Ibuku Tidak Ingin Menikah

Ibuku Tidak Ingin Menikah
Bab 44. Ayah?


__ADS_3

" Bagaimana ini bisa berhasil" kata Leiya tidak setuju


" Ayo kita istirahat dulu nanti cari wahana lain yang lebih ringan"


" Aku akan membeli permen kapas, kalian tunggu di sini" ucap Leiya segera menghampiri penjual permen kapas.


Laskar menatap ayah murahannya ini dengan kasihan


" Ada apa, jangan menatapku seperti itu. Tidak semua orang tahan dengan wahana seperti itu oke" kata Arya tidak senang karena diremehkan oleh putranya sendiri.


" ya aku tidak akan mengejekmu"


" kenapa kamu tidak memanggilku ayah? Sangat tidak sopan" keluh Arya melihat tingkah anaknya yang tidak memperdulikan martabatnya sebagai ayah.


" Kamu tidak layak" kata Laskar memalingkan muka dengan acuh.


Mendengar kata-kata Laskar, Arya merasa tertusuk dihatinya, tapi memang omongan Laskar benar. Dia bahkan belum memperhatikan putranya ini dengan baik, apalagi pertumbuhannya selama lima tahun ini dia tidak ada di sisinya.


" Aku...."


" Permen kapas sudah datang, maaf menunggu lama. Tadi lumayan antri" kata Leiya dengan ekspresi meminta maaf lalu menyerahkan permen kapas satu orang satu.


" Makanlah, itu bisa melegakkan rasa mual dan pusingmu" kata Leiya pada Arya


Arya yang masih tertegun segera mengangguk dan memakannya.


Leiya melihat kedua ayah dan anak ini dengan bingung, seperti ada perbedaan saat sebelum dia pergi.


" Apakah kalian bertengkar?"


Leiya melihat wajah Laskar yang tidak mau menengok ke Arya dengan mulut cemberut dan menduga mereka pasti bertengkar.


Melihat mereka yang hanya diam dengan suasana hening, Leiya mengangkat bahu tidak berdaya dan mengajak mereka bermain lagi.


" Ayo kita masuk ke sana saja" ajak Leiya menggendong Laskar dengan kedua tangan berjalan menuju Kalila Adventure.


Arya segera bangkit dan mengambil Laskar dari tangan Leiya.


" biar aku saja" Leiya mengangguk dan berjalan ke depan.


Tubuh Laskar kaku, ia yang tidak pernah digendong ayahnya sekarang merasa canggung mau meletakkan tangannya dimana,

__ADS_1


Perlahan kedua tangannya melingkari leher Arya dengan hati-hati memeluknya, pelukan ayah sangat berbeda dengan bubu.


Pelukan bubu sangat lembut berbeda dengan ayahnya yang memiliki pelukan dengan ketinggian lebih dan ada rasa aman yang meresap, Laskar perlahan santay.


Ini juga pertama kalinya Arya menggendong putranya, merasakan tangan Laskar yang menggenggam erat. Arya dengan mantap berjalan mengikuti Leiya.


......................


" Sampai kapan kamu terus membuat ulah! Lihatlah perusahaan sekarang, apakah kamu akan membiarkan keluarga kita menurun di tanganku" kata Tuan Kanda menatap anak di depannya dengan tidak berdaya


" Ayah sudah aku bilang, sebelum aku bisa membalas kematian istriku aku tidak akan tenang. Dan bagaimana bisa kamu menjual kalung istriku! Kamu tahu kalung itu sangat berharga bagiku" kata Paman Sam yang memiliki nama panjang Samuel berkata dengan tidak puas pada ayah yang duduk di depannya.


Tuan Kanda menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya


" Sudah berapa tahun? Apa yang kamu hasilkan? Aku sudah mentolerirmu selama ini, hari ini jangan pernah keluar dari sini. Tinggallah di rumah"


Tuan Kanda membuat keputusan dengan bulat, ia telah mentolerir semua tindakan buruk putranya sejak lama. Sudah waktunya untuk bersikap tegas.


" Ayah bagaimana kamu bisa seperti ini! Olivia juga menantumu, bagaimana kamu bisa berdarah dingin seperti ini" kata Samuel dengan keras, Ia menatap ayahnya dengan kebencian.


" Nak kejadian hari itu bukan salah keluarga Arya, aku sudah memperingatimu. Ini hanyalah kecelakaan, kenapa kamu selalu membuat roh Olivia tidak tenang di surga dengan perilaku gilamu" kata Tuan Kanda dengan kecewa dan memutar kursinya membelakangi Samuel.


" Lalu apa, kenapa kamu tidak pernah memberitahuku kejadian sebenarnya hari itu ayah! Kenapa! Dia istriku! Sebagai suaminya bagaimana kamu menyembunyikan semuanya dariku ayah? Kenapa ayah, kenapa?"


" David kirim tuan tertua ke kamarnya jangan biarkan dia keluar dari rumah ini" perintah Tuan Kanda


" Baik tuan"


David segera menghampiri Samuel dan menarik tangannya yang segera ditepis olehnya.


Samuel menatap ayahnya dengan kecewa, ia masih tetap memilih bungkam bahkan sampai sekarang daripada memberitahunya.


" Aku bisa pergi sendiri" kata Samuel dengan dingin bangkit dari tempat duduknya dan berjalan tanpa melihat ayahnya.


Keluarga Kanda adalah keluarga bangsawan di negara K, sekarang Samuel ditahan oleh ayahnya di sini dan tidak bisa pergi lagi ke Negara Bintang.


" Lanjutkan sesuai rencana, tunggu kabar dariku" perintah Samuel pada orang di telepon.


Ia melihat ke luar jendela yang dikelilingi tumbuhan dengan mata gelap


Apakah menurut orang tua itu pagar sepele seperti ini bisa menahannya, Samuel mencibir dengan langkah orang tua itu.

__ADS_1


Kita tunggu kabar baik dari keponakannya itu segera ia akan melakukan rencananya dengan baik dan memaksa orang tua itu membuka mulutnya.


......................


"Apakah hari ini kamu bersenang-senang?" tanya Leiya pada Laskar yang mengantuk di pangkuannya


" Senang, karena bubu senang Laskar juga ikut senang" jawab Laskar dengan suara tidak jelas karena berbicara dengan mengantuk.


" Tidurlah kita akan segera sampai"


Leiya mengelus rambut putranya dan menatapnya dengan lembut.


Hais kenapa anaknya begitu menggemaskan bahkan saat tidur.


Setelah sampai di rumah, Arya mengambil alih Laskar dan menggendongnya ke kamarnya serta menutupinya dengan selimut tipis.


Leiya mengikuti dengan ringan, melihat Laskar masih tertidur saat diletakkan di kasur. Leiya berbalik pergi.


" Tunggu Aya, ayo ikut denganku" kata Arya menarik tangan Leiya ke bawah ke ruang kerjanya.


" Ada apa" tanya Leiya memandang Arya dengan tatapan bertanya.


Arya mendekati Leiya yang membuatnya mundur ketakutan.


" Aya, aku tidak bisa menunggu lagi. Katakan apa yang kamu inginkan agar kamu bisa mempercayaiku sepenuhnya" bisik Arya di telinga Leiya dengan suara serak yang membuat telinga Leiya geli.


" kamu duduklah dengan benar, baru kita bicarakan" kata Leiya mendorong Arya dengan kuat tapi kekuatannya hanya seperti menggelitik bagi Arya.


Arya menatap mata Leiya dengan dalam, melihat wanita yang dicintai ada di depannya bagaimana dia bisa tahan, ia mencubit dagu Leiya dan mencium bibirnya dengan paksa.


Leiya kaget dan segera memberontak memukul dada Arya tapi tidak berhasil, ia akhirnya hanya bisa menerima ciuman Arya dengan pasif dan memukul Arya dengan marah.


Setelah mereka kehabisan napas, Arya dengan enggan melepaskan Leiya dengan napas terengah-engah.


" Bajingan!" Leiya dengan marah mendorong Arya sampai ia terhuyung kebelakang.


" Jika mau bicara maka bicaralah dengan baik!" kata Leiya kesal merasakan bibirnya yang bengkak.


Leiya menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri lalu duduk di sofa.


Arya menatap Leiya dengan muka sedih seperti anak yang ditinggalkan.

__ADS_1


" Apakah kamu tahu kenapa aku melahirkan Laskar meski aku tahu mungkin saja kelahirannya adalah sesuatu yang orang lain rencanakan untukku?" kata Leiya dengan tenang berbicara mengenai hal-hal lima tahun lalu.


__ADS_2