Ibuku Tidak Ingin Menikah

Ibuku Tidak Ingin Menikah
Bab 21. Perjamuan


__ADS_3

Beruang masuk ke kamar yang remang-remang, ia melihat ke tempat tidur dan mencibir. Melihat sekeliling untuk mencari coro tapi ia merasakan bahaya tiba-tiba datang, belum sempat menghindar lehernya dipukul dan ia pingsan.


Bai melihat pria itu jatuh di lantai dengan tenang dan keluar dari kamar bersama gadis itu.


" Ayo pergi sebelum mereka menyadari ada yang salah, tapi jika kita keluar seperti ini bukankah akan ketahuan?" tanya gadis itu


Bai meliriknya dengan dingin dan berjalan ke tepi ruangan, ia melompat dari jendela dengan mantap berdiri di atas tanah.


" **** kamu! Dasar pria tidak peka" rutuk wanita itu saat melihat Bai kabur sendiri.


Gadis itu ikut keluar dari jendela dan turun, saat melihat Bai masih menunggunya ia meluncur ingin menendangnya, sayangnya ia sendiri yang jatuh ke tanah.


" Aduuuh bokongku, dasar laki-laki berengsek. Cepat kemari bantu aku berdiri" katanya marah


"Jangan berteriak keras apa kamu ingin mereka mendengar? Cepat bangun dan ikuti aku"


Setelah menegurnya Bai berjalan menyusuri gang yang ada di seberang bar. Wanita itu berdiri mengikuti Bai dengan marah dan mengutuknya dalam hati ratusan kali.


Bai memasuki salah satu rumah sederhana dan menuangkan minum untuk dirinya sendiri, gadis itu melihat sekeliling dengan penasaran. Melihat Bai minum sendiri, gadis itu bergegas menuangkan untuk dirinya.


" Katakan apa hubunganmu dengan orang-orang itu?" tanya Bai melihat gadis ini yang minum terlalu banyak


" Bukankah sudah aku bilang mereka menculikku! Hubungan apa yang bisa ada antara aku dan penjahat mesum seperti mereka" katanya kesal.


Bai menatapnya dengan dingin dan berkata


" aku bisa menyelamatkanmu tapi kamu bahkan tidak tahu siapa aku, bagaimana kalau aku komplotan mereka hmm. Nona anda terlalu berani, katakan dengan jujur apa motif mereka. Aku tahu kamu mengenal kelompok ini" ujar Bai


Gadis itu minum dengan cemberut


" Bahkan jika kamu bekerja sama dengan mereka aku masih bisa melarikan diri" katanya bangga menepuk dadanya


" mereka menculikku untuk mengancam kakakku, itu saja. Ya kamu benar, aku akrab dengan kelomopok ini, karena mereka bawahan orang itu" ucapnya lalu menenggak bir dari botolnya


" Orang itu siapa?" tanya Bai tajam, ia sangat ingin mengetahui orang di belakang kelompok itu karena ia memiliki dendam yang harus diselesaikan.

__ADS_1


" Oh siapa yang kamu bicarakan? Apakah kelompok idiot itu, mereka tidak bisa menandingiku dalam melarikan diri. Oh hei apakah kamu mengenal iparku, dia sangat cantik tapi sayangnya kakakku bahkan tidak bisa mengejarnya ck ck. Katakan padaku pria tampan, apakah kamu tertarik berkencan denganku" kata wanita ini melantur, sepertinya ia sudah mabuk berat


Bai memiliki garis hitam di dahinya, dengan paksa merebut bir ditangannya dan memerintahkan pengusiran.


" Dasar idiot, bahkan tidak memiliki kewaspadaan terhadap orang asing. Tidak mengejutkan jika kamu tertangkap lagi nanti, dimana rumahmu biar aku antar" tanya Bai


Gadis yang sedang mabuk itu tidak menjawab pertanyaan Bai dan hanya bermain-main dengan barang-barang di meja.


"Hei kenapa ada kupu-kupu sebesar ini, kamu kasih dia makan apa sampai besar sekali. Aku ingin menaikinya" katanya lalu duduk di meja yang memang bergambar kupu-kupu


Bai menarik lengannya dan menghempaskan gadis itu ke sofa.


" Jika kamu tidak ingin pulang maka tidurlah di sini" kata Bai dengan dingin dan meninggalkannya sendirian


......................


Setelah melihat penampilannya di cermin, Leiya merasa puas. Untuk menghadiri pesta pernikahan Yami ia harus berdandan sebaik mungkin. Sebenarnya Leiya terlalu malas bertemu dengan keluarga Ning, tapi karena ia sudah berjanji untuk datang maka tidak baik mengingkari ucapannya sendiri.


Rifa dan Laskar mengantar Leiya ke tempat perjamuan, Leiya tentu tidak akan membiarkan anaknya bertemu keluarga itu takut mereka menakuti anaknya.


"Bu kamu harus hati-hati tau, jangan pernah melepaskan jam dan gelang yang aku berikan" perintah Laskar pada bubunya.


" iya bawel, sudah kalian pergi saja nanti aku kabari kalau mau pulang" kata Leiya melambaikan tangannya dan masuk


Rifa sebenarnya khawatir makanya dia menyuruh Baltic untuk memperhatikan Leiya, walaupun Baltic masuk tanpa undangan tidak ada yang berani menghentikannya.


Perjamuan sedang berlangsung, Tuan Ning yang sudah selesai menyambut acara turun dari panggung dan membiarkan kedua pengantin mengurus pestanya.


Yami selalu melihat pintu menunggu Leiya datang akhirnya muncul, Yami meraih lengan suaminya dengan mesra.


" Ayo turun, aku perkenalkan kamu dengan saudariku" kata Yami menariknya turun


Dio bingung bukankah Yami anak perempuan satu-satunya dalam keluarga Ning?


" Siapa? Bukankah kamu anak perempuan sendiri, saudari dari mana"

__ADS_1


Yami tersenyum dan menunjuk ke arah Leiya dengan dagunya


" Lihat itu dia, bukankah kamu mendengar kalau keluargaku juga mengasuh putri sebelum aku"


Leiya juga berjalan ke arah mereka, entah apa yang dibisikkan Yami, raut muka Dio memandangnya seakan meremehkan. Mungkin dia sudah memberitahu kalau aku anak palsu yang penuh skandal.


Tapi Leiya tidak peduli, ia menyerahkan hadiah untuk Yami.


"Terimakasih karena sudah datang saudari, perkenalkan ini suamiku Dio" kata Yami dengan sopan, jika orang tidak mengenalnya mungkin akan tertipu dengan topeng munafiknya itu.


" Yah aku sudah berjanji tentu aku menepatinya" jawab Leiya tanpa memperhatikan Dio


" Saudari maka kamu harus bertemu dengan ayah dan ibu dahulu, mereka pasti merindukanmu" katanya dengan prihatin


Leiya menatap dengan jengah, sejak kapan mereka pernah rindu padanya


" Kamu terlalu memikirkan aku, bagaimana mereka merindukan putri yang sudah diusirnya ini.


"Saudari tapi mereka membesarkanmu selama 20 tahun tidak mungkin mereka tidak sedih, temuilah mereka" ucapnya dengan nada sedih yang membuat Dio menatap Leiya dengan permusuhan


" Untuk apa kamu berbuat baik padanya, dia bahkan memperlakukan kalian seperti tidak ada. Dia hanya serigala bermata putih, biarkan saja" kata Dio mengelus punggung Yami.


Penonton disekitarnya awalnya sangat iri melihat penampilan Leiya yang sangat cantik melebihi pengantin wanitanya, bahkan ada pria yang diam-diam ingin berkenalan dengannya.


Tapi mendengar seruan Dio, mereka melihat Leiya dengan tatapan jijik, memang orang cantik terkadang belum tentu baik.


Yami puas melihat reaksi sekelilingnya, ia mengusap air matanya yang tidak ada.


Leiya yang bahkan belum mengatakan sepatah katapun sudah dicemooh sekitarnya, ya trik Yami seperti biasanya sangat ampuh.


" Apakah kalian sudah selesai berakting? Jika sudah aku pergi dulu, aku tidak punya banyak waktu untuk mengatakan omong-kosong disini bersamamu" ujar Leiya hendak pergi tapi ia berbalik lagi


" Dan jangan pernah mengungkit pengasuhan mereka padaku, bukankah kamu juga diasuh pasangan lain dengan bahagia selama 20 tahun dan sekarang kamu bahkan tidak pernah mengunjungi mereka. Jika waktu bisa diputar, aku lebih memilih dibesarkan oleh mereka daripada orang tuamu" Ucap Leiya hendak pergi tapi ia mendengar suara aneh dari atas.


Saat mendongak ternyata lampu besar yang tergantung itu akan terlepas di atas Dio dan Yami! Leiya ragu sejenak tapi akhirnya mendorong mereka menjauh. Anggap saja sebagai balasan untuk keluarga Ning atas pengasuhannya selama 20 tahun sehingga mereka tidak mengungkit-ungkit lagi.

__ADS_1


Yami dan Dio kaget tidak tahu kenapa Leiya tiba-tiba gila mendorong mereka, saat Dio ingin memarahi Leiya, ia melihat pemandangan yang membuatnya tertegun ditempat.


__ADS_2