
^Tidak apa-apa hanya masuk angin biasa, aku mau tidur nih jangan chat lagi. Dah^
Melihat balasan dari Leiya, Bai tersenyum kecil membalas ^oke semoga cepat sembuh^ dan menyimpan lagi teleponnya.
Melihat waktu sudah larut, Bai mengambil kunci mobilnya beranjak pulang ke rumah. Bai masuk ke mobil dan mulai mengemudi.
Setelah sampai di rumah Bai mengeluarkan sebuah kotak di laci ruang kerjanya, melihat barang-barang di dalam kotak itu sebentar dan menyimpannya lagi.
......................
"Bangun aya, ini makan bubur dulu"
Leiya merasa sangat berat untuk membuka matanya, ia berguling ke sisi lain untuk lanjut tidur. Sayangnya Bibi Wen terus membangunkannya, Leiya membuka matanya dengan enggan.
" hmm bibi aku mengantuk, besok saja makannya ya" mohon Leiya dan mulai merebahkan diri lagi yang ditangkap oleh Bibi Wen
" makanlah sebentar, bibi suapin"
Setelah selesai makan, Leiya melanjutkan tidurnya lagi.
" dasar anak ini" ujar Bibi Wen menggelengkan kepalanya.
Keesokan harinya Leiya bangun dan meregangkan tubuhnya dengan malas dan bergegas mandi.
Bibi Wen mengetuk pintu kamar Leiya
" aya apakah kamu sudah bangun? bibi bawakan sarapan, kamu harus minum obat nanti"
Leiya yang sedang mandi sambil bersenandung tidak mendengar panggilan dari Bibi Wen, akhirnya Bibi Wen masuk ke kamar karena khawatir Leiya akan sakit lagi atau badannya panas. Mendengar suara air di kamar mandi, Bibi Wen meletakkan sarapan dan obat yang dibawanya dimeja.
Leiya merasa segar dan tidak ada tanda-tanda sakit lagi, mungkin kemarin hanya salah makan. Melihat sarapan dan obat yang ada dimeja, Leiya merasa sangat bersyukur karena setiap dirinya mengalami kesulitan selalu ada Bibi Wen yang menjaga dirinya.
Melihat Leiya keluar dari kamar membawa nampan kosong Bibi Wen mengangguk senang karena Leiya menghabiskan sarapannya.
"Mau berolahraga? Apakah kamu sudah sehat?"
" sepertinya aku tidak sakit bi, lihat badanku sangat kuat" kata Leiya memamerkan otot lengannya yang kecil
__ADS_1
" tetap saja kamu harus istirahat, jangan berolahraga hari ini. Kita lihat dulu kondisimu, apakah benar-benar sehat" perintah Bibi Wen
Melihat Bibi Wen yang sudah membuat keputusan dengan tegas, Leiya hanya bisa mengangguk menyetujui.
" Baiklah bi aku tidak akan kemana-mana, aku akan menggambar di halaman depan"
" anak baik ya sudah sana nanti bibi bawakan camilan"
" muach..sayang bibi banyak-banyak" kata Leiya senang mencium pipi Bibi Wen dan lari ke depan.
...****************...
dentang...
" Anak tidak berguna! Sudah aku bilang jangan selalu memprovokasi orang lain, lihat sekarang. Kerjasama perusahaan jadi dibatalkan" marah seorang pria paruh baya sambil melemparkan cangkir teh ke pemuda di depannya.
Dio menghindar ke samping sambil melihat ayahnya dengan kesal
" ayah itu bukan salahku, siapa yang tahu kalau tuan arya sangat menghargainya bahkan menentang Miyan Group untuk bocah tengik itu"
Melihat anaknya yang tidak tahu diri Tuan Pras merasa sangat marah hingga ingin mencekiknya.
" Baltic itu bukan sembarang orang, dia anak dari keluarga berpengaruh di ibukota. Jangan datang menyusahkannya lagi jika kamu ingin tetap jadi tuan muda Miyan Group, kalau kamu ingin menjadi penerusku belajarlah dari Gio. Jangan hanya tahu membuat masalah saja. Keluar sekarang, satu bulan ini tetaplah di rumah jangan berpikir untuk keluar rumah"
" mengerti ayah"
Dio meremas tangannya dengan erat mendengar ucapan sang ayah dan berbalik pergi.
......................
Melihat makaron yang disediakan Bibi Wen, Leiya merasa tidak ingin memakannya hari ini. Ia memutuskan untuk pergi ke rumah Sime dan memberikan kepadanya, ya walaupun kak Diya sedang pergi, pasti anaknya ada di rumah. Kebiasaan ibu yang tidak bertanggung jawab.
Sime yang sedang bermain lego di teras rumahnya bersama pengasuhnya merasa sedikit bosan dan melihat sekeliling untuk mencari mainan baru tapi malah melihat kakak Leiya di depan rumahnya, Sime sangat bersemangat dan berlari menghampiri Leiya.
"Kak! Aku sangat merindukanmu, bagaimana kakak sampai ke sini, biasanya kakak tidak mau kalau diajak pergi. Tumben sekali" kata Sime sambil memeluk Leiya.
" Waah apa itu kak, makaron ya. Aku mau kak!" ujar Sime semangat saat melihat kotak makan ditangan Leiya.
__ADS_1
Leiya mendorong pelan Sime yang menempel padanya dan mengetuk ringan dahinya
" Dasar rakus kecil, tahu saja kalau aku membawa makanan. Ini untukmu, aku sedang berbaik hati hari ini jadi tidak perlu membayar"
Sime tersenyum senang dan menarik Leiya untuk duduk bersama
" Aku makan ya kak, bener kakak tidak mau nih?" kata Sime membuka kotak makan dan mulai makan.
"Tidak, aku bisa makan sepuasnya di rumah. Kamu habiskan saja itu karena belum tentu besok aku masih berbaik hati untuk memberimu sekotak lagi" kata Leiya yang sedang tertarik memainkan lego milik Sime.
"Baiklah jangan menyesal!"
Pengasuh Sime kembali ke dalam untuk mengambil air minum untuk tuan mudanya.
......................
Di dalam hotel bintang lima, perjamuan pertunangan Long sedang dilaksanakan. Keluarga Long termasuk keluarga yang memiliki pengaruh di kota Y ( tempat Leiya dibesarkan) yang masih setara dengan keluarga Ning, tapi tidak bisa dibandingkan karena keluarga Long adalah keluarga kaya baru, sedangkan keluarga Ning berpengaruh sudah bertahun-tahun yang lalu.
" Terimakasih untuk para tamu undangan yang sudah menyempatkan waktunya untuk hadir dalam perjamuan pertunangan anak kami yang telah dilaksanakan dengan lancar, sekarang selamat menikmati hidangannya" kata ayah Long sopan dan mengundurkan diri dari panggung yang langsung dikelilingi orang-orang yang ingin berbisnis dengan keluarga Long.
" Maaf aku datang terlambat, ada rapat dadakan di perusahaan tadi. Ini hadiah dariku, semoga suka" ucap Arya kepada Long sambil menyodorkan lengan yang memegang hadiah.
" Terimakasih, aku tahu bos besar sepertimu pasti sibuk. Aku sangat berterima kasih kamu mau datang memberiku wajah" kata Long memaklumi
"Perkenalkan ini tunangan saya Rani, Rani ini Arya temanku" ujar Long memperkenalkan mereka. Rani dan Arya berjabat tangan dan tersenyum sopan.
" Tuan ini hadiah dari nona Leiya" ujar seorang pelayan memberi kotak ekspres kepada Long
" oh akhirnya dia memberikan juga hadiahnya, aku kira bakal ditunda beberapa hari karena telah membuatnya kesal" kata Long dan memberikan hadiah itu kepada Rani
" Oh Leiya temanmu itu tidak datang?" tanya Arya melirik hadiah itu.
" yah dia sekarang mungkin sedang berlibur ke negara lain untuk bersenang-senang, wajar saja sudah terlalu banyak kejadian yang dialaminya yang mungkin membuat syok"
" aku turut prihatin, kalau begitu aku pamit Long. masih ada temu janji penting hari ini" pamit Arya karena tidak menemukan apa yang ia cari.
" Baiklah aku tidak akan mengganggumu tuan sibuk, terimakasih telah datang" kata Long menjabat tangan Arya yang langsung pergi tergesa-gesa.
__ADS_1
" Dia terlalu dingin bahkan sibuk sampai lupa makan, kamu tidak boleh seperti itu. Aku akan memastikan kamu makan tiga kali sehari" ucap Rani merangkul lengan tunangannya itu.
" Baiklah aku mendengarkanmu baby, kamu yang paling menyayangi aku" balas Long mengecup ringan dahinya.