
Yami berjalan keluar dari mobil di tempat parkir bawah tanah kantor suaminya, ia sekarang dengan rajin membawakan kotak makan siang untuknya. Bahkan para karyawan yang iri membicarakan hubungan mereka yang sangat baik.
" Maaf maaf bu, saya tidak sengaja. Maafkan saya" kata perempuan itu yang Yami duga sebagai karyawan
Yami mengerutkan kening tidak senang, karyawan perempuan ini menabraknya menyebabkan kotak makan siang yang ia bawa jatuh. Yami dengan kesal memarahinya
" Apakah kamu punya mata! Makanan yang aku buat dari pagi sekarang jatuh karenamu, apa kamu ingin dipecat? Aku akan memenuhinya, tunggu saja surat pemecatanmu!"
Perempuan itu membungkuk ketakutan, dan meminta maaf berkali-kali. Ia mengambil berkas-berkasnya yang jatuh dan segera pergi dari tempat parkir yang sepi itu.
Yami melihatnya pergi pun bertambah kesal, bagaimana sikap karyawan ini sungguh tidak sopan. Ia hendak pergi saat sudut matanya melihat sebuah dokumen tergeletak di sudut tembok.
Yami mengambilnya dengan tujuan untuk melihat nama karyawan itu dan mengeluh pada suaminya bagaiamana karyawannya sangat ceroboh sampai ada dokumen yang tertinggal.
Tapi saat membukanya, Yami tidak menemukan yang diinginkannya. Ia malah melihat gambar-gambar baju yang cantik, Yami dengan santay membawanya masuk ke perusahaan.
" Sayang maaf ya hari ini kotak makan siangmu tumpah jadi sekarang kamu hanya bisa makan makanan kafetaria, besok aku akan membawakan yang lebih baik" kata Yami yang masuk meletakkan dokumen itu di meja dan memeluk suaminya.
Dio menatap istrinya yang cemberut dengan geli mencubit pipinya
" Tidak apa-apa, terlalu melelahkan bagimu jika setiap hari mengantar makan untukku. Aku bisa menyuruh sekertaris membawanya,kamu tenang saja di rumah dan lakukan hal lain yang kamu suka" kata Dio dengan manja memangku istrinya.
Yami dengan senang hati mencium pipinya
" Kamu sangat baik, bagaimana kalau aku membuka studio desain sendiri. Kamu tahu kalau aku kuliah jurusan desain"
" Terserah kamu, aku mendukungnya jika kamu suka"
" Maka sudah beres, kalau begitu lanjutkan pekerjaanmu aku pergi dulu" kata Yami bangkit memberi Dio ciuman selamat tinggal dan pergi.
......................
__ADS_1
" Tuan, rencananya berhasil" kata seorang wanita pada pria yang duduk di kursi roda
" Bagus, dia sudah mengambil umpannya. Kita tunggu dengan karakter dia pasti akan membuat hal-hal ini menyenangkan, kamu bisa kembali" kata Gio menghembuskan asap rokoknya dengan santai mengetuk pegangan kursi roda.
" Ya"
Setelah wanita itu pergi, Gio memindahkan kursi rodanya ke dekat jendela. Mereka berada di rumah yang Gio beli lima taun lalu, rumah dua tingkat dengan basement.
" Sepertinya anda dalam suasana hati yang baik setelah mencuri hal-hal yang bukan milikmu" kata Arya yang baru saja berjalan masuk dan duduk di sofa panjang di sudut tembok dengan mengangkat satu kaki dan bersender ke belakang menatap Gio dengan tenang.
Gio yang tahu kalau Arya akan datang memutar kursi rodanya dan tersenyum menghembuskan asap rokoknya.
" Bagaimana tuan Arya punya waktu pergi ke tempatku yang kecil ini, hanya karena seorang karyawan yang tidak relevan?"
" Anda bercanda, mencuri di bawah wilayahku. Aku ingin tahu apakah kamu sanggup menerima konsekuensinya" kata Arya menatap Gio dengan tatapan tajam.
Gio tidak takut dan menatap Arya balik
Sudut mulut Arya berkedut, jadi kesalahannya karena mencuri tapi tidak memberitahu. Jika dia berani memberitahu terlebih dahulu bagaimana dia masih punya kesempatan untuk mencurinya, perminta maafan yang tidak tulus.
" kurasa kita tidak ada hubungannya dengan masalah perusahaan, anda hanya anak cacat yang dibuang oleh keluarga. Bagaimana kamu masih memiliki bagian di perusahaan ayahmu? Apakah kamu mau menipuku" kata Arya dengan acuh
Tangan Gio mengencang di pegangan kursi rodanya, ia menatap Arya di depannya dengan muram
" Tuan Arya kamu meremehkan orang, walaupun aku tidak berguna di keluarga, aku termasuk anggota Liga Kekaisaran. Bukankah ini termasuk menguntungkan, aku tidak bercanda soal kerjasama"
Arya terkejut karena Liga Kekaisaran adalah organisasi yang mengatur stok saham di seluruh dunia, tidak sembarang orang bisa masuk. Ada sebelas anggota dan satu orang yang membuatnya, biasanya mereka menyebutnya Raja.
Raja yang membuat Liga ini, dan sudah beberapa dekade Liga ini berdiri, semua orang menggunakan nama samaran dan tidak mengenal satu sama lain.
" Aku tidak menyangkanya, bukankah kamu harus menjaga rahasia kalau kamu termasuk anggota Liga kekaisaran, jika tidak kamu akan dihukum" kata Arya menatap Gio di depannya
__ADS_1
" Yah karena aku tahu kamu pasti termasuk di dalamnya jadi aku bisa mengatakannya dengan mudah, Tuan Arya kita bisa membahas kerjasama, aku tentu bisa masuk karena memiliki kemampuan jadi jangan menganggap remeh orang" kata Gio dengan santay membuang puntung rokoknya ke dalam asbak.
" Yah aku yang berpikiran sempit, katakan kerjasama apa yang kamu bicarakan"
" Proyek di negara G, aku sangat tertarik tapi sayang sekali perusahaanmu yang memenangkannya. Aku ingin menjadi bagian darinya"
Arya mengerutkan kening mendengar permintaannya
" Apa yang bisa kamu tawarkan?"
Gio mendengus terkekeh pelan, Arya ini memang jenius bisnis tapi sekarang otaknya penuh dengan cinta
" Sepertinya kamu lupa, pamanmu sekarang pasti sudah bebas dari penjara. Aku memiliki perusahaan keamanan paling kuat, aku bisa memberimu mereka sebagai kompensasi. Tapi jangan ikut campur dalam urusanku saat ini"
Arya menatap Gio dengan dalam, bagaimana bisa dia tahu keberadaan pamannya
" Kamu jangan kaget, bawahan pamanmu mencari perusahaanku untuk berurusan denganmu di negara G. Aku ingin tahu apakah tawaranku ini layak" kata Gio terkekeh
Perusahaan Gio ini memang perusahaan keamanan, tapi tidak jarang ia menerima pesanan untuk berurusan dengan orang-orang. Asalkan uangnya banyak, ia menerima pesanan itu.
Gio memberitahu Arya ini karena dengan kekuatan Arya, jika dia berhasil mengacaukannya di negara G maka kepentingannya di sini tidak terjamin. Jadi kesepakatan mereka hanya saling menguntungkan.
" Ya ini sepadan, aku tidak akan berurusan denganmu tapi kamu jangan pernah berpikir untuk merugikan Anti. Aku tidak akan melepaskannya" kata Arya dengan serius
Meskipun Arya punya kekuatan sendiri yang bisa mencegah pamannya melakukan hal-hal yang merugikannya, tapi dengan Gio ini akan memudahkannya. Ia bisa langsung mengetahui gerakan apa yang direncanakan. Jadi ia setuju
" Aku tahu, bagaimana aku bisa mengorek sudutmu. Tenang saja aku hanya berurusan dengan keluarga kecil itu. Tidak akan merugikan siapapun" kata Gio tersenyum kecil
Arya menatapnya dengan tenang
" Bagus " setelah mengatakan itu, Arya pergi keluar dari rumah Gio dan masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1