Ibuku Tidak Ingin Menikah

Ibuku Tidak Ingin Menikah
Bab 57. Dari awal hubungan ini salah.


__ADS_3

Raya turun dari mobilnya dan mencari Bai di lingkungan sekitar, ia melihat mobil Bai yang parkir di pinggir jalan. Raya segera berlari menghampiri. Di sana ia melihat Bai dengan baju berwarna merah sedang membersihkan luka di bahunya.


Tanpa menyapa, Raya langsung masuk ke kursi pengemudi, menyalakan mesinnya dengan cepat memutar setir ke arah kota.


Bai tahu Raya yang masuk jadi dia tidak mengatakan apa-apa dan terus membersihkan lukanya.


" Untuk apa dibersihkan terus, peluru itu harus segera dikeluarkan"


Raya mencibir dengan tindakan berulang Bai yang melilitkan perban pada lengannya dengan marah karena Bai mengabaikannya.


" disinfektan sangat penting untuk mencegah infeksi, bagaimana nona Ru tidak tahu hal sekecil itu" balas Bai dengan ringan yang membuat Raya lebih kesal.


Ia memutuskan untuk diam, karena Bai tidak menghargai kebaikannya. Raya akan mengabaikannya untuk hari ini.


Setelah hening sejenak, Bai mengangkat kepalanya menghadap Raya dengan mengangkat alisnya.


Bai heran, biasanya Raya akan langsung adu mulut jika bertemu dengannya. Entah kenapa hari ini dia pendiam sekali, mungkin sedang sariawan.


......................


Tengah malam, Leiya akhirnya sampai di rumah Arya dengan aman.


Arya membaringkan Leiya di kamar karena ia yang tertidur saat di perjalanan.


Arya juga sangat lelah, dua jam perjalanan pesawat setelah bekerja untuk kembali ke negara bintang lalu kembali ke ibukota.


Ia juga tidak berani istirahat sebelum menemukan Laskar, entah bagaimana Laskar diperlakukan oleh paman Sam.


Paman Sam ini awalnya sangat baik pada dirinya dan keluarganya, tapi entah insiden apa yang terjadi. Ia jadi memusuhinya dan keluarganya.


Bahkan adiknya Raya pernah diculik oleh paman sam, dengan bantuan ayahnya paman sam. Raya bisa kembali dengan selamat, tapi dia selalu menatap ke kejauhan dengan mata kerinduan.


Saat Raya mengalami demam tinggi pun, ia masih memanggil nama bocah laki-laki itu dengan cemas. Karena takut keadaan Raya semakin memburuk, kakek mencari bocah laki-laki itu tapi ia tidak menemukannya.


Untung saja Raya kembali sembuh seperti sedia kala, tapi ia selalu berkeliaran ke luar rumah untuk membuat masalah.


Arya kembali ke ruang kerjanya yang masih satu ruangan dengan kamar tapi memiliki pintu sendiri.


Ia menelpon kakeknya untuk memberitahu tentang Laskar,


" Hm aku tahu kamu bocah busuk ternyata diam-diam sudah memiliki cucuku, katakan bagaimana kamu bisa belum menikah dengan gadis itu jika kamu sudah memiliki anak sebesar itu" rutuk Kakek Noma memaki cucunya di telepon

__ADS_1


" Aku tahu aku salah kakek, tapi ada hal yang lebih darurat. Paman dia menculik Laskar" kata Arya tanpa daya


"Apa! Dasar bocah itu, seharusnya aku tidak melepaskannya bertahun-tahun yang lalu"


Kakek Noma kaget dengan berita itu lalu berbicara menenangkan cucunya.


" Tenang saja, aku akan menghubungi orang tua itu. Sudah bertahun-tahun, ia masih saja terkurung di cangkang kura-kura menyebabkan keluargaku menderita. Akan ku beri dia pelajaran yang bagus" kata Kakek Noma dengan marah lalu segera menutup telepon.


Arya meletakkan teleponnya di meja bersiap untuk membuka komputer ketika ia melihat Leiya berdiri mematung di pintu.


Arya panik berlari kecil ke arah Leiya tapi tidak berani mengatakan sepatah katapun.


" Aya" panggil Arya lirih


Leiya yang tadi tidur terbangun dengan mimpi buruk, ia akan ke dapur untuk mengambil minum.


Saat ia berjalan melewati pintu kamar kerja yang tidak tertutup, Leiya tanpa sengaja mendengar tentang Laskar. Ia kaget, pikirannya kosong dan tidak bisa berkata apapun. Lidahnya kaku dan hanya berdiri diam disana.


Arya takut dengan keadaan Leiya yang terus diam, ia segera mengguncangnya perlahan agar Leiya sadar.


" Aya jawab aku, ayo bicara"


" Ini yang kamu janjikan padaku? aku sudah menduga pasti keluargamu tidak tahan dengan keberadaan Laskar, seharusnya dari awal aku menjauh darimu! Jika Laskar tidak selamat, maka aku pasti akan membunuhmu"


Leiya berteriak sampai napasnya habis, ia menatap Arya dengan penuh kebencian. Bagaimana dia bisa percaya kata-kata manisnya, seharusnya pertemuan ini dari awal tidak ada.


Leiya berlari mengambil koper yang belum dibongkar, ia hendak pergi dari sini. Melihat wajah Arya sangat membuatnya muak, ia akan mencari Laskar di luar. Pasti Haris bisa membantunya.


Arya merasa sakit di hatinya mendengar perkataan Leiya, tapi dia tidak bisa mengatakan apapun untuk membantah.


Melihat Leiya hendak pergi, Arya dengan cemas menarik kopernya dan memeluk Leiya dengan paksa.


Leiya memberontak tidak terima, ia memukul dada Arya sampai menggigitnya tapi Arya tidak melepaskannya, pelukannya malah bertambah erat.


" Aya jangan pergi oke, aku akan segera menemukan Laskar. Ku mohon jangan pergi"


Arya berbicara dengan suara tercekat, ia terus memegang Leiya tidak akan membiarkannya lepas.


Lima tahun lalu, dia tidak menggenggam tangannya dengan erat. Kali ini ia tidak akan membiarkan dirinya kehilangan Leiya apapun yang terjadi.


" Bajingan! Lepaskan aku, aku akan mencari Laskar. Kamu hanya membuatku jijik jika terus muncul di depanku, lepaskan!"

__ADS_1


" Aya, aku janji akan menemukan Laskar. Tenang dan patuhlah di rumah, aku tidak ingin mereka membawamu juga"


" Kalau begitu bagus, aku akan berjumpa dengan Laskar segera. Biarkan dia membawaku, aku seharusnya selalu di sisi Laskar"


" Lihat hari begitu gelap, apakah dia akan takut, sudahkah Laskar makan, dia pasti merindukanku. Bagaimana dia bisa tidur dengan nyenyak?"


Leiya akhirnya tidak bisa menahan tangisnya lagi, ia menangis sambil memukul dada Arya untuk melampiaskan. Tapi pukulannya tidak sekuat waktu awal.


Setiap pukulan Leiya seperti menusuknya, membuatnya kehilangan napas. Apalagi melihat tangis Leiya, Arya menarik napas dalam dan mengusap kepala Leiya.


" Maafkan aku, Aya. Kamu istirahat saja oke, laskar tidak akan lama meninggalkan kita. Aku janji"


Setelah Arya mengucapkan kata-katanya, pandangan mata Leiya menjadi gelap. Tangannya berhenti bergerak.


Arya membaringkan Leiya di ranjang dan menutupinya dengan selimut.


" Tidurlah yang nyenyak, aku akan membereskan kekacauan ini"


Arya mencium kening Leiya dengan ringan lalu berbalik ke luar dari kamar.


" Jaga nyonya, jangan sampai dia pergi"


" Baik bos" jawab bawahannya berdiri tegak di luar pintu kamar.


Arya segera keluar menaiki helikopternya yang sudah terpakir di halaman sejak tadi.


......................


Laskar sekarang sudah turun dari kapal, ia berjalan di belakang Samuel dengan kaki kecilnya.


" Paman aku tidak bisa berjalan lagi, aku sangat mengantuk" kata Laskar sambil menguap, ia tidak bisa mengikuti langkah para laki-laki dewasa itu dengan kaki kecilnya.


" Merepotkan sekali!"


Samuel dengan tidak senang membuat wajah gelap, ia menyuruh bawahannya menggendong Laskar.


Di sana sudah ada beberapa mobil terparkir, Samuel dengan tenang masuk ke dalam diikuti Laskar dengan bawahannya.


" Ayo cepat jalan, aku tahu bocah itu pasti sudah di belakang kita. Jangan sampai rencanaku gagal"


" Baik bos"

__ADS_1


__ADS_2