
Bai menyuruh Leiya untuk beristirahat dan dia sendiri pergi ke lokasi yang telah dikirim oleh peretas miliknya.
Bai pergi dengan wajah muram, ia tahu Haris berbohong. Saat mencari sesuatu di dapur, Bai menemukan sisa bubuk di vas yang ada di tempat sampah. Saat menciumnya ia tahu ini adalah obat bius.
Laskar tidak mungkin bermain dengan obat seperti itu, dan saat Haris menelpon. Bai segera mencatat nomornya diam-diam dan menyuruh bawahannya segera melacak keberadaan Haris.
Lokasinya berjarak lima kilometer, Bai dengan cepat sampai ke dermaga itu untuk mencari Haris.
......................
" Ayo masuk"
Haris memimpin tiga orang bawahannya masuk ke gudang yang tidak digunakan, dengan hati-hati berjalan perlahan agar tidak membuat suara.
" Sembunyikan"
Haris melihat ada penjaga yang lewat, segera ia memberi isyarat dan penjaganya segera mengerti.
Ia berjalan di belakang orang itu lalu memukul leher belakangnya yang membuat mereka segera pingsan.
" Bos ada kartu pass" kata bawahannya menunjukkan sebuah kartu hitam dengan gambar mahkota di baliknya.
Haris mengangguk menyuruh mereka menyimpannya dan menundukkan orang lagi agar mereka bisa masuk dengan identitas para penjaga itu, kecuali Haris yang masih dengan pakaian yang sama.
Setelah berganti pakaian, mereka dibagi menjadi dua tim dan segera berpencar untuk mencari Laskar di dalam.
Saat Haris akan masuk, ia dihentikan oleh penjaga pintu yang membawa pistol di sakunya.
" Siapa kamu?"
Pengawal yang ikut bersama Haris merasa keringat dingin naik ke telapak kakinya, ia dengan cemas menunggu bosnya berbicara. Jika mereka langsung ketahuan, dia akan bersiap menyelamatkan bosnya.
" Beraninya menanyaiku, apakah kamu tidak tahu. Aku Haris pedagang senjata terkenal internasional, panggil bosmu katakan padanya aku punya bisnis di sini" kata Haris dengan arogan menatap pengawal itu.
Pengawal menatapnya dengan menyelidik lalu berbicara dengan pemimpin di interkomnya.
__ADS_1
" Bos berkata kalian boleh masuk" kata pengawal memberi isyarat pada rekannya untuk mengantar mereka berdua ke dalam.
Haris mengikuti dengan langkah ringan sambil terus mengamati sekitarnya, saat ia tiba di sebuah pintu. Pengawal itu segera membukanya lalu pergi setelah Haris masuk.
" Bos senjata, apa bisnis yang bisa kamu tawarkan padaku"
Seorang pria dengan pakaian kasual duduk di kursi dengan santai bertanya pada Haris sambil mengelus anjing kesayangannya, di sisi kanan dan kirinya berdiri dua orang pengawal berbaju hitam dengan tampang sangar.
" Bos Yaol anda tidak menganggap serius saya, apakah seharusnya saya mempertimbangkan geng lain seperti geng harimau untuk bekerja sama?"
Haris duduk di depannya bersandar di kursi mengetuk jarinya ringan di pegangan kursi.
Raut wajah bos tetap tenang tanpa perubahan sedikitpun, ia menatap Haris di depannya.
" Kalau anda mau menjadi musuh geng naga saya maka silahkan, Tuan Haris harus mengetahui latar belakang Geng Naga kita tidak sederhana"
Haris mengangkat bahunya
" Dengan pasokan dari Raja Senjata, tapi biar saya beritahu anda Bos Yaol. Raja Senjata adalah saudara baikku jadi jika aku melakukan panggilan padanya sekali maka anda akan selesai" cibir Haris menatap tajam bos yaol.
Haris mengulurkan tangan pada bawahannya segera ada sebuah kotak di tangan Haris, ia menaruhnya di meja depan agar Bos Yaol melihatnya.
" Ini senjata partikel baru yang belum dipasarkan, aku ingin tahu berapa bos yaol akan menghargainya"
Bos yaol mengambilnya dengan tidak tergesa-gesa dan membuka kotak itu, saat membaca deskripsi kegunaannya. Raut wajah Bos Yaol segera berubah, ia menatap benda di dalam kotak dengan mata berbinar.
" Ini produk barumu? Sangat bagus, bakat langka sepertimu kenapa tidak mengambil alih posisi raja senjata. Akan sangat bagus jika kamu bisa terus memproduksi barang-barang bagus" kata Bos Yaol mengambil benda itu seperti menemukan harta karun.
Haris tidak menjelaskan lebih dalam hanya mengeluarkan permen untuk dimakan, melihat bos Yaol yang senang. Ia segera menjatuhkan impian bos yaol yang ingin mendominasi senjata itu.
" Maaf bos tapi benda itu aku hanya memiliki dua, dan butuh waktu sangat lama untuk membuat satu senjata saja"
" anda harus cepat menentukan harga, aku masih ada transaksi lain" kata Haris dengan tidak sabar
" kenapa terburu-buru, aku akan membeli ini lalu jika kamu membuatnya lagi maka jual juga padaku. Bagaimana?" tawar bos yaol dalam suasana hati yang baik.
__ADS_1
" Itu tidak baik, aku sudah berjanji pada raja senjata untuk menjual satu padanya" kata Haris membuat alasan.
Bos Yaol akan mengatakan sesuatu ketika pengawal di sebelah kirinya membisikkan sesuatu yang membuat raut wajahnya berubah.
" Tuan Haris kita bisa membicarakan ini lain kali, aku ada urusan mendadak. Untuk senjata ini, bawahanku akan membayarmu nanti"
Bos Yaol segera berdiri keluar bersama pengawal kirinya.
Setelah pengawal kanan itu mentransfer uang pada Haris, Haris dengan sigap menjatuhkannya dan memakai baju pengawal itu mengikuti arahan di interkom ia segera berjalan mendekati lokasi Bos Yaol pergi tadi.
......................
Bai melihat sinyal yang bergerak mendekati dermaga segera berlari mencari ke sana.
Melihat ada lima orang membawa sebuah kotak sepaha manusia, Bai yakin pasti ada Laskar di dalamnya. Ia mengikuti dengan cepat sambil memegang pinggangnya yang terdapat pistol.
Tapi orang itu sangat waspada, dia tahu ada orang yang mengawasinya dan segera memberitahu rekan-rekannya untuk menjelajah.
Sekarang kotak itu hanya diawasi oleh satu orang.
Bai segera ditemukan oleh salah satu pengawal yang langsung menembaknya, untung Bai segera mengelak jika tidak mungkin hidupnya sudah berakhir.
Pengawal lain juga langsung menembak ke arah yang sama secara beruntun, Bai segera lari ke arah hutan dengan terengah-engah.
Bajunya basah oleh darah, walaupun Bai sudah menghindar ia terkena tembakan di bahu. Tapi itu tidak sia-sia, Bai sudah menembak mati salah satu pengawal yang memberi kesempatan pada bawahan Haris untuk menyusup.
Bai juga melihat orang itu jadi dia melarikan diri dengan tenang.
......................
Arya yang mendapatkan pesan dari Gio segera berkemas untuk pulang, Gio berkata orang itu meminjam geng naganya untuk melakukan sesuatu. Arya khawatir dengan keselamatan Leiya dan Laskar segera mengirim banyak pesan pada Leiya.
Tapi Leiya tidak membalas pesannya yang membuat Arya lebih khawatir, segera setelah pesawat mendarat ia bergegas mencari Leiya di seluruh rumah.
Melihat Leiya di dalam kamar tertidur, Arya menghela napas lega. Ia mencari Laskar tapi hanya menemukan surat dari Haris di lantai bawah.
__ADS_1
Wajahnya segera menjadi gelap, paman sam ini sangat berani menyentuh anaknya. Ia meremas surat itu menjadi bola dan melemparnya ke tempat sampah.