
Setelah sampai di meja tempat Raja duduk, Leiya sangat terkejut dengan adanya Haris yang duduk di sisi kiri Raja itu.
Raja duduk di sofa panjang dengan Haris di sebelah kiri dan pria berjas hitam di kanannya, sedangkan Aston duduk di hadapan Raja dengan punggung bersandar ke belakang.
Leiya melihat semua ini dengan bingung, kenapa Haris termasuk dengan orang-orang jahat ini?
Haris dengan cepat bangkit dan menyuruh Leiya duduk di tempatnya, Leiya tentu saja tidak berani. Apalagi dengan Aston yang mengawasi semua ini dengan seringainya, Leiya merasa bulu kuduknya berdiri.
Tapi Haris tidak memperdulikan itu, ia menyeret lengan Leiya dan mendudukannya dengan paksa, "Kenapa kamu ada di sini? Apakah kamu salah masuk ke kapal? Dimana bocah itu, dia tidak akan membiarkanmu bepergian sendirian kan?"
Leiya memutar matanya melihat tingkah Haris yang begitu santainya, apakah dia tidak melihat kalau aku tidak nyaman dengan situasi ini?!
"Seseorang membawaku ke sini," jawab Leiya setelah menarik napas dalam-dalam.
Bagaimana dirinya bisa tenang dengan sosok hitam di sebelahnya yang tidak berbicara sejak tadi, apalagi dia adalah orang yang dihormati oleh seluruh orang yang ada di sini. Jangan sampai dirinya melakukan hal yang memalukan.
Haris mengerutkan kening dengan tidak setuju, ia menatap Aston yang sedari tadi duduk memperhatikan mereka seperti sedang menonton film.
" Apakah kamu yang membawanya?" tanya Haris memelototi Aston dengan tidak senang.
Kalau bukan dia siapa lagi, dia yang mengatur setiap orang yang datang ke sini.
Aston hanya mengangkat bahu berpura-pura tidak mengerti, " Oh dia targetku hari ini, bagaimana aku tahu kamu ternyata begitu dekat dengannya, kalau aku tahu aku sudah menyerahkannya padamu dengan keadaan tidak utuh" kata Aston dengan tidak terburu-buru, ia juga tidak menyangka kalau Leiya akan mengenal Haris juga.
"Kamu!****, apakah kamu tidak bisa tenang jika tidak menyinggungku sehari saja!" kata Haris dengan marah sambil mengarahkan telunjuknya ke arah Aston.
Aston hanya mencibir melihat reaksi Haris yang menurutnya terlalu berlebihan, "Siapa yang menyuruhmu untuk menyinggungku,"
Ia lebih penasaran apa hubungan Raja dengan Leiya, lagipula setelah lima belas tahun menghilang siapa tahu Raja sudah mengumpulkan istana haremnya sendiri.
__ADS_1
" Siapa orang itu?"
Leiya bergidik dengan suara Raja yang tiba-tiba berbicara, suaranya seperti suara laki-laki tapi nada bicaranya sedikit aneh. Apa jangan-jangan dia benar-benar transgender?
Ya, Raja yang selalu kita bicarakan adalah Diya. Ia memakai pengubah suara menjadi laki-laki, Diya juga sedikit kikuk untuk berbicara karena tatapan Leiya yang melihatnya begitu perhatian.
" Oh klien besar dari ibukota, pebisnis yang memiliki kerjasama denganku beberapa tahun terakhir. Lagipula dia mitra bisnis yang menguntungkan, bagaimana aku bisa menolak permintaan kecilnya," kata Aston, ia duduk dengan tegak dan tangan kirinya mengambil gelas anggur di depannya.
" Kamu melanggar aturan klan," kata Diya dengan dingin, ia menatap Aston di depannya dengan suram.
Peraturan klan adalah untuk tidak membunuh wanita dan anak-anak yang tidak bersalah, itu selalu dipatuhi setiap generasi.
Aston meletakkan gelasnya dengan ringan di meja kaca, " Aku tahu, apakah dia tidak baik-baik saja sekarang? Tapi bagaimana aku bisa mengingkari kesepakatan, aku akan rugi puluhan milyar" kata Aston dengan muka menyedihkan.
" Kamu masih memikirkan uang, sebaiknya kamu harus dihukum berat karena melanggar aturan klan," kata Haris memelototi Aston.
" Kamu tidak perlu melakukan apapun, aku akan menyelesaikan hal ini. Sebaiknya kamu berperilaku baik sampai kita tiba di pulau," kata Diya dengan ringan.
Aston hanya mengangkat bahu tidak peduli, ia melanjutkan meminum anggurnya sambil melihat pertunjukkan yang sedang berlangsung di tengah aula.
Tebakannya tidak salah, wanita ini memang memiliki hubungan yang tidak biasa dengan Raja. Tapi Aston juga tahu kalau Raja adalah seorang wanita, jadi dia tidak menarik perhatian khusus pada Leiya. Ia lebih penasaran dengan apa yang dialami Raja selama ia menghilang itu.
Haris tidak puas karena Diya tidak menjatuhkan sanksi khusus pada Aston, tapi ia tidak bisa membantah. Haris memalingkan mukanya menghadap Leiya dan menatapnya sambil tersenyum.
" Kamu telah menderita, ayo makan ini sepuasnya. Oh kamu paling suka macaron kan, aku akan meminta mereka membawanya untukmu," kata Haris memberi isyarat pada pelayan.
Leiya tidak berani begitu santai seperti Haris, ia seperti duduk di atas jarum. Sangat kikuk yang membuat ekspresinya terdistrosi.
Diya tidak pernah melihat Leiya begitu tidak nyaman seperti ini, bahkan saat menghadapi mitra bisnis yang tidak mau bekerja sama, Leiya tetap bisa tenang dan makan dengan lahap.
__ADS_1
Ia tidak bisa menahan rasa lucu dihatinya, Leiya sekarang begitu menggemaskan.
" Makanlah, jangan sungkan," ujar Diya berdehem untuk meredakan ketegangan.
Leiya hanya bisa tersenyum kikuk, ia mencubit kaki Haris dengan keras agar membawanya keluar dari kumpulan serigala ini.
Haris menepuk tangan Leiya yang mencubitnya, ia akhirnya mengalah. Berpamitan pada orang-orang di meja itu lalu membawa Leiya ke sebuah kamar.
Akhirnya Leiya bisa bernapas lega, ia menepuk kepala bagian belakang milik Haris dengan keras, " Kamu berani-beraninya menipuku dan Laskar, karyawan perusahaan ya? Hm? Apakah ini disebut karyawan perusahaan?"
Haris melangkah mundur dan mengelus kepalanya yang kesemutan, ia memandang Leiya dengan senyum konyol, " Ya maafkan aku, aku tidak bermaksud menipumu. Hanya saja identitas ini terlalu tidak masuk akal bagimu, jika aku mengaku kamu tidak akan percaya," kata Haris tidak berdaya.
"Lagipula putramu juga sudah tahu," kata Haris lirih.
Leiya yang memiliki pendengaran tajam jelas mendengarnya, " Laskar tahu? Bagaimana dia masih mau bergaul dengan penjahat sepertimu, dan kalian menyembunyikan semuanya dariku," geram Leiya tidak terima.
Bagaimana Leiya bisa tenang? Melihat Aston yang berperilaku seperti penjahat itu, ia tentu khawatir dirinya dan Laskar akan menjadi incaran orang-orang seperti itu karena musuh Haris ataupun hal tak terduga lainnya.
" Sudahlah, itu tidak penting sekarang. Kamu cepat hubungi Laskar, aku tidak tahu bagaimana keadaanya. Dia tertinggal di warung makan,"
Haris dengan patuh menuruti permintaan Leiya, ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor telepon Laskar yang kebetulan saat pergi pagi itu Laskar meninggalkannya di rumah.
Haris tidak begitu khawatir, ia tahu Laskar anak yang pintar. Bagaimana hal kecil seperti itu bisa membuatnya kesulitan.
Tapi Haris tidak berpikir, Laskar hanyalah anak umur lima tahun! Dihadapkan dengan keselamatan orang tersayangnya, ia bisa saja tidak bisa berpikir jernih dan membuat kesalahan.
" Dia tidak mengangkatnya, mungkin..tidur?"
Leiya memelototinya lalu merebut ponsel Haris dengan paksa, ia menghubungi nomor Arya. Untung saja selang beberapa menit, panggilan itu diangkat.
__ADS_1