
Bai tertawa geli dan menuangkan air untuk mereka berdua.
" Tidak biasanya kamu mau ke sini, ada apa?"
" Aku ingin meminta bantuan kalian, tolong carikan sekolah untuk Laskar. Aku tidak tahu tk mana yang baik untuknya, kalian juga tahu kalau anakku luar biasa" ucap Leiya
" hmm kenapa tidak di sekolah putriku saja, ada kelas khusus untuk anak seperti Laskar. Sekolahnya juga bagus terakreditasi dan fasilitasnya lengkap" saran Long
" Kalau begitu aku akan mendaftarkannya di sana, kapan penerimaan peserta didik baru akan dimulai?"
"Kamu bisa mendaftarkannya bulan ini karena baru awal tahun pelajaran jadi Laskar tidak terlalu sulit untuk mengikuti pelajaran" jelas Long
Laskar yang sedang dibicarakan terdiam, melihat ibunya yang senang Laskar pasrah bersekolah. Ia tidak terlalu suka sekolah,apalagi harus bertemu orang yang tidak dikenal, Laskar tidak senang jika ada yang menyentuhnya kecuali bubunya dan nenek.
" Kalau begitu sudah beres, aku akan mendaftarkannya sekarang. Bisa lewat email kan"
"Tentu jaman sekarang apa yang tidak bisa, tapi kamu harus ke sana juga untuk melihat-lihat kalau lingkungannya mungkin tidak cocok bagimu" saran Bai
" yah besok aku ada waktu luang aku akan melihat-lihat dengan Laskar, bagaimana nak sudah siap sekolah? Mari kita ke mall untuk membeli peralatan sekolahmu, kamu mau tas warna apa? Biru atau kuning, oh kalau gambar beruang sepertinya lucu" pikir Leiya bersemangat untuk mendandani Laskar.
"Bu kamu bisa mendaftar dulu baru kita membeli peralatan sekolah" kata Laskar menghentikan ucapan Leiya
" Oh itu gampang, nanti sebelum tidur bubu akan mengirim resumenya, ayo cepat kita belanja" kata Leiya dengan semangat menarik Laskar untuk pergi.
" Mau aku antar?" tanya Baltic yang selama ini diam
" oh tidak perlu merepotkanmu, urusan kita belum selesai ya jangan bicara padaku" ketus Leiya membuang muka.
" Kalau begitu biar aku mengantarmu, sudah mau malam. Tidak aman untuk anakmu" ucap Bai
Leiya tidak menolaknya lagi.
......................
Sampainya di mall, Bai pergi membeli minuman di bawah, Leiya naik ke atas bersama Laskar.
Setelah memilih berbagai macam alat sekolah untuk Laskar, anak ini ingin buang air kecil. Akhirnya mereka ke toilet dulu, tapi toilet pria tentu Laskar tidak sampai. Tapi dia tidak mau menggunakan toilet wanita, Leiya kesal dengan anaknya ini, anak kecil rasa malu apa yang ada. Banyak anak yang masih mengompol dicelananya!
__ADS_1
Untung ada orang baik lewat, meskipun Laskar tidak mau bersama pria asing ini tapi lebih baik daripada menggunakan toilet wanita! Walaupun dia anak-anak tapi dia juga pria kecil, sangat tidak sopan menggunakan toilet perempuan.
Arya yang menemani adik perempuannya berbelanja merasa bosan, ia melihat-lihat sekitar dan tidak sengaja melihat Leiya berdiri di sebelah pintu toilet.
Arya menghampirinya meninggalkan adik perempuannya yang berisik.
" Hallo nona Anti, kita bertemu lagi. Sedang apa anda sendirian di sini"
Leiya terkejut melihat presiden ini menghampirinya seorang karyawan kecil.
" Oh hallo presiden, saya menunggu anak saya. Dia sedang di dalam" ucap Leiya menunjuk ke toilet.
" Oh ternyata bersama keluarga anda, saya tidak tahu kalau nona Anti sudah menikah begitu awal"
Leiya mendengar ucapan presiden Arya tahu kalau dia salah paham, Leiya akan menjelaskan tapi diinterupsi oleh suara lain.
" Kakak! kenapa kamu malah berduaan dengan wanita itu. Ayo beritahu aku apakah ini wanitamu, kenapa kamu menyembunyikannya ya" tanya wanita itu pada Arya yang menatapnya dengan melotot
"Hallo kakak ipar aku adiknya Arya namaku Raya, salam kenal. Kalau begitu aku tidak mengganggu kalian lagi, aku pergi dulu byebye" salam Raya setelah menjabat paksa tangan Leiya dan berlari kabur.
Leiya tercengang dengan tingkah laku wanita muda ini sampai belum sadar apa yang terjadi.
Leiya tersadar dan segera menggelengkan kepalanya
" Tidak apa-apa presiden, adikmu sangat imut"
Leiya merasa canggung karena presiden arya yang masih diam saja di depannya, kenapa ia tidak pergi-pergi? Menjengkelkan sekali.
Arya hanya ingin melihat seperti apa rupa suami Leiya ini, hanya penasaran. Tapi saat melihat adiknya menelfon karena susah membawa banyak belanjaannya, ia akhirnya pamit pergi.
Leiya menghela nafas lega melihatnya pergi, tanpa ia tahu. Laskar diam-diam melihat Leiya dan Arya di balik pintu keluar toilet.
" apakah aku mengganggu kencanmu kakak? Aku minta maaf, tapi kamu bisa melihatnya setiap hari bukan, sedangkan aku di kota Y ini hanya bermain sebentar, aku akan kembali ke ibukota. Jadi luangkanlah waktumu sedikit untuk adikmu yang paling cantik ini" goda Raya pada kakaknya.
Arya menepis tangan Raya yang menyodoknya
" dia bukan pacarku, jangan asal berbicara. Jika kamu terus membuat masalah, aku akan mengirimmu ke ibukota lebih cepat" kata Arya dengan dingin
__ADS_1
Raya mendengus kesal dan mengabaikan kakaknya yang jahat.
.....
" Bubu paman tadi itu siapa? Apakah dia temanmu?" tanya Laskar
Leiya menggelengkan kepalanya
" hanya orang lewat, sudah ayo kita cepat pulang. Paman Bai masih menunggu di tempat parkir.
Laskar menurut dan mereka pulang diantar paman Bai.
" Sudah malam, tidurlah. Bubu akan ke dapur dulu"
" bubu apakah kamu membeli roti lagi untuk ibu baptis, aku tahu bu kamu juga ingin berbicara dengan ibu baptis kenapa ibu tidak berbicara saja" kata Laskar melihat ibunya yang khawatir tentang ibu baptisnya tapi masih berdiam diri.
" Anak kecil apa urusanmu, tidur saja sana" ucap Leiya ke luar dari kamar
Laskar mengangkat bahunya, yah terserah kamu bu. Ia mencari ponselnya yang disembunyikan di dalam laci, melihat gurunya belum membalas, Laskar kecewa, mungkin ia sibuk. Tapi laskar masih menceritakan apa yang terjadi hari ini pada gurunya seperti biasa.
Acai: guru hari ini aku sangat senang karena bubu bisa bahagia lagi melihat orang-orang yang disayanginya, tapi ia sekarang pasti sangat lelah karena tidak ada nenek yang selalu menjaga bubu dan aku.
Guru apakah menurutmu bubuku masih memikirkan ayah kandungku, tadi aku melihat ada pria di sebelah bubu. Dia terlihat persis seperti aku, apakah dia ayahku? Lalu kenapa dia meninggalkan bubu dan aku sendirian selama ini? Guru sudah larut , aku harus menyembunyikan ponselku takutnya bubu menyitanya lagi. Selamat tinggal~
Setelah mengirim pesan, Laskar segera berguling dan tertidur agar bubu tidak melihatnya bermain ponsel.
......................
Arya sedang duduk di ruang kerjanya, melihat email yang dikirim Acai, ia lalu membacanya.
Melihat dia ingin meretas salah satu platform online Arya mengerutkan kening, apakah bocah ini dalam masalah. Arya kemudian mencari informasi tentang platform itu, hanya platform gosip yang populer.
Mungkin muridnya ini memiliki dendam, Arya membalas untuk menyetujuinya.
Ziwa: Terserah kamu untuk meretas mereka, jangan sampai mereka bisa melacakmu. Anggap sebagai pelatihan, aku akan mengawasinya.
Setelah membalas masalah itu, Arya membaca keseharian anak itu. Melihat dia membahas ayahnya lagi Arya merasa kasihan, anak ini sangat miskin.
__ADS_1
Ziwa: Jika ibumu tidak terlihat marah pada pria itu kemungkinan bukan ayahmu, siapa yang tidak akan marah jika ditinggalkan. Dan siapapun bisa mirip dengan wajah kita, mungkin hanya kebetulan.