Ibuku Tidak Ingin Menikah

Ibuku Tidak Ingin Menikah
Bab 15. Apakah paman menyukai bubuku


__ADS_3

Laskar yang telah mendapat ponsel sangat senang, di kamar ia segera mencari berita tentang keluarga ibunya di negara Bintang ini.


Setelah membaca berbagai artikel, Laskar sangat marah karena tidak satupun berita ini baik. Semua menjelek-jelekkan ibunya, bagaimana ibuku bisa sangat menderita di sini, apakah karena ibunya tidak punya orang tua jadi semua orang bisa menindasnya sesuka hati?


Laskar ingin melampiaskan penderitaan ibunya, ia menghubungi guru peretasnya untuk meminta bantuan. Tapi melihat pesannya belum juga dibalas, Laskar dengan sabar menunggu balasannya.


Ia tidak bisa bertindak gegabah karena walaupun dia jenius tapi Laskar belum menguasai semuanya, bagaimana jika ketahuan maka bukannya membantu ibunya malah menambah masalah. Itulah yang diajarkan guru online nya agar selalu bertindah hati-hati.


Melihat titik di mana bubu berada, dia sudah dalam perjalanan pulang. Ia segera mematikan ponselnya dan keluar kamar.


Ya Laskar memasang alat pelacak digelang Leiya yang terhubung ke gelang miliknya, jika dihubungkan dengan ponsel maka mereka bisa melihat lokasi satu sama lain. Ia membuat gelang itu sendiri yang bahkan Leiya tidak tahu kalau ada alat pelacak di sana.


" Bubu kamu sudah pulang, bagaimana harimu. Apakah berjalan dengan lancar?" tanya Laskar berlari memeluk bubunya.


"Tentu saja ya, bagaimana bubu mu bisa mengalami kesulitan? Bubu ini super kuat tahu, kamu lanjutkan bermain sana, bubu akan berganti pakaian nanti bubu ajak kamu bertemu teman-teman bubu. Oh di mana ibu baptismu apakah dia ke luar?" ucap Leiya mengelus kepala putranya


" Dia baru saja tertidur bu, bu tadi ibu baptis menangis seharian karena bubu tidak berbicara dengannya, bubu bisa memaafkan ibu baptis, dia terlihat menyedihkan. Lihat dia bahkan hanya makan sedikit" ujar Laskar melebih-lebihkan


" hm kita lihat bagaimana dia berperilaku, sudahlah kamu anak kecil jangan ikut dalam masalah orang dewasa" kata Leiya melirik pintu kamar Rifa yang tertutup.


Laskar hanya mengangguk menghela napas, ibu baptis aku sudah membantumu sebisaku terserah kamu sisanya.


......................


" Bu kenapa kamu mengajak aku ke tempat seperti ini, aku masih keciiil" protes Laskar melihat ke bar di depannya.


Leiya memelototi Laskar tidak puas, apa aku ibu yang akan menjerumuskan anaknya dalam kejahatan?


" Apa yang kamu pikirkan, ini Bar terramah yang pernah ada. Lagipula aku mengajak kamu untuk bertemu teman bukan untuk minum, anak kecil jangan berpikir liar sepanjang hari" kata Leiya menjentikkan dahi Laskar.


Laskar hanya cemberut dan masuk mengikuti ibunya, melihat-lihat sekeliling tempat ini Laskar tercengang karena walaupun disebut bar tapi di dalamnya seperti cafe di hotel berbintang.


" Lihat sudahku bilang, sangat ramah"

__ADS_1


" Selamat datang kembali nona, silahkan masuk" sapa Are yang setia selalu menjaga pintu✌️hehe


" Ya Are masih di sini saja kamu, apa Baltic tidak menempatkanmu ke kota c. Lagipula kota C juga ibukota pasti gajinya lebih tinggi daripada di sini" canda Leiya melihat Are yang selalu berwajah serius.


"Tidak nona, gaji saya baik-baik saja" jawab Are


"Membosankan berbicara denganmu bagaimana kamu bisa dapat istri kalau begitu? Ck" kata Leiya menggelengkan kepalanya.


Laskar menarik baju Leiya dan berbisik


" bu dia sudah punya cincin kawin, kamu jangan banyak bicara lagi ayo masuk. Bubu hanya akan malu jika terus berbicara"


Leiya melirik jari tangan Are dengan canggung


" Oh lupakan aku tahu, akulah yang masih belum mendapatkan pasangan. Aku tidak mengganggumu lagi" kata Leiya kabur ke dalam ruangan.


Laskar yang ditinggal menepuk dahinya lelah, bubu bahkan kamu tidak ingat untuk membawaku.


Leiya masuk melihat ketiga temannya sedang bekerja, ia akan menyapa dan memperkenalkan anaknya tapi melihat sisi sampingnya yang kosong Leiya teringat anaknya masih di pintu!


" Bu kamu berhati-hatilah saat berjalan jangan berlarian" kesal Laskar pada tingkah ibunya yang ceroboh.


Bai yang mendengar keributan di pintu menoleh ke sana dan melihat Leiya bersama anak kecil.


" Aya kamu di sini, cepat masuk. Kapan kamu pulang, mengapa tidak memberitahu kami"


Leiya menyeret anaknya ke dalam dan tersenyum pada mereka kecuali Baltic


" aku pulang kemarin, maaf tidak memberitahu kalian. Lihat ini anakku namanya Laskar" kata Leiya mendorong Laskar ke depan untuk memperkenalkan dirinya.


" Hallo paman semua nama saya Laskar, senang bertemu dengan kalian" sapa Laskar


Bai melihat anak ini dengan rumit tapi langsung tersenyum seperti biasa.

__ADS_1


" Hallo Laskar perkenalkan nama paman Long, paman juga punya anak perempuan di rumah, dia lebih muda darimu. Nanti paman ajak kamu bermain dengannya" kata Long pada Laskar dan memberinya permen disakunya untuk Laskar.


" eh Aya, bagaimana kalau kita jodohkan anak kita, kita akan menjadi mertua satu sama lain. Bukankah keren" ucap Long menyenggol Leiya dengan bahunya.


Leiya memukul Long dengan keras


" dia baru berusia lima tahun! Beraninya kamu, biarkan mereka menemukan sendiri dimasa depan. Apa kamu mau menjadi orang tua feodal, biarkan putrimu membencimu"


Long yang kesakitan mengusap lengannya yang dipukul tadi.


"Kenapa sampai memukul segala, sudahlah aku tahu kan aku hanya bercanda, lihat kita sudah mempunyai anak dan Baltic sudah mempunyai pasangan. Hanya Bai saja yang masih lajang sampai sekarang, eh bagaimana kalau kau menikah saja dengannya kan lengkap keluargamu jadinya" kata Long tertawa kecil yang disusul jeritan kesakitan.


" Kamu memang meminta pemukulan! Sudah gatal kulitmu ya selama lima tahun aku tidak memukulmu!!" ucap Leiya marah dan mengejar Long untuk memukulinya.


Laskar melihat ke arah paman Bai yang dimaksud paman Long tadi dengan tatapan menyelidik, melihat matanya yang lembut saat melihat ibunya. Laskar tahu kalau paman ini pasti menyukai bubunya.


Bai yang merasa diperhatikan segera menoleh, saat melihat Laskar menatapnya, ia tersenyum.


" Ada apa Laskar? Kamu mau makan? Ayo duduk, paman ambilkan kamu camilan" kata Bai meraih tangan Laskar menuntunnya duduk di sofa.


Laskar mengangguk dan memperhatikan saat Bai menyajikan makanan di depannya.


" Paman apa kamu menyukai bubuku?" tanya Laskar langsung


Gerakan tangannya berhenti sejenak lalu melanjutkan seolah tidak terjadi apa-apa.


" bagaimana menurutmu?" tanya Bai duduk di sebelah si kecil dan tersenyum padanya.


" Aku tahu paman sangat memperhatikan bubu saat bubu masih di pintu, paman langsung berdiri dan menghampiri kami. Dan paman kenapa kamu masih lajang? Apa kamu masih menunggu ibuku?" tanya Laskar penasaran


Bai tertawa kecil dan menjetikkan dahi Laskar


" hantu pintar, apa kamu benar-benar anak Leiya? Dia sangat bodoh tapi kamu terlalu pintar"

__ADS_1


Laskar bingung dengan jawaban paman Bai jadi dia benar-benar menyukai ibuku lalu apakah paman masih menunggunya atau tidak? Laskar akan bertanya lagi tapi melihat bubunya mendekat, ia terdiam tidak jadi bertanya.


" Ada apa denganmu bocah, mukamu terlalu serius. Ayo makan ini jangan mengerutkan wajah nanti kamu cepat tua jadi keriput" kata Leiya memasukkan camilan di depannya ke mulut Laskar dan dirinya sendiri.


__ADS_2