegun" ucap Arya memecah kesunyian karena Leiya yang tidak mau berbicara dengannya.


" Ada banyak orang mirip di dunia ini, jangan berspekulasi yang tidak-tidak. Lagipula aku juga kesal dengannya, walaupun dia pria yang menyedihkan tapi dia juga menyebabkan Laskar berpisah dariku. Tidak mungkin aku memaafkannya hanya karena hal-hal konyol yang tidak berhubungan denganku" kaya Leiya tidak peduli


" Yah kamu benar, tapi dia bukannya tidak baik. Walaupun dia selalu melawanku tapi tidak pernah membuatku dalam bahaya. Apalagi dengan Laskar pasti dia tidak akan memperlakukannya dengan buruk"


Leiya mendengus mendengar perkataan Arya


" Ya dia pamanmu kamu bisa mengatakan semua hal-hal baik tentangnya, tapi dia hanya orang asing bagiku dan Laskar. Walaupun dia memberi Laskar mainan se dunia pun, dia tetap salah dengan mengambilnya tanpa ijin" kata Leiya kesal, ia menghadap ke luar jendela mengabaikan Arya yang masih menatapnya

__ADS_1


" Oh aku lupa, tadi Bai ikut denganku. Kenapa dia menghilang?" kata Leiya menepuk dahinya tiba-tiba terpikir kalau sejak di persimpangan saat Leiya melihat Arya ia tidak memperhatikan kalau mereka mengambil jalan yang berbeda.


" Tenang saja, ada banyak bawahanku di sana. Dia tidak akan kenapa-kenapa" kata Arya dengan ringan.


" Baguslah"


Leiya tertidur setelah beberapa saat, ia juga tidak tidur dengan nyenyak. Sekarang dengan Laskar di sampingnya, Leiya merasa lega. Ia terus menggenggam tangan Laskar.


Arya menatap kedua ibu dan anak dengan puas, rasanya hidup seperti ini saja sudah bagus.


Ia ikut memejamkan mata setelah mengusap kepala Laskar dengan lembut.


Setelah perjalanan yang panjang, akhirnya mereka sampai di ibukota.


Arya bangun karena suara helikopter yang mendarat, ia segera membangunkan Leiya untuk masuk ke dalam.


Leiya yang masih setengah sadar reflek mau menggendong Laskar tapi dihentikan oleh Arya


" Biarkan pengawal menggendongnya, kamu turun dan istirahat di kamar" kata Arya menarik tangan Leiya dari Laskar.


Arya tidak menghentikannya, ia mengikuti Leiya dengan seksama. Ia tahu kalau Leiya pasti masih trauma kalau Laskar tiba-tiba menghilang lagi jadi Arya hanya bisa mengikuti tanpa daya.


......................


Haris yang sudah selesai dengan tugasnya kini meregangkan tubuhnya dengan malas, melihat lautan luas di depannya ia duduk di pinggir pantai untuk menonton pertunjukkan yang bagus.


" Kau ingat?" tanya Raya menatap Bai dengan mata penuh harap


" Tidak" jawab Bai yang membuat Raya kecewa


" Tidak mungkin untuk melupakanmu ikan kecil" kata Bai tersenyum mencolek hidung Raya


Mendengar ucapan Bai, Raya segera mengangkat kepalanya dengan gembira, ia memeluk Bai dengan erat.

__ADS_1


" Kenapa begitu lama hanya untuk mengingatku, aku sudah mengingat sendirian selama ini. Pokoknya kamu harus memberiku kompensasi" ujar Raya terisak di dada Bai, ia memeluk erat orang yang selama ini ia rindukan.


Untung saja penantiannya tidak sia-sia


" Baiklah, akan aku berikan apapun yang kamu inginkan. Katakan apakah ikan kecilku ingin rumput laut segar?" tanya Bai tertawa


" Jahat! Aku tidak akan memakan rumput laut lagi, tidak enak! Belikan aku seafood itu" rajuk Raya karena diledek oleh Bai


Bai tersenyum mengusap kepala Raya


" Baiklah ayo"


Mereka berdua pernah ada di pulau ini, saat itu Bai dikirim ke sini oleh ayah angkatnya untuk berlatih beladiri dan Raya hanyalah kecelakaan mereka saling kenal.


Raya dibawa oleh gurunya Paman Sam saat berusia sepuluh tahun, dia selalu menangis yang membuat semua orang pusing.


Akhirnya gurunya menyerahkan Raya padanya untuk diurus, karena wajahnya yang putih seperti wanita saat itu. Raya selalu memanggilnya putih kecil.


Bai tentu marah tapi malah membuat Raya semakin mengolok-oloknya dengan senang


Saat Bai berlatih di dekat pantai bersama guru, Raya tiba-tiba lari ke pantai yang ombaknya waktu itu sedang besar, membuat dirinya dan guru ketakutan.


Untung saja Raya tidak apa-apa, ia dengan bodoh hanya mengejar kepiting yang sudah bersembunyi di dalam pasir mengira kepiting itu terbawa arus, ia juga memakan rumput yang ada di pantai membuat Bai tertawa mengejeknya.


Melihat tingkah Raya yang nakal, paman Sam tidak tahan ingin segera memulangkannya. Tapi ia bersikeras untuk bersama Bai, jadi Paman Sam membiarkan mereka bermain selama sebulan.


Setelah itu atas desakan ayah paman Sam dan keluarga Arya, Raya dikirim kembali ke rumah saat ia tertidur.


Bai juga tahu Raya harus pergi, diam-diam ia mengalungkan sebuah kalung sederhana yang ia buat sendiri dengan bahan yang ditemukan dipantai, memberikannya pada Raya dan berjanji akan bertemu lagi saat dewasa.


Bai pulang ke rumah setelah satu tahun pelatihan, dalam perjalanan pulang Bai bertemu rombongan geng narkoba yang sedang transaksi.


Karena baku hantam anak buah paman Sam dan bandar narkoba itu, Bai terantuk batu dan kehilangan kesadaran, ia terbangun di rumah sakit dengan ayah angkatnya disisinya tapi ia kehilangan ingatan dalam setahun terakhir itu.

__ADS_1


ia selalu merasa harus menemukan seseorang, saat ia masuk ke kasino milik ayah angkatnya. Ia diam-diam menyelidiki bawahan gurunya Sam.


Bai mengira mereka mengambil sesuatu yang sangat penting darinya.


__ADS_2