Ibuku Tidak Ingin Menikah

Ibuku Tidak Ingin Menikah
Bab 40. Nona Ru


__ADS_3

" Aning cepat bangun ayo makan" kata Laskar mengguncang tubuh Aning yang tidur seperti kerbau.


" Bibi, Aning tidak mau bangun" keluh Laskar pada Rani yang masuk ke kamar dengan cemberut karena Aning yang memberinya pantat.


Rani tertawa melihat ekspresi Laskar yang menggemaskan


" Kamu ke meja makan dulu sana, biar Aning bibi yang tangani"


Laskar setuju segera keluar dari kamar menuju ruang makan, di sana sudah ada paman Long yang duduk sambil menelpon. Laskar duduk di sebelah kiri pamannya menunggu bibi Rani dan Aning keluar.


Aning yang mendengar suara ibunya itu membuka matanya dengan mengantuk.


" Bu aku belum lapar, aku tidur dulu ya nanti saja makannya" ucap Aning yang melanjutkan menutup matanya


Rani segera menggendong Aning dan membasuh mukanya


" Kamu perempuan kenapa malas sekali, bukankah kamu sudah berjanji akan mengajak Laskar berkeliling. Cepat sebelum hari gelap" kata Rani dan menurunkan anaknya yang sudah bangun sepenuhnya.


" Ya aku lupa! Ayo bu cepat"


Laskar yang melihat ibu dan anak sudah duduk dimeja segera mulai makan bersama mereka, Aning yang duduk di sebelahnya makan dengan mulut penuh.


" Kenapa kamu makan cepat sekali, seperti tidak pernah makan saja" ujar Laskar menghentikan tangan Aning yang mau menyendokkan makanan ke mulutnya yang sudah penuh.


Aning menepuk tangan Laskar untuk menyingkirkannya


" Memangnya kenapa, ini makananku bukan milikmu. Kenapa kamu menghentikanku makan" kata Aning dengan tatapan bodoh melihat Laskar dengan bingung.


Laskar melihat Aning yang bodoh dengan cemberut, bagaimana dia bahkan tidak tahu untuk tidak makan dengan tergesa-gesa.


" Makan saja perlahan" kata Laskar segera memalingkan muka dan memakan makanannya sendiri


Aning menatap ayahnya dengan tatapan bingung, apakah Laskar marah padanya?


" Apakah kamu ingin makan makananku?" tanya Aning ragu-ragu


" Kalau begitu ini untukmu" Aning menggeser mangkuknya ke sisi Laskar berharap dia tidak maarah lagi.


Long melihat wajah sedih putrinya dan segera memelototi Laskar

__ADS_1


" Hei tidak apa-apa sayang, Laskar sudah punya makanan sendiri, dia tidak menginginkan makananmu"


" Benarkah? Lalu kenapa Laskar marah padaku?" tanya Aning menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca.


" Beraninya dia marah padamu, makan saja makananmu. Jika dia berani membuat bayi ayah sedih ayah akan memukulnya" kata Long


Rani menggelengkan kepalanya dan mencubit lengan Long yang segera mengeluarkan suara kesakitan.


" Laskar tidak marah padamu sayang, dia hanya memberitahumu untuk tidak makan dengan terburu- buru agar tidak tersedak " jelas Rani pada putrinya.


" Jadi kamu tidak marah padaku?" tanya Aning melirik ke arah Laskar


" Bodoh, makan saja milikmu" kata Laskar dengan senyum terpaksa menatap Aning, bermain bersamanya membuat Laskar harus ekstra sabar. Semoga saja IQ nya tidak menurun karena sering bsrgaul dengannya.


" Oh baiklah, kamu cepat makan. Nanti aku ajak ke rumah Boby, dia punya banyak kucing yang sangat lucu"


" Hmm" jawab Laskar mengangguk tanpa mengangkat kepalanya.


......................


Bai sekarang baru pulang dari Bar Singu, salah satu mitra bisnis Bar Singu dalam kemitraan dengan pemasok makanan dan minuman terdapat beberapa hal yang harus diperbaiki dan terjadi beberapa perbedaan pendapat yang mengharuskannya untuk mengadakan rapat darurat.


Karena Baltic sedang pergi ke ibukota bersama Rifa, Bai harus menyelesaikan urusannya sendiri hari ini. Ia berjalan-jalan untuk melepas lelah di taman sebentar sebelum memutuskan untuk pulang.


Walaupun mukanya memakai masker, Bai bisa mengenalinya sekilas.


Raya juga melihat Bai, tapi sekarang dia tidak mempunyai waktu untuk berurusan dengannya. Raya berlari melewati Bai yang ia kira tidak akan mengenalinya dan masuk ke gang dekat apartemen.


Bai melihat ada satu kelompok yang mengejarnya, Bai segera mengikuti di belakang.


Raya yang telah menunggu kelompok itu segera tersenyum melihat kedatangan mereka.


" Yah kenapa kalian begitu lemah, ck bahkan tidak bisa mengejarku seorang gadis biasa" cibir Raya melihat orang-orang ini dengan merendahkan


" Nona kamu terlalu sombong, lihatlah bukankah kamu sudah terkepung. Cepat menyerah dan datang pada kami secara sukarela atau jangan salahkan kami karena memukul wanita" kata seorang pria yang diduga sebagai pemimpin.


" Ya kamu terlalu berani, bagaimana kamu mengacaukan tempat Yuge. Sekarang ikut kami kembali"


Raya mengangkat bahu pasrah

__ADS_1


" Maka mendekatlah ke sini dan tangkap aku" kata Raya menyodorkan kedua tangannya.


Bai yang bersembunyi mengerutkan dahinya, ia akan segera ke sana untuk menolong tapi saat melihat hal berikutnya ia malah dibuat tertegun oleh Raya


Mereka melangkah mendekati Raya dan tiba-tiba


Boom


Raya melemparkan bom mini di tengah-tengah mereka dan segera kabur memanjat.


" Sialan wanita ini melempar bom cabai, aduh mataku!" rutuk mereka berguling-guling di tanah dengan kesakitan.


Raya yang sudah kabur sekarang berjalan dengan santay melepaskan baju hitamnya dan membuang ke tempat pembakaran sampah di sampingnya.


" Huh puas aku! Yuge itu terlalu mesum, rasakan akibatnya berani bermain-main denganku" kata Raya senang dan berjalan perlahan, saat melihat ke depan. Raya tertegun melihat Bai di depannya dengan tangan disilangkan.


" Jadi kamu orangnya, Raya atau..Nona Ru" kata Bai menatap Raya dengan dalam.


Raya yang telah kehilangan rompinya segera kembali tenang, ia menatap Bai dengan tersenyum


" Tuan Bai apakah itu penting? Kamu bahkan sudah melihat sisi terendahku, jadi tidak masalah mengetahui satu lagi" kata Raya dengan sarkastik segera pergi dari hadapan Bai.


Bai menatap Raya di depannya dengan rumit, ia ingin menghentikannya tapi tidak bisa.


Nona Ru ini sangat terkenal di kalangan bawah sebagai ratu cabai, setiap dia membuat masalah dia akan meninggalkan bom cabai yang akan meledak setelah tiga detik dinyalakan.


Sudah banyak orang yang meniru gayanya tapi tidak bisa meniru ciri khasnya, bomnya sangat istimewa dan tidak meninggalkan bekas setelah diledakkan, ia menghilang seperti asap.


Raya yang melihat Bai berdiri diam hanya tersenyum mencela dan pergi dengan cepat menghilang.


......................


" Ayo cepat, kamu tidak terburu-buru tapi aku" kata Leiya menyeret Arya yang sibuk membereskan dokumennya


" Iya aku tahu, ayo masuk ke mobil" ucap Arya dengan tidak tergesa-gesa.


" Paman aku akan kembali ke kota Y, paman jaga kakekku jangan biarkan dia datang ke sana" kata Arya lalu pamit bersama Leiya masuk ke dalam mobil.


Paman butler hanya mengangguk tapi bagaimana dia bisa menghentikan rasa penasaran orang tua itu, mungkin sekarang dia sudah mengetahui informasi lengkap biodata nona Leiya.

__ADS_1


" Arya kamu sangat sibuk dengan urusan perusahaan kenapa membuang-buang waktu bersamaku, lebih baik kamu menyelesaikan urusanmu terlebih dahulu" kata Leiya yang melihat Arya selalu di ruang kerja.


" Tidak apa-apa, semuanya bisa aku atasi. Lagipula aku pria yang sangat tangguh. Tidak mungkin aku sakit, hanya lelah kecil. Jika bersamamu lelahku seketika menghilang" kata Arya menatap Leiya dengan dalam yang membuat Leiya langsung memalingkan mukanya.


__ADS_2