
Arya kembali ke kantor pusat Perusahaan Altic yang ada di pusat kota yang hanya berjarak 500 meter dari rumahnya.
Perusahaannya tercatat sebagai perusahaan ritel yang besar dengan pendapatan $600.1 miliar.
Perusahaan yang telah berdiri selama lima puluh tahun ini telah memiliki 9.622 toko di 20 negara.
Perusahaan Altic menyediakan berbagai macam barang dagangan dan pakaian jadi, perlengkapan rumah tangga, buku, perhiasan, makanan dan minuman, persediaan farmasi, serta peralatan otomotif.
Karena pakaian jadi yang sedang menurun, Arya mengundang Anti untuk merancang beberapa baju untuk menarik kembali pembeli dan hasilnya sesuai dengan yang ia rencanakan.
" Bos ini data proyek negara G, Resor sedang dalam proses pemeriksaan. Investor dan sponsor iklan akan menyelesaikan proses promosi investasi sebelum tanggal 20 bulan depan"
" Hmm, investasi gelombang dua ini selidiki dengan cermat latar belakangnya, jangan sampai ada kebocoran di tengah" kata Arya yang segera dicatat oleh pria itu.
Dengan biaya iklan itu bisa mengisi ulang investor baru jadi tidak perlu mencarinya lagi, investasi gelombang pertama tentu dari perusahaan Altic sendiri. Dan pasti akan ada gelombang ketiga investasi tahun depan dengan masuknya pengiklan.
Jangan sampai Paman Sam masuk ke celah itu dan membuat kekacauan.
Perusahaan Altic sudah berkembang sedemikian rupa tapi Arya saat ini sedang beralih ke industri pengembangan pariwisata untuk mengembangkan pengaruh perusahaannya di negara G.
Pengembangan pariwisata ini tidak hanya hardware fasilitas pariwisata, tetapi juga one-stop TV shooting parent-child, entertainment, food tourism, variety show, dan proyek pendukung lainnya.
" Itu saja, kamu bisa pergi" kata Arya setelah selesai meneliti dokumen proyek itu dan menyerahkannya pada penanggung jawab.
Sekertarisnya Kona masuk dengan cepat setelah pria itu pergi dan menyerahkan setumpuk dokumen lainnya pada Arya lalu pergi ke ruangannya sendiri dengan cepat.
Yah Kona hanya tidak ingin melihat bosnya tiba-tiba langsung pergi begitu saja dan menyerahkan semua tugas padanya, sangat melelahkan bekerja dengan bos yang sedang jatuh cinta.
......................
Leiya yang ditinggalkan Arya di rumah berjalan mengitari seluruh ruangan, ternyata ada juga bioskop kecil di lantai dua.
__ADS_1
Leiya memutuskan untuk menghabiskan waktunya disana dan menelpon Laskar terlebih dahulu takutnya dia terlalu merindukan bubunya ini. ( khmm sebenarnya Leiya sendiri yang merindukan Laskad tapi dia tidak mau mengakuinya)
" Bagaimana kabarmu putra kecil, kamu tidak menggertak Aning kan"
" Bu bagaimana aku bisa menggertaknya, dia yang menggertakku terus. Dia memaksaku untuk bermain boneka, bagaimana aku bisa tahan! Bu kamu cepatlah pulang" keluh Laskar dengan sedih
Leiya tertawa senang mendengarnya, selama ini baru pertama kali Laskar dikalahkan oleh temannya.
" Baiklah tenang saja, aku akan segera pulang. Tunggu ayahmu pulang kerja, kita langsung balik ke sana. Kamu tidur sianglah dulu jangan merepotkan paman dan bibimu" kata Leiya dengan lembut
" Aku tahu bu, kalau begitu aku tutup teleponnya. Bye" pamit Laskar, mendengar ucapan bubunya seperti seorang istri yang sedang menunggu suaminya pulang, Laskar dengan geli menutup teleponnya. Pasti bubu bahkan tidak menyadari ucapannya.
Setelah menutup telepon, Leiya melihat daftar film yang ada, hanya ada film dokumenter, pahlawan, sci-fi dan semacamnya. Tidak ada film romansa, ck membosankan sekali.
Leiya memutuskan salah satu film yang sedikit lebih baik dan segera menontonnya, oh Leiya melupakan hal yang penting. Popcorn dan coke!
Dengan segera Leiya memanggil paman butler meminta camilan yang segera dibawakan olehnya, paman butler sangat baik.
" Tuan muda kesini hanya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya seperti makan tidur dan ke kamar mandi, selebihnya dia selalu sibuk bekerja. Seperti robot berjalan, aku pun tidak tahan melihatnya. Untung sekarang ada kamu nona, setidaknya tuan muda bisa tersenyum dengan tulus dan bergembira" kata paman butler melihat Leiya dengan tatapan bersyukur lalu pergi setelah menyelesaikan kalimatnya.
" Bukan! Itu paman..." Leiya yang mau menjelaskan hubungannya tapi paman sudah pergi,.Leiya mengangkat bahu pasrah dengan kesalahpahaman indah ini dan melanjutkan menonton sambil makan.
Tapi jika dipikirkan sepertinya kehidupan Arya memang sedikit menyedihkan. Jangan sampai Laskar menjadi seperti dia, yang hanya tahu bekerja.
Arya yang telah menyelesaikan pekerjaannya pulang ke rumah dengan lelah
" Dimana Aaya?" tanya Arya pada paman butler yang sedang memangkas pohon
" Di bioskop tuan" jawabnya
Arya mengangguk segera ke dalam dan membuka ruangan bioskop yang suaranya terdengar samar di luar pintu.
__ADS_1
Melihat Leiya tengah meringkuk ketakutan karena menonton film horor, Arya tertawa di hatinya. Merasa takut tapi masih tetap menonton, Leiya ini.
" Kalau takut jangan ditonton" kata Arya yang duduk di sebelah Leiya yang membuatnya kaget
" Sialan! Siapa yang takut, kamu yang mengagetkanku! Bagaimana kamu bisa masuk diam-diam" rutuk Leiya dengan muka yang dibuat-buat menjadi berani.
Arya tertawa senang, ia merasa kelelahannya seharian ini tersapu dengan cepat.
" Baiklah aku yang salah, lanjutkan saja aku akan ikut menonton" kata Arya sambil mengusap kepala Leiya dengan gemas.
Leiya memelototi Arya tidak senang, kenapa orang ini selalu suka mengacaukan rambutnya.
" Aku tidak ingin menontonnya lagi, kamu istirahat saja sana. Kenapa merusak mood menontonku disini"
" Jadi apakah kamu mengkhawatirkanku" goda Arya yang dibalas tatapan menghina dari Leiya
" Pergi pergi, malam ini aku harus sudah sampai ke kota Y. Jika kamu tidak istirahat apakah kamu ingin kita mengalami kecelakaan saat mengemudi" usir Leiya mendorong Arya keluar.
"Lalu apa yang kamu lakukan?" tanya Arya karena Leiya tidak berminat lagi untuk menonton film.
" Aku akan ke kamar untuk menonton tv" kata Leiya berjalan ke arah kamar.
" Kenapa kamu mengikutiku?" tanya Leiya yang melihat Arya mau ikut masuk ke dalam kamar
" Aya sepertinya kamu lupa, ini adalah kamarku. Bagaimana, apakah kamu mau tidur bersama?"
" Apa apaan, aku tidak tahu ini kamarmu. Aku akan ke bawah saja" kata Leiya berbalik pergi tapi dihentikan oleh Arya.
" Menonton di sini saja, temani aku tidur" kata Arya lalu menarik tangan Leiya ke dalam.
Leiya tentu tidak setuju dengan perkataan Arya, tapi saat melihat wajah lelahnya yang bersandar di bantal. Ia hanya bisa diam dan menyalakan tv, Arya yang melihatnya diam-diam tersenyum dan menarik tangan Leiya untuk dipegang dan melanjutkan tidurnya seolah tidak terjadi apapun.
__ADS_1
Leiya ingin menarik tangannya tapi tidak bisa, dia hanya bisa menghela napas. Kenapa hari ini Arya sangat manja seperti Laskar, ya seperti ayah seperti anak.