Ibuku Tidak Ingin Menikah

Ibuku Tidak Ingin Menikah
Bab 19. Sekolah


__ADS_3

Waktu Laskar sekolah akhirnya tiba, Leiya menyiapkan segala sesuatu dengan cermat dan mengantar Laskar ke sekolah bersama Rifa.


" Nak kamu harus mendengarkan guru tau! Jangan nakal, jangan membuat kekacauan di kelas. Kalau butuh apapun langsung beritahu guru, mengerti?"


" aku tahu bu, kamu sudah mengulangi kalimat yang sama seratus kali. Aku masuk ke dalam, jangan lupa nanti jemput aku " pamit Laskar setelah mencium pipi bubunya.


Rifa menatap sahabatnya tanpa daya


" sudahlah kenapa kamu gugup sekali, anakmu saja sangat santai. Cepat aku antar kau bekerja, nanti terlambat mampus"


Leiya menatap kepergian anaknya dengan sedih, bayinya sudah tumbuh dewasa. Leiya melangkah masuk ke mobil dan pergi ke kantor.


Di jalan, lalu lintas sangat kacau karena lampu lalu lintas yang mati, Rifa mengutuk kesal karena tidak bisa berbelok.


" Kalau begitu aku turun saja, masih ada setengah jam. Aku tidak akan terlambat" kata Leiya melihat jam di tangan kirinya dan keluar dari mobil dengan tasnya.


" Kalau begitu hati-hati" ucap Rifa


Leiya mengangguk dan berlari menyebrangi jalan dengan hati-hati karena takut tertabrak.


Saat berjalan melihat sekeliling, Leiya melihat minimarket dan mampir untuk membeli minuman juga coklat.


Saat masuk ke kantor, Leiya pergi ke tempat Ara terlebih dahulu untuk mengambil beberapa bahan. Tapi ia tidak menduga akan melihat kejadian tak terduga.


" Jangan bangga hanya karena Anti mengajarimu, kamu bahkan tidak bisa mengungguli Sinta dalam menyulam, bagaimana Presiden bisa memilihmu untuk menjadi asisten Anti daripada Sinta" ujar salah satu wanita berambut pendek yang tengah mencubit lengan Ara


Berbagai macam cemooh dilontarkan oleh mereka, Ara hanya diam saja tidak melawan. Ia adalah pendatang baru, bagaimana bisa dibandingkan mereka yang sudah senior. Dan memang yang dikatakan itu benar, Sinta memiliki teknik menyulam yang lebih baik darinya.


Sinta yang dibicarakan hanya melihat kejadian itu dengan dingin tidak ada niat untuk membantu.


Leiya yang baru masuk melihat Ara ditindas sangat marah, bagaimana bisa orangnya sendiri ditindas? ia segera menarik Ara dari kerumunan dan melindunginya di balik tubuhnya.


" Jika kalian mampu, datang mengeluh saja pada Presiden jangan hanya tahu menggertak orang kecil. Lagipula jika kalian ingin menjadi asistenku, aku tidak akan setuju apalagi dengan karakter sombong seperti itu" kesal Leiya mencibir melirik Sinta yang dibicarakan


Wanita-wanita ini tidak bisa berkata-kata, tidak menyangka Anti akan lewat dan menemukan kejadian ini.

__ADS_1


Sinta merasa sangat dihina, ia menggenggam erat telapak tangannya tapi ekspresinya masih tenang. Jika kalian melihat di matanya ada permusuhan yang tersembunyi.


" nona Anti, ini hanya salah paham. Aku tidak ingin menjadi asistenmu, mereka ini sedikit impulsif karena merasa keputusan ini tidak adil bagiku. Jangan salahkan mereka, akulah yang menyebabkan kekacauan maafkan aku" katanya dengan menyedihkan


Leiya mengangkat alisnya, Sinta ini boleh juga. Aktingnya sangat bagus, sayang sekali tidak menjadi aktor.


Rekan-rekannya merasa tersentuh dengan perkataan Sinta dan segera menghampiri Sinta untuk menghiburnya.


" Kalau kamu merasa tidak adil maka kamu bisa bertanya pada presiden, untuk apa menindas Ara? Apakah itu akan mengubah asistenku menjadi kamu? Bukankah kalian harus meminta maaf padanya" cibir leiya melihat Sinta yang berpura-pura menangis.


" Yahh maafkan aku Ara, mereka hanya sedang terbawa suasana. Mereka tidak bemaksud menyakitimu"


Ara mengangkat kepalanya dan hanya mengangguk, ia menarik baju Leiya untuk tidak melanjutkan masalah.


Bagaimana bisa Leiya melepasnya begitu mudah


" Ya sekarang mari kita bicarakan kompensasi, bagaimana kalian akan membayar kerugianku dengan bahan yang kalian hancurkan"


Wanita wanita itu terdiam, mereka juga hanya pekerja biasa. Hanya karena emosi, mereka melupakan kalau bahan yang dibawa Ara adalah milik Anti! Bagaimana bisa murah.


" Itu nona Anti, biar aku yang menggantinya, tenang saja keluargaku masih mampu membelinya" kata Sinta


" Yah ingatlah segera membayar, karyaku tidak bisa hanya menunggumu membayar hutang" kata Leiya dan segera pergi dari sana bersama Ara


" oh satu lagi, rapikan mejanya dan bawakan barang-barangku ke tempatku. Jangan terlambat"


Setelah sampai di ruangannya sendiri, Leiya duduk dengan santai dan minum air


" Nona terimakasih untuk yang tadi, aku tidak tahu harus membalasmu dengan apa" kata Ara penuh syukur


Leiya memberikan sepotong coklat yang dibelinya untuk Ara dan mulai menyiapkan pekerjaannya.


" tidak usah dipikirkan hanya masalah usaha, aku hanya ingin memberitahumu entah itu senior atau junior bisa saja terkena bullying, yang menentukan pemenang adalah yang kuat dan punya pendirian. Jika kamu terus lemah dihadapan mereka maka kejadian itu akan terulang lagi dan lagi, yang bisa menolong dirimu hanya dirimu sendiri. Jadi belajarlah untuk melawan saat kamu melakukan hal yang benar"


" yah walaupun belum tentu semua orang memilih jalan kebenaran setidaknya kamu bertindak dengan hati nuranimu dan pilihanmu bukan dipilihkan, maka kamu tidak akan menyesal kemudian apapun hasilnya" jelas Leiya sambil menggambar pola di kain.

__ADS_1


" Aku ingat ajaranmu, terimakasih. Aku akan berusaha" kata Ara dengan tulus


......................


" Tuan ada beberapa masalah di departemen desain" lapor Kona sekertaris Arya


Arya yang sedang membalik dokumen berhenti sejenak lalu membacanya lagi


" Ada apa?"


" Beberapa orang merusak bahan milik nona Leiya..khmm maksudnya nona Anti" ucap Kona terbatuk melihat tatapan dingin bosnya


"Suruh mereka membayar ke departemen keuangan, hal seperti ini apa aku harus turun tangan? Beri mereka peringatan, jika ada yang kedua kalinya langsung keluarkan" kata Arya dengan acuh


Kona mendesah di dalam hatinya, bukankah dia takut kalau nona Leiya akan ditindas maka bosnya akan marah. Jika aku tidak melaporkan hal-hal ini, bos bisa marah juga. Sekarang dia melapor salah juga, ck nasib


"Baik tuan laksanakan"


......................


Di TK Laskar mendengar dengan bosan, ia mengotak-atik kubus rubik ditangannya dengan lambat. Saatnya makan siang, Laskar membawa makanannya ke luar kelas, ia mau makan sendiri ketika ada anak perempuan menghampirinya


" Laskar ini makanan yang aku janjikan, aku menunggumu beberapa hari tapi kamu tidak datang. Ternyata kamu ada di kelas ini" kata Aning menyerahkan sebungkus keripik padanya.


Laskar melihat ternyata keripik singkong


" aku tidak makan hal seperti itu, tidak sehat" ucapnya terus makan


Aning merasa sedih karena ditolak,ia marah dan membuka keripiknya


" jika tidak mau ya sudah, aku makan sendiri. Di mana ada anak-anak tidak menyukainya, semua temanku menyukai ini" katanya cemberut sambil makan


" Kalau begitu tidak heran kelasmu bodoh" ucap Lakar sambil menunduk makan


" kamu anak tidak baik! Bagaimana bisa kamu mengatai kami bodoh, aku tidak akan berteman denganmu lagi" marah Aning dan pergi

__ADS_1


Laskar hanya melihatnya dengan acuh dan melanjutkan makannya.


__ADS_2