
Leiya melihat mereka terkejut segera menghentikan makannya
" Ada apa? Kalian tidak percaya?" tanya Leiya yang dibalas dengan anggukan semua orang
" Apa salahnya kalau aku sudah punya anak? Kenapa kalian menatapku seperti itu, membuatku takut saja" ujar Leiya memundurkan kursinya ke belakang.
" Bukan, tapi kak kamu terlihat masih sangat muda jadi kami tidak percaya kalau kamu sudah punya anak. Apalagi dengan badan kecilmu, itu sulit dipercaya" kata seorang pemuda yang tadi meminta nomor Leiya, dia berbicara dengan terbata-bata.
" Waah, ternyata. Setelah menghilang beberapa tahun kamu diam-diam membesarkan bayi, lihat tampangmu tidak mirip seorang ibu sama sekali" kata Naufal menepuk kedua tangannya dengan lambat.
Leiya tersipu dan segera mengalihkan pembicaraan
" Sudahlah kenapa kalian jadi membahas masalahku terus, ayo cepat makan!" kata Leiya terlebih dahulu makan miliknya.
......................
" Tuan makan malam sudah siap" kata Paman Toni mengetuk pintu
" Baiklah paman kami akan segera turun" jawab Arya lalu meletakkan laptopnya. Ia berjalan menghampiri Laskar yang sedang membaca.
" Ayo makan" kata Arya pada Laskar yang segera mengikuti di belakangnya, Arya mengerutkan kening dan menarik tangan Laskar untuk berjalan di depan.
Melihat makanan yang harum, Laskar menikmatinya dengan senang hati.
" Malam ini mau menginap atau pulang?" tanya Arya menyendokkan sayur ke mangkok Laskar.
Laskar memikirkannya dan saat melihat jam tangannya ternyata sudah jam sebelas.
" itu lebih baik aku pulang, jika bubu sendirian dan tidak ada yang mengawasinya pasti dia suka bermain-main di luar"
Setelah menyadari apa yang dikatakan, Laskar kemudian teringat sesuatu. Ia melihat lagi jamnya dan benar saja lokasi bubu tidak dalam area rumah!
" Gawat! Paman, bubu tidak ada di rumah. Aku harus mencarinya" kata Laskar beranjak dari tempat duduknya.
" Kamu selesaikan makannya saja lalu tidur di sini malam ini, aku akan mencarinya" kata Arya menghentikan Laskar yang mau berlari ke luar.
Laskar memikirkannya sejenak, paman ini sepertinya lebih bisa diandalkan daripada paman Boy. Ia mengangguk setuju dan menyerahkan jamnya pada Arya.
__ADS_1
" Ini bisa membantumu mencari lokasinya, lihat titik merah ini, bubu pasti ada di sini" kata Arya menyerahkan jam pada Arya
Arya melihat jam ini familiar, oh bukankah ini jam yang Leiya pakai waktu itu
" Kamu sudah memperbaiki jam ibumu?"
Laskar mengangguk lalu menggelengkan kepalanya
" Bisa dibilang begitu, tapi masih ada beberapa fungsi yang rusak"
Arya memasukkan jam itu kesakunya
" Baiklah aku pergi, habiskan makananmu. Jangan khawatir aku akan menjemput ibumu dengan selamat" katanya lalu beranjak pergi
Laskar mengangguk menghabiskan makanannya dan tidur dengan instruksi paman Toni untuk sikat gigi.
Arya melihat jam ini, ia sebenarnya tidak membutuhkannya. Tapi karena Laskar berniat baik, maka tidak bisa ditolak takut anak itu sedih.
Arya melihat ponselnya dan telah menemukan lokasi Leiya di rumah makan jalan cendrawasih, ia segera menyetir ke sana.
....
" Hey kalian, bagaimana kalau malam ini kita ke KTV, ayo bernyanyi. Lalalala" kata Leiya yang sudah mabuk bernyanyi dengan senang hati
Naufal dan teman-temannya duduk di samping mengawasinya mabuk, jika mereka tahu kalau Leiya tidak pandai minum mereka tidak akan pernah menawarkannya. Sayang sekali, semua sudah terjadi.
Naufal menepuk dahinya merasa lelah, dia juga tidak tahu dimana rumah Leiya!
" Sudahlah jangan minum lagi, lihat dirimu. Sudah mabuk hanya dengan dua gelas minuman tapi masih mau menghabiskan satu botol!" geram Naufal merebut cangkir ditangan Leiya dan mendorong semua alkohol menjauh dari Leiya.
Leiya cemberut dan ingin mengambil cangkirnya lagi tapi tidak bisa karena Naufal menahannya.
Arya yang baru masuk melihat pemandangan ini dengan suram, ia menghampiri Leiya dan mengambil tasnya.
" Tunggu siapa kamu?" tanya Naufal dengan curiga
Arya mendorong tangan Naufal menjauh dari Leiya, Leiya hanya cekikikan dan memandang Arya dengan kagum
__ADS_1
" Dia ayah anakku, lihat tampankan. Aku suka melihat pria tampan, oh malam ini sungguh beruntung. Banyak sekali pria tampan disekelilingku" kata Leiya menyodok pipi Arya lalu berputar untuk menari ditempat. Arya segera menangkapnya dan memeluknyaa
Naufal yang waspada melihat Arya dengan hati-hati
" Waah ternyata kakak ipar, kalau begitu kamu datang disaat yang tepat. Jika kamu terlambat semenit dia mungkin akan menjadi iblis besar, kakak ipar cepat bawa dia pulang" kata Naufal dengan senang hati mengantar Leiya pergi.
Arya hanya mengangguk ringan lalu pergi dari sana, ia masuk ke mobil dan menempatkan Leiya di kursi depan dengan sabuk pengaman.
Leiya marah dan memberontak tidak ingin duduk di mobil, ia mencoba keluar tapi tidak bisa.
" Orang jahat! Tidak membiarkan aku menghabiskan malam dengan para pria tampan itu, kamu sangat kejam!" ujarnya memukul lengan Arya dengan marah.
Arya dengan senyum geram memegang wajah Leiya dan berkata
" Bukankah pria di depanmu ini juga tampan, kenapa tidak memikirkan untuk menghabiskan malam denganku Hmm.? Masih memikirkan pria lain, tidak mungkin!"
Leiya melihat wajah di depannya dengan linglung
" Yaa, kamu sangat tampan. Kenapa wajahmu begitu familiar? Sangat mirip dengan bosku yang mesum, katakan apakah kamu mencoba menculik anakku hah, tidak tidak, tidak akan aku biarkan kamu menculik anakku!" kata Leiya meraba-raba wajah Arya dari mata sampai ke dagunya.
" Aww...kenapa kamu menggigitku! Dasar anjing besar hanya tahu menggertakku kelinci yang lemah! whee..." ucap Leiya memegang jari jempolnya dengan menangis.
Arya memalingkan mukanya dan melanjutkan menyetir pulang ke rumah, ia khawatir tidak bisa mengendalikan dirinya lagi. Ini pertama kalinya dia melihat Leiya yang mabuk, memang sangat mengkhawatirkan. Tidak heran kalau Laskar memasang pelacak lokasi dijamnya.
Setelah membaringkan Leiya di kamar, Arya merasa lega. Ia melepaskan sepatu dan kaos kakinya lalu menyematkan selimut padanya.
Leiya yang mabuk dengan tidak sadar menarik lengan Arya sampai ia jatuh ke sampingnya.
" Bukankah kamu bilang akan bermalam denganku, maka sekarang ayo tidur bersama" kata Leiya ditelinga Arya yang membuatnya geli.
" Patuh dan tidurlah, aku akan menemanimu tidur sebentar" kata Arya dengan gigi terkatup
Leiya merasa puas, ia memeluk Arya seperti gurita lalu mencium sudut mulutnya dan tertidur.
Arya tertegun dan tubuhnya kaku dalam sekejap, ia melihat ke samping dengan linglung
" Kamu sangat tidak berperasaan!" ujar Arya dengan senyum menyedihkan.
__ADS_1
Arya bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi, setelah selesai mandi ia ingin berbaring di samping Leiya lagi. Tapi karena tubuhnya yang dingin, ia takut mengagetkan Leiya.
Arya menghangatkan dirinya terlebih dahulu lalu berbaring di samping Leiya dan memeluknya untuk tidur.