Ibuku Tidak Ingin Menikah

Ibuku Tidak Ingin Menikah
Bab 36. Pesta amal 1


__ADS_3

" Pakailah dengan patuh" bisik Arya di telinga Leiya


" Oh dear, kamu sudah datang. Apakah ini pasanganmu, aku tidak tahu kalau kamu sudah berkencan di belakangku dear. Hatiku sakit" kata Haris dengan tatapan melotot ke arah Arya dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Leiya


Leiya yang akan menyalami temannya itu sudah didahului oleh Arya yang dengan kuat memegang tangan Haris.


" Yah kamu hanya pelanggannya, bagaimana bisa Aya menceritakan privasinya pada orang asing" kata Arya dengan wajah sombongnya


Leiya yang jengah dengan tingkah Arya menginjak sepatunya yang membuat muka Arya tidak wajar.


" Kamu terlalu berlebihan, tolong jaga dirimu sendiri. Jangan mencampuri urusanku" kata Leiya lalu dengan tegas pergi bersama Haris masuk ke dalam.


Haris tersenyum penuh kemenangan melihat ke arah Arya, ia melangkah ke dalam dengan langkah gembira.


Arya yang ditinggal memiliki ekspresi sedih, tapi Leiya tidak melihat ke belakang lagi yang membuat Arya mengikutinya dengan cepat. Bagaimana bisa dia membiarkan Leiya berduaan dengan bajingan itu.


" Lihat bukankah aku melakukannya dengan baik. Itu gaunmu ada di sana, hei aku iri sekali bagaimana kamu bisa melelang gaun itu. Aku bisa membelinya dengan harga yang mahal" keluh Haris melihat gaun cantik itu, yang dulu saat Haris memintanya tapi Leiya tidak memberikannya.


" Bukankah kamu juga bisa menawar nanti" kaya Leiya memutar matanya.


Haris membawa Leiya ke dalam sebuah kotak VVIP yang berada di atas, ia bisa melihat pelelangan di bawah dengan sangat jelas dan juga bisa menawar dengan memencet bel yang ada di meja.


Ada dua sofa panjang dan di tengahnya terdapat meja panjang yang terdapat makanan dan minuman.


Haris meninggalkan Leiya di sana, ia sebagai tuan rumah memiliki banyak hal yang harus dilakukan, sebelum meninggalkan ruangan Haris menatap Arya dengan tatapan melihat idiot yang diabaikan oleh Arya sepenuhnya.


......................


Di lantai bawah, para undangan sudah berdatangan. Berbagai tokoh berpengaruh hadir dengan berpasangan ada juga yang membawa keluarganya.


" Keluarga kita ada di ruang VIP nomor 006, ayo kita ke sana" ajak Dio pada istrinya dan ayahnya, keluarga Ning juga mengikuti.


" Jangan lupa menantu, nanti carilah Anti dan berteman dengannya. Kudengar dia ada di lantai atas kamar 004" kata tuan Pras

__ADS_1


" Jangan khawatir ayah, aku akan bertemu dengannya nanti" kata Yami dengan yakin, ia dengan percaya diri pasti Anti akan mau bertemu dengannya. Seorang lulusan Akademi Flower Star yang memenangkan juara dalam kompetisi bakat tiga tahun berturut-turut, dengan bakatnya pasti Anti mau mengajaknya sebagai tim desainnya.


Tuan Pras hanya mengangguk mendengarnya dan mereka berjalan menuju ruangan, tapi Tuan Pras melihat seorang pria duduk di kursi roda ada di seberangnya, ia sepertinya mau naik lift ke lantai atas.


Tuan Pras mengira itu adalah anak haramnya yang cacat itu karena mereka sama-sama menggunakan kursi roda dan perawakannya persis sama, tapi melihat kursi roda itu yang sangat canggih dan topengnya yang terlihat sangat mahal.


Tuan Pras menggelengkan kepalanya tidak percaya, bagaimana mungkin anak itu bisa ke sini. Apalagi sampai ke lantai atas, sangat tidak mungkin.


" Ayah ada apa, kenapa tidak masuk?" tanya Dio yang melihat ayahnya hanya berdiri dengan linglung.


" Oh.. Ayo masuk" katanya setelah sadar dan masuk ke ruangan.


Gio yang dipikirkan tuan Pras tadi memang sekarang berada di lift, ia tersenyum mengejek ketika melihat ayah baiknya itu menatapnya lama.


Gio segera masuk ke ruangannya sendiri nomor 005, ia tahu kalau keluarganya mengincar gelang giok dari keluarga Yu yang akan dilelang. Gelang itu adalah gelang yang langka, memiliki batu giok berwarna hijau sebagai hiasan di setiap jarak tiga sentimeter.


Batu giok itu memiliki warna hijau yang merata disebut dengan “Imperial Jade” dan dianggap sebagai batu giok dengan kualitas paling tinggi.


......................


Di ruangan 004, Arya dengan rajin mengupas apel untuk Leiya dan memotongnya menjadi potongan-potongan kecil.


" Aya, jika ada yang kamu suka maka belilah. Aku akan membayarnya" kata Arya dengan kepala menunduk mengupas jeruk setelah mengupas apel.


Leiya dengan senang hati memakannya, ia menatap daftar barang-barang lelang dengan tidak tertarik.


" Yah aku tidak terlalu suka perhiasan, lihat mereka terlalu besar. Jika bukan karena Haris memintaku datang, aku tidak akan datang. Lebih baik tidur di rumah" kata Leiya menguap dan menutupi mulutnya dengan daftar lelang itu.


Arya menatap tangan Leiya, yah bukan perhiasannya yang besar tapi tangannya yang terlalu kecil. Setelah lelang, dia bisa membuatkan perhiasan khusus untuk Leiya dengan ukuran yang pas. Pikir Arya dan mengangguk setuju dengan idenya.


" Jika kamu ingin tidur maka tidurlah, siapa yang berani mengganggumu akan aku pukul dia" kata Arya menatap wajah Leiya dengan serius


Leiya yang sedang memakan apel segera tersedak

__ADS_1


" Apakah ini rumahmu, jangan sembarangan memukul orang. Apakah kamu ingin pergi ke kantor polisi" ucap Leiya menatap Arya dengan tidak setuju


" Kamu lupa, ini ada di ibukota. Tentu saja ibukota adalah rumahku, siapa yang berani memasukkan tuan muda ini ke kantor polisi. Mencari kematiannya sendiri" kata Arya dengan tenang menyuapi mulut Leiya yang terbuka menjadi huruf O.


" Yah aku sungguh lupa kamu adalah Presiden Perusahaan Altic, jika ada yang menyinggungmu maka dia bisa saja bangkrut" kata Leiya mengunyah makanan dimulutnya.


Lalu bagaimana nasibnya sendiri yang menyinggung bos ini bahkan membawa anaknya kabur? Nasib kecilnya sungguh sial, jadi apakah dia harus menghindar atau memeluk pahanya dengan erat?


Arya yang melihat Leiya menatapnya dengan bingung pun tertawa, ia melepas sarung tangannya dan mencubit pipi Leiya dengan gemas.


" Apa yang kamu pikirkan? Aku tidak akan melukai orang dengan sembarangan, bagaimana aku bisa begitu kejam? Dan kamu adalah satu-satunya yang tidak akan pernah aku sakiti, jadi tolong jangan meragukan ketulusanku" kata Arya dengan senyum.


Leiya menatap Arya dengan tatapan kosong


" Bagaimana kamu tahu apa yang aku pikirkan?" tanya Leiya dengan tatapan polosnya


" Tentu saja aku tahu, semua pikiranmu tertulis diwajahmu. Kamu tidak pandai menyembunyikannya" kata Arya tertawa kecil melihat tingkah bodoh Leiya yang menggemaskan, ia melanjutkan aksinya memberi makan tupai kecilnya ini.


Leiya tersipu, apakah begitu jelas?


" aku bisa makan sendiri, kamu makan milikmu" kata Leiya merebut mangkok buahnya dari Arya


"Jangan terlalu bamyak makan buah berair seperti itu nanti kamu tidak tahan dan ke wc terus" pengingat Arya


Leiya yang mendengarnya segera meletakkan mangkok buahnya dimeja dan memelototi Arya dengan tidak senang


" Bukankah ini salahmu! Maka jangan terlalu banyak mengupas buahnya, aku tidak akan bisa menghabiskan"


" Lalu kamu bisa memberikannya padaku, apa masalahnya" kata Arya dengan cepat mengambil mangkok dan memakan buahnya.


Tentu saja itu masalah, itu adalah buah sisa makanannya. Bagaimana bisa Leiya berani melihat presiden yang bermartabat akan memakan buah sisa miliknya!


" Sudahlah, lihat lelang akan segera dimulai" kata Leiya mengalihkan topik dan melihat ke bawah, ia tidak berani melihat ke sampingnya. Presiden yang sedang makan buah sisa milik karyawannya. Jika para kaeyawan Perusahaan Altic tahu, mungkin mereka akan mencekiknya karena iri.

__ADS_1


__ADS_2