
" Bagaimana? Kalian suka?" tanya Arya melihat ibu dan anak yang memiliki mata bersinar.
" Itu sangat bagus, aku menyukainya. Berapa temanmu berencana menjualnya?" tanya Leiya
Dia melihat rumah ini yang luasnya 110 meter persegi dan dua lantai, ada tiga kamar tidur di lantai atas dan juga kamar mandi. Di bawah juga ada sebuah ruangan yang sangat cocok untuk dijadikan studio untuknya bekerja, sangat nyaman dan juga dekat dengan fasilitas umum.
Arya dengan ragu-ragu mengucapkan sebuah nomor
" 500 juta rupiah"
Leiya melihat Arya dengan tidak percaya
" Apakah temanmu ini menjual atau hanya bersedekah, seharusnya rumah ini bisa mencapai 1,5 milyar. Kamu tidak akan tertipu kan?" tanya Leiya curiga
Arya batuk dengan keras dan menepuk dadanya
" Bagaimana bisa, dia tidak akan menipu. Dia menjualnya dengan murah karena keadaan sangat mendesak, besok sudah harus terjual katanya" kata Arya dengan tenang
Leiya mengangguk mempercayai perkataan Arya, Laskar hanya melihat ayahnya dengan tatapan aku tahu itu, sudah pasti ayahnya berbohong. Hanya ibunya yang mempercayai kata-kata ayah dengan mudah.
" Kalau begitu aku minta kamu membicarakannya dengan temanmu itu, kita bisa mengurus formalitas secepatnya"
Arya mengangguk memberinya senyuman semuanya beres.
" Lalu kapan kamu akan pindah ?"
" itu seharusnya setelah lelang amal aku bisa mengaturnya" kata Leiya menjawab pertanyaan Arya.
Arya dengan senang hati menawarkan tenaga untuk membantu pindahan, ia teringat kejadian pagi tadi dan belum sempat menanyakannya pada Leiya
" ngomong-ngomong, draft yang kamu cari pagi tadi apakah sangat penting?"
Leiya tertegun sejenak karena Arya mengalihkan topik, tapi ia segera sadar dan menjawabnya
__ADS_1
" Sebenarnya tidak terlalu penting juga, semua desainku ada di dalam software dan hard disk yang aku simpan. Tapi aku selalu mencatatnya di dokumen itu setiap desain yang akan digambar atau apapun itu, semacam diary mungkin. Dan itu aku harus menyerahkannya pada seniorku setiap selesai menulis, dia selalu menyimpan semua catatanku dengan cermat" kata Leiya memberi penjelasan singkat.
" Maaf merepotkanmu" kata Leiya dengan malu karena membuat keributan di pagi hari
" Jadi isinya bukan desainmu yang lengkap?" tanya Arya memastikan
" Ya, itu hanya gambaran kasar"
" Lalu jika dokumen itu mengalami kerusakan, kamu tidak akan marah?"
" Itu yah tidak masalah juga" kata Leiya setelah berpikir sejenak, pasalnya sudah menjadi kebiasaan dia untuk membuka dokumen itu, jika tidak seperti ada yang kurang.
" Bubu, itu hanya setumpuk kertas coretan, kamu mencoretnya lebih banyak di buku gambarku. Aku masih menyimpannya jika kamu mau mengambilnya lagi" celetuk Laskar pada ibunya
Leiya segera menutup mulut Laskar dengan tangannya, bocah bau ini tidak memperhatikan citra ibunya di depan orang luar. Sungguh apakah ini benar anaknya?
" Jangan dengarkan dia, itu buku gambarku tapi anak kecil ini mengira itu punya dia" kata Leiya tersenyum menghadap Arya
" Kenapa kamu berbicara seperti itu, apakah kamu ingin mengadu padanya kalau bubu menghabiskan buku gambarmu? Nanti aku belikan satu lemari untukmu!" bisik Leiya di telinga Laskar
" Baiklah ayo kita pergi, aku akan segera mengurus rumah ini. Ayo kita makan dulu, kalian lapar kan" ajak Arya memecah kebuntuan ibu dan anak.
Laskar dengan senang hati melepaskan bubunya dan berlari ke dalam mobil di bawah tatapan bubunya yang mematikan.
Arya tertawa pelan, ia mengacak-acak rambut Leiya lalu pergi menyusul Laskar. Meninggalkan Leiya yang tercengang sendirian, setelah sadar, ia mengutuk mereka berdua di dalam hatinya. Anak dan ayah sama-sama tidak tahu malu.
......................
Bai mengendarai mobilnya ke kasino milik ayah angkatnya, walaupun ia tahu kalau hal-hal seperti ini adalah illegal. Tapi tanpa kekuatan ini, ia tidak akan bisa memiliki pijakan di kota ini. Dengan berbagai kekuatan keluarga lainnya, mungkin ia sudah diburu oleh keluarga kuat yang ia singgung dan mati di laut tanpa ada yang menyadarinya.
Ya semua pembicaraan tentang kesetaraan hanyalah angan-angan, akan selalu ada satu kelompok yang mendominasi, jika kamu tidak cukup kuat maka kamu hanya akan dijadikan bidak catur tanpa disadari. Dunia ini hanya perbandingan antara yang kuat dan yang lemah, jika kamu lemah maka bersiaplah untuk dikalahkan.
Setelah Bai mengambil alih kasino ini, dia mendaftarkannya ke pemerintah agar bisa secara legal melakukan perjudian, tentu saja dia harus menbayar pajak sebesar 40 persen dari keuntungan yang diperoleh.
__ADS_1
" Tuan muda" sapa pengawal di pintu dengan hormat.
Bai mengangguk memasuki ruangan utama, ia duduk di sofa panjang yang di sebelahnya sudah berdiri anak buah ayahnya yang terpercaya.
" Ini file orang yang anda minta selidiki" kata pria itu menyerahkan sebuah berkas.
Bai membuka dan melihat-lihat isinya, yah itu file tentang Raya. Semuanya normal, tapi latar belakang keluarganya sedikit aneh.
" Tuan muda, keluarga gadis itu sepertinya tidak biasa, file keluarganya terenkripsi. Peretas kami tidak bisa memecahkannya, itu sepertinya dilindungi negara" jelas pegawal itu melihat Bai yang mengerutkan kening.
Bai mengangguk mengetahui, ia membaca resume pengalaman hidupnya. Gadis yang dibesarkan oleh kakek dan kakak laki-lakinya, pernah mengalami penculikan saat umur sepuluh tahun dan ditemukan sebulan kemudian.
Tumbuh normal dan kuliah di luar negeri. Jadi apa hubungannya dengan orang itu, apakah ada suatu hal yang ia sendiri miliki yang menarik minatnya?
" Masalah ini sampai di sini dulu, ia tidak akan membahayakan kita. Aku perlu kamu menyelidiki hal lain" kata Bai menutup dokumen itu dan memberi isyarat pada pengawal untuk mendekat.
" Selidiki masa kecil Leiya dengan detail sampai kemunculan Yami, aku tidak tahu apakah dia menderita keluhan dikeluarga itu" kata Bai memutar cincin di jari kirinya.
" Baik tuan muda, tapi kenapa kamu tidak bertemu dengannya untuk mengkonfirmasi" ujar pengawal itu yang tahu kalau tuan mudanya selalu mencari keberadaan saudara kembarnya.
" Aku bisa pastikan itu dia, bukankah saudara kembar memiliki ikatan yang kuat. Aku selalu merasakan itu padanya" kata Bai menatap ke jendela luar dengan tatapan pasti
" Untuk tes DNA, jika ada kesempatan aku akan mengambil sampel darinya" sambungnya lalu bangkit menuju ke luar pintu.
Pengawal itu menunduk memberi jalan tuan mudanya keluar.
" Oh ya satu lagi, jika ayahku datang jangan biarkan dia minum terlalu banyak. Kesehatannya sedang tidak baik"
" Baik"
Bai turun ke bawah, di sana ada banyak orang yang berjudi, ada yang bermain kartu, dadu, mesin slot. Ada juga yang bertaruh siapa yang menang.
Bai melewati orang-orang ini dan tiba di mobilnya, di dalam ada wanita yang sudah masuk! Raya yang mabuk masuk ke mobil Bai dan tertidur.
__ADS_1
Bai menggertakkan giginya ingin mencekik wanita ini.