
"Wah nek masakannya enak sekali! Ibu tidak berbohong padaku, aku jadi ingin menginap di sini" kata Sime memuji masakan Bibi Wen.
"Maka kamu harus sering main ke rumah bibi Wen oke" ucap Bibi Wen sangat senang
"Oke sepakat"
Leiya hanya bisa melihat nenek dan cucunya itu membuat janji bahkan tidak bisa memprotes :(
"Bagaimana ya tentang tawaran kerja denganku? Aku melihat desainmu dan kamu memang ada bakat dibidang desain" tanya Diya
"Serius kakak? Aku kira tadi kamu hanya mengolok-ngolok aku karena aku pengangguran"
"Tentu saja serius, jangan meremehkan aku, aku ini desainer terkenal di negara ini tau" kata Diya bangga
"Lalu apa yang kamu lakukan untuk mengejar diskon pakaian di toko itu, bukankah kamu bisa membuat sendiri" ragu Leiya karena kakak perempuan ini seperti pembohong yang mau memberikan permen ke anak-anak untuk diculik.
"Uhuuk... Yaa karena itu salah satu cabang perusahaan yang desainnya aku suka dari salah satu karyawan, ya memang kalau aku minta bisa dikasih gratis tapi tidak enak lah hehe. Ya sambil ikut promosi perusahaan sendiri" ujar Diya dengan malu.
" Ini aku ada kartu nama, besok datang aja ke alamat ini supaya kamu percaya aku tidak berbohong"
Leiya menerima kartu nama itu dan menyimpannya.
"Bibi kalau begitu aku pamit ya terimakasih makanannya, aku masih ada kerjaan" kata Diya terburu-buru menarik tangan anaknya, bagaimana lagi dia bisa nafsu makan kalau rompinya sudah terbuka oleh Leiya. Diya merasa malu dan bergegas pulang.
"Bye nenek" pamit Sime melambaikan tangannya.
"Anak ini kenapa terburu-buru sekali" gerutu Bibi Wen
.........
"Bagaimana kabarmu kenapa baru telfon?" tanya Rifa
" Tentu kabar baik dengan Bibi Wen bagaimana aku bisa tidak baik, maaf aku lupa baru hubungi kamu. Di sini banyak hal baru yang buat aku jadi semangat mendesain sampai lupa waktu hehe maaf ya" ujar Leiya
__ADS_1
"Iya aku maafkan, Eh Ay tau ngga kalo si keriting itu mau tunangan sama si Dio anaknya tuan Pras CEO Miyan group. Bagaimana tidak, lihat sifat rakus uang dan kekuasaan dari tuan Ning bahkan menukar anaknya dengan itu" gosip Rifa dengan semangat.
"Miyan group? Perusahaan nomor satu di ibukota itu, ya matanya tidak terlalu bagus. Walaupun dia kaya tapi Dio terlalu banyak bermain wanita" pikir Leiya
"Entah si Dio bakal meneruskan usaha ayahnya atau tidak bahkan belum pasti. Dua saudara tirinya mungkin membunuhnya terlebih dahulu sebelum dia menjabat" lanjut Leiya
" Ya hanya si keriting itu yang buta bahkan bangga dengan pertunangannya ck..ck.. Apalagi dengan ayah seperti itu, tidak akan ada yang bersimpati dengannya jika terjadi sesuatu" cibir Rifa
" Sungguh Ay beruntung kamu sudah keluar dari keluarga itu, tidak buruk untuk mencari minat dan kebahagiaan sendiri" sambung Rifa
"Yaah takdir sungguh bagus, bagaimana denganmu? Tidak ingin pulang untuk mengunjungi orang tuamu? mereka pasti merindukan anak perempuan mereka" tanya Leiya karena semenjak Rifa berkonflik dengan orang tuanya, dia belum pulang selama tiga tahun.
Rifa terdiam sejenak dan menghela nafas pelan yang bisa didengar Leiya di ujung telepon.
"Lupakan nanti aku pikirkan lagi, oh ya aku hampir lupa. Beberapa waktu lalu ada pria ke tempatku, dia bertanya tentang kamu saat kejadian di hotel. Apa dia pria yang kamu kencani saat itu ya" tanya Rifa
Leiya tertegun sejenak karena ia tidak pernah mau mengetahui siapa pria itu dan tidak ada kabar yang ia terima yang membuat ia lega, siapa tau ternyata dia mencarinya.
"Aku tidak tau siapa pria itu yang jelas dia masih muda tidak tua seperti yang Yami katakan, aku tidak melihat wajahnya dengan jelas. Kamu tidak bicara ke dia kan kalau aku di negara A?" cemas Leiya
" terimakasih" ujar Leiya lega
"Ya kenapa terimakasih, wajar aku menghormati keputusanmu. Berapa lama kamu di sana, tidak akan pulang kah? Lalu kuburan ibumu itu.."
"Palsu, kata penjaga makam itu bukan kuburan ibuku tapi milik keluarganya. Mereka hanya tidak ingin aku bertemu orang tua kandungku, lagipula kehidupan Yami di rumah itu terlalu menyedihkan bagaimana dia rela memberitahu aku yang sebenarnya" kata Leiya datar
Bagaimana mungkin tidak ada anak yang tidak ingin bertemu orang tua mereka, tapi karena Leiya terlalu terluka oleh orang tua angkatnya, dia tidak terlalu berharap orang tua kandungnya akan baik kepadanya. Bagaimana jika mereka malah tidak ingin melihatnya? Sebaiknya ikuti arus saja.
"Aku tidak tahu berapa lama tinggal di sini, sepertinya aku ingin bekerja di sini dan tinggal beberapa tahun"
"Bagaimana pendapat Bibi Wen? Apakah dia setuju?"
"Ya Bibi Wen sangat menyukainya, dia juga harus mengurusi properti yang ditinggal orang tua angkatnya itu" ujar Leiya
__ADS_1
"oh aku kira orang tua kandung, bagaimana menjadi orang tua angkat" tanya Rifa heran
"Iya dulu Bibi Wen yatim piatu diadopsi pasangan dari negara A yang tidak punya anak dan dibawa pergi ke sana, Bibi Wen balik ke negaranya setelah orang tua angkatnya meninggal melanjutkan kursus dan bekerja di rumahku"
"Sekarang Bibi Wen mau menyumbangkan harta milik orang tua angkatnya ke badan amal dan menyisakan beberapa untuk dirinya sendiri" jelas Leiya
"Ooh begitu ya, terus kalau kamu tinggal di sana bagaimana dengan pertunangan Long"
"Nanti aku beritahu dia, karena aku tidak datang paling dia minta hadiah yang aneh-aneh. Ya nanti liat saja" sungut Leiya
"Yaa maka kamu harus menyiapkan dompet tebal, aku tutup ya ada tamu. Bye bye"
"Ehh..., ya sudah dimatikan padahal kan aku pengin berhutang dulu kalau Long minta yang macam-macam. Belum juga dapat kerjaan huftt..." ucap Leiya yang tidak tahu diri padahal dirinya selalu dapat transfer dari Baltic sebagai pemegang saham Bar Singu🤦‍♀️
........
"Bagaimana persiapan pertunangan buat besok? Sudah beres semuanya atau masih ada yang kurang?" tanya Bai
"Aman, sudah beres semuanya. Tinggal jalan aja besok, ngomong-ngomong Leiya datang tidak ya. Terlalu nyaman dia di negara A sampai lupa sahabat sendiri" ujar Long dengan ekspresi sedih yang dibuat-buat
"Sayang tidak apa kalau dia tidak datang nanti aku minta hadiah yang banyak untuk kamu" kata Long manja dengan kekasihnya
"Diamlah, mungkin dia ada urusan penting. Jangan merugikan sahabatmu, kasihan dia" kata Rani kekasih Long
"Hahaha... Dasar Long memang dia pencatut, kami mengandalkanmu kakak ipar agar dia tidak selalu meemeras kami" ujar Baltic dengan puas
Rani merasa malu dan wajahnya memerah sambil memukul Long ia berkata
" Ya serahkan saja padaku, biar dia berlutut dipapan cuci" kata Rani
Long memandang kedua sahabatnya dengan tidak senang, belum juga menikah sudah ada daftar hukuman dari calon istrinya. Awas saja pasti akan aku balas kalian nanti.
Tentu saja tatapan Long hanya dibalas dengan tawa keduanya dan teman-teman disekitarnya.
__ADS_1
Tawa Baltic dan kawannya tiba-tiba berhenti melihat kedatangan tamu di Bar Singu yang tidak mereka harapkan.