Ibuku Tidak Ingin Menikah

Ibuku Tidak Ingin Menikah
Bab 75. Rumah kosong


__ADS_3

" Stop"


Semua pria itu menoleh ke arah Leiya yang berbicara dan menurutinya untuk berhenti di pinggir jalan, di sebelahnya ada sebuah warung makan yang ramai dengan pengunjung.


" Putraku ingin buang air kecil, ayo cepat buka pintunya sebelum dia buang air di celana," kata Leiya menatap pengawal di sampingnya dengan tidak sabar.


Pria itu merasa Leiya tidak menemukan kesalahan apapun, ia membiarkan Leiya keluar dan mengikutinya dengan tidak curiga. Tapi ia juga tidak membiarkan Leiya membawa barang-barangnya dengan alasan akan lebih aman meninggalkannya di mobil.


Leiya berjalan masuk ke dalam warung makan itu bersama Laskar dan menanyakan arah toilet. Setelah mendapatkan jawaban, Leiya bergegas masuk ke arah yang ditunjuk dengan menuntun tangan Laskar.


Karena kondisi warung makan yang terlalu banyak orang, pengawal itu memandang dengan tidak senang. Ia hanya berdiri di pinggir dan terus mengawasi gerakan Leiya.


Di dalam kamar mandi, Leiya melepaskan genggaman tangannya, ia menghadap Laskar dengan gugup, " Laskar apakah kamu bisa menghubungi ayahmu atau siapapun itu,"


Laskar menggelengkan kepalanya, setelah menjalani hari yang nyaman dan aman bersama ayahnya. Ia sekarang bahkan menjadi tidak waspada, ini memang kecerobohannya.


"Maaf Bu, aku hanya membawa kubus rubik itu untuk memberi sinyal lokasi. Selebihnya aku tidak membawa apapun," ucap Laskar dengan sedih, ia menyalahkan dirinya sendiri karena lalai.


Leiya dengan cepat menepuk kepala Laskar agar tidak sedih, ia melihat sekeliling kamar mandi tersebut.


Di atas kloset terdapat sebuah jendela kecil sebagai ventilasi udara, itu terlalu kecil untuk ukuran tubuhnya. Tapi untuk Laskar, jendela itu bisa membuatnya keluar dari sini.


Leiya memetakan warung makan itu dalam otak kecilnya, ia yakin kalau jendela kamar mandi ini menghadap ke arah perkebunan yang tidak akan terdeteksi oleh mereka.


Leiya memutuskan dalam sekejap, ia akan membiarkan Laskar keluar lewat jendela itu.


Laskar segera mengetahui pikiran Bubunya saat melihat ia memandang ke arah jendela.


" Bu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu! Jangan berharap aku akan melakukannya," kata Laskar cemas, ia menarik lengan baju Leiya dan memegangnya dengan erat.


Leiya tidak tahu harus berkata apa agar Laskar setuju untuk keluar, ia tidak ingin anaknya mengalami sesuatu yang membahayakan.

__ADS_1


Ia tersenyum pada Laskar dan berkata," Baiklah bubu tidak akan memaksamu oke, sekarang ayo keluar," ucap Leiya mengelus bagian belakang kepala Laskar dengan ringan.


Laskar mengira Bubu setuju, jadi dia merasa lega. Ia hendak membuka pintu ketika tiba-tiba pandangannya gelap, Laskar jatuh pingsan.


Leiya menangkap tubuh putranya dengan sigap, ia tidak punya pilihan lain. Jika Laskar tidak mengikuti permintaannya, Leiya hanya bisa meninggalkannya di sini dengan cara yang sederhana dan kasar.


" Sudah selesai? Di mana anakmu?"


" Dia buang air besar, aku tidak tahan dengan baunya. Aku akan makan terlebih dahulu sambil menunggunya," ucap Leiya melihat sekeliling mencari makanan dan berjalan menghampiri makanan ringan yang ada di sebelah kanan ruangan.


Pria itu mengerutkan kening, ia menghubungi rekannya melalui bluetooth ear monitor.


Pemimpinnya yang duduk di kursi depan langsung mendapatkan informasi dari bawahannya, ia juga cemberut tidak senang.


" Suruh wanita itu kembali, kita hanya diperintahkan menangkapnya. Tinggalkan saja anak itu di sini," perintah Pria itu dengan acuh.


" Siap," jawab pria di dalam warung, ia bergegas menghampiri Leiya.


" Nona ayo cepat pergi, Tuan Ning sudah menunggu lama,"


" Nanti akan ada yang menjemputnya lagi, silahkan ikuti saya,"


Leiya mengikuti dengan ekspresi tidak senang sambil membawa sebungkus roti kering yang sudah dibuka.


Setelah sepuluh menit kepergian Leiya, petugas kebersihan yang masuk ke kamar mandi itu merasa ada yang tidak beres.


Salah satu bilik kamar mandi tertutup tapi sepertinya tidak dikunci, sudah beberapa menit ia menunggu tapi orang di dalam tidak keluar.


Ia membuka pintu itu dengan hati-hati, begitu melihat ada anak kecil yang tidak sadarkan diri di atas closet yang tertutup. Ia menjerit ketakutan sampai terjatuh ke belakang, ia mengira anak itu sudah mati dibunuh orang.


Orang-orang yang ada di sekitarnya mendengar jeritan wanita pembersih itu segera menghampiri dengan rasa ingin tahu, salah seorang wanita berpàkaian staff warung makan itu memberanikan diri mengecek kondisi Laskar.

__ADS_1


Merasakan napas hangat mengenai jarinya, wanita itu menghela napas lega. Anak itu masih hidup.


Bos warung itu adalah seorang pria paruh baya, ia segera menyuruh karyawannya membawa Laskar ke rumah sakit. Tapi saat akan dibawa keluar, Laskar tiba-tiba bangun.


Bos pria dengan cepat menyuruh mereka membawa Laskar ke ruangannya dan memberinya segelas air hangat.


" Nak, kamu tidak apa-apa? Di mana keluargamu?"


Laskar yang terbangun itu memandang sekeliling dengan kosong, " Paman, bisakah aku meminjam ponselmu?"


" Tentu, ini dia. Hubungi ayahmu agar dia segera menjemputmu," kata Bos Warung menyerahkan sebuah ponsel yang sudah tua.


Entah apa yang terjadi dengan anak ini, bagaimana dia bisa pingsan di toilet? Apakah orang tuanya sengaja membuang anak yang begitu cantik di sini, ck ck ck.


Laskar mencoba memanggil Arya berkali-kali, tapi sinyal di sini sangat buruk. Ia menjadi semakin cemas karena telepon yang tidak tersambung.


" Paman ini ponselmu, aku tidak bisa menghubungi ayahku,"


Bos warung itu menggaruk kepalanya dengan malu, ia lupa kalau di daerah mereka memang tidak ada sinyal. Jika ada keperluan mendesak, biasanya masyarakat sekitar akan berjalan ke atas bukit di belakang desa untuk mendapatkan jaringan.


Melihat wajah anak itu yang begitu cemas dan khawatir, Bos Warung itu takut Laskar akan menangis, ia memberi Laskar sekotak susu dan dengan cepat menyuruh Laskar mengikutinya keluar


" Aku akan mengantarmu ke kantor polisi terdekat, mereka pasti bisa membantumu," kata Bos Warung itu membuka pintu mobil lalu mengulurkan kedua tangannya di bawah lengan Laskar dan menaikkannya ke dalam kursi penumpang.


Laskar menurutinya, ia selalu diam di sepanjang perjalanan sambil memegang kotak susu ditangannya dengan erat.


Setelah sampai di kantor polisi yang membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit untuk sampai, Bos Warung itu segera melaporkan apa yang terjadi pada polisi.


Polisi itu segera menghubungi nomor Arya yang terdapat di catatan panggilan pada ponsel Bos Warung.


......................

__ADS_1


" Dimana ini? Kenapa kalian membawaku ke sini?" tanya Leiya saat melihat di depannya itu bukan bangunan mewah, melainkan sebuah rumah besar yang sepertinya tidak dihuni.


Para pria itu tidak menjawab, hanya menyuruh Leiya mengikuti. Semuanya menjaga Leiya agar tidak melarikan diri.


__ADS_2