Ibuku Tidak Ingin Menikah

Ibuku Tidak Ingin Menikah
Bab 43. Hari libur


__ADS_3

Leiya bangun dengan semangat pagi, ia mandi lalu pergi ke sebelah melihat Laskar sudah tidak ada. Anak itu pasti ada di bawah.


Leiya turun dan mencium aroma makanan yang sangat harum, melihat ke dapur ada Arya yang sedang menyajikan makanan.


" Mengapa kamu ada di sini? Apakah kamu tidak pulang?" tanya Leiya heran lalu duduk di kursi meja makan mengambil sepotong anggur dan memakannya.


Arya meletakkan hidangan di depan Leiya dibantu oleh Laskar yang membawa piring dan benda ringan lainnya.


" Aku tidur di kamar tamu tadi malam, apakah kamu keberatan? Aku sangat lelah sampai tidak bisa memegang setir" kata Arya melankolis.


Laskar menggelengkan kepalanya melihat tingkah ayah murahannya ini.


" Bagaimana bisa? Bukannya aku tidak tahu berterima kasih" kata Leiya tidak senang dengan tingkah Arya seolah dia akan marah.


" Baiklah aku tahu Aya yang paling baik di dunia"


Arya terkekeh melangkah ke dapur untuk meletakkan celemek miliknya dan Laskar lalu mencuci tangan untuk makan bersama.


Leiya mendecakkan lidahnya


" Tahu pun"


" Lalu kamu tidak bekerja?"


Leiya menyajikan makanan untuk mereka bertiga yang sudah duduk.


" Hari ini hari minggu, tentu saja aku libur. Aku akan mengajak kalian jalan-jalan" kata Arya tersenyum dalam suasana hati yang baik.


" Oh, mau kemana?"


Leiya menyendokkan makanan ke mulutnya dengan nikmat, tidak menyangka presiden sombong ini juga bisa masak apalagi masakannya sangat lezat.


" Hmm, terserah kalian mau kemana" kata Arya setelah berpikir sebentar.


" Kalau begitu cepat habiskan"


Setelah semua orang selesai sarapan, Leiya berganti pakaian yang nyaman dengan kaos putih dan celana jeans. Lalu menarik Laskar untuk mendandaninya.


" Hmm ayo pakai baju ini, terlihat seperti baju pasangan ibu dan anak. Oh pakai topi hitam ini juga"


Leiya memandangi Laskar dengan puas.


" Kenapa kamu sangat tampan! Anak siapa kamu" kata Leiya gemas dengan putranya sendiri dan mencubit kedua pipinya sampai sedikit kemerahan.


Laskar menepis tangan ibunya dengan kesal.


" Tentu saja aku anakmu dan dia, siapa lagi. Gen kalian sangat bagus tentu saja aku sebagai anak mewarisi ketampanan kalian. Ayo cepat bu, paman sudah menunggu di bawah"

__ADS_1


Laskar berkata dengan bangga lalu menarik Leiya untuk turun.


Leiya berdehem canggung dan mengikuti Laskar ke bawah.


Arya melihat ibu dan anak turun segera tersenyum, ia menatap Leiya dengan mata berbinar.


Leiya yang ditatap Arya segera memalingkan mukanya, mendengar perkataan Laskar tadi membuatnya berpikir yang tidak-tidak tentang orang di depannya ini.


" Mau pergi kemana dulu?" tanya Arya yang sudah duduk di kursi mengemudi bersama Leiya dan Laskar yang duduk manis di sebelahnya.


" hmm ayo kita menonton film, aku belum pernah mengajak Laskar ke bioskop" kata Leiya dengan perasaan bersalah.


Ia selama ini sibuk bekerja sampai lupa kalau anaknya baru berumur lima tahun.


" Kalau begitu kita pergi ke sana"


Arya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia sekarang memakai kaos hitam dan celana jeans hitam serta topi putih yang sangat tidak biasa.


Leiya hanya pernah melihatnya memakai kemeja lengan panjang ataupun jas, ini pertama kalinya ia melihat Arya memakai kaos lengan pendek ÿang membuatnya terlihat lebih muda.


" Kita sudah sampai, mau menonton film apa?"


" Hmm bagaimana dengan film Harry Poter, atau kamu mau melihat The Sea Beast atau Minions?" tanya Leiÿa pada Laskar dengan kepala menunduk menghadapnya.


Laskar melihat film-film ini dengan tidak tertarik, ia sudah pernah melihatnya saat bermain komputer dengan saudaranya Sime.


" Kalau begitu tonton The Sea Beast" kata Leiya membuat keputusan, ia menganggap kalau Laskar mempercayakan pilihannya pada dia.


Setelah memutuskan film yang akan ditonton, Leiya segera mengantri untuk mendapatkan tiket.


" Kalau begitu aku akan mengajak Laskar membeli popcorn" kata Arya menggandeng tangan Laskar menuju penjual popcorn.


Leiya hanya mengangguk melihat mereka pergi dan terus mengantri tiket bioskop.


" Ayo lihat sudah mau mulai" kata Leiya dengan bersemangat menatap layar lebar di depannya, Laskar hanya menatap dengan tenang sambil makan popcorn ditangannya.


Setelah sekian lama film diputar, Leiya merasa mengantuk berat, ia memiringkan kepalanya ke samping dengan nyaman dan tertidur.


Arya melihat Leiya yang bersandar di pundaknya tersenyum, dengan hati-hati membenarkan posisi duduknya agar Leiya lebih nyaman.


Laskar yang tidak peduli dengan film sekarang sedang menonton dengan serius, ya walaupun dia bilang tidak suka bagaimanapun dia masih anak-anak.


Akhirnya dua jam berlalu dan film berakhir.


Arya mengguncang pundak Leiya dan menepuk pipinya untuk membangunkannya.


Leiya dengan linglung membuka matanya, saat melihat mata Arya di depannya. Ia langsung sadar dan segera mengelap sudut mulutnya.

__ADS_1


Untung saja dia tidak meneteskan air liur, betapa memalukannya.


"Maaf aku tertidur, apakah film sudah selesai?"


Melihat semua orang berdiri ke pintu keluar, Leiya dengan cepat menggosok matanya.


" Ya film sudah berakhir ayo keluar"


Arya menuntun Leiya yang belum sepenuhnya bangun agar tidak terantuk kursi.


Laskar mengikuti kedua orang ini dengan cemberut, ia membawa ember popcorn dengan kedua tangan.


Lihatlah kelakuan ayah murahannya ini, jika dia bersama bubunya kelak bukankah dia akan ditinggalkan. Menyedihkan sekali nasibnya.


" Ayo kita ke taman bermain, Laskar pasti suka" kata Leiya yang sudah sadar segera menggendong putranya dipangkuannya.


" Baik"


Arya segera menyetir ke tempat yang ingin dituju Leiya.


Segera mereka sampai karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari bioskop tadi.


" Lihat Laskar kamu mau naik wahana apa?" tanya Leiya pada Laskar tapi dia sendiri melihat roller coaster dengan mata berbinar.


Laskar melirik ibunya dan menggelengkan kepalanya


" Naik itu saja bu, aku ingin mencobanya" kata Laskar menunjuk roller coaster di depannya.


" Pilihan yang bagus, kamu pasti suka. Ayo cepat masuk" kata Leiya dengan semangat menarik Laskar ke dalam.


Arya menelan ludahnya melihat wahana di depannya, tapi ia tidak akan mengakui kekalahan dari anaknya ini dan segera mengikuti di belakang.


Setelah semua orang duduk dengan siap, roller coaster segera meluncur memulai perjalanan.


Leiya dengan bersemangat berteriak dengan keras dan menyuruh Laskar untuk mengikuti


Laskar menurut dan berteriak dengan senang hati, dia yang selalu membonceng bubunya naik motor dengan gila tidak merasa takut hanya dengan wahana ini.


Sebaliknya wajah Arya sekarang pucat, ia memegang pegangan dengan erat tidak berani mengedipkan matanya.


" Bukankah sangat seru? Ayo naik kora-kora itu juga" kata Leiya mengajak Laskar.


Tapi Laskar menghentikan langkah bubunya dan menunjuk ke pamannya di belakang sedang muntah.


Dengan perasaan bersalah Leiya bergegas membeli air dan menyerahkannya pada Arya.


"Maaf aku tidak tahu kamu tidak bisa naik itu, lainkali bilang saja jangan terlalu gengsi" ucap Leiya segera memijat kepala dan leher Arya agar lebih baik.

__ADS_1


" Hm, aku baik-baik saja. Bagaimana bisa aku menghambat kalian bersenang-senang. Pergilah bermain aku akan menunggu di sini" kata Arya dengan kesal mengutuk dirinya sendiri.


__ADS_2