Ibuku Tidak Ingin Menikah

Ibuku Tidak Ingin Menikah
Bab 59. Pulau pribadi


__ADS_3

Tok..tok..tok


Terdengar ada seseorang yang mengetuk pintu, orang bertopi yang tadi duduk di ruang kontrol segera berdiri untuk membuka pintu.


Masuklah seorang pria bertubuh besar, ia mendekati Samuel dan membisikkan sesuatu ke telinganya.


Wajah Samuel tetap tenang, ia mengikuti pria itu ke bawah.


" Kamu jaga bocah ini" ujar Samuel menunjuk Laskar dengan dagunya


" Baik"


Laskar menatap kepergian Samuel dengan senang hati, jika dia tahu Laskar bukan anak biasa tapi juga seorang peretas. Ia tidak akan pernah meninggalkannya di ruangan penuh komputer.


" Paman topi kemana paman kaki panjang itu pergi?"


Pria bertopi itu mengejang di sudut mulutnya, bosnya dipanggil paman kaki panjang? Ck ck bocah ini sangat berani.


" Taman belakang terbakar sampai ke kandang anjing, kamu duduklah di kursi. Jangan memegang apapun" kata pria itu lalu kembali menatap monitor untuk mengawasi.


" Oke paman" kata Laskar mengangguk


Tapi saat pria itu tidak memperhatikan, Laskar menekan tombol-tombol di atas dengan cepat tanpa pria itu sadari.


" Bos ada sebuah helikopter mendekat" lapor pengawal berbicara dengan interkom untuk menyampaikan informasi pada bosnya Samuel.


" Baik"


Setelah mendengar perintah Samuel, pria itu meletakkan tangannya di keyboard untuk melakukan sesuatu ketika tiba-tiba Laskar memanjat di belakangnya.


" Paman aku akan bermain memanjat, kamu lanjutkan saja. Aku hanya ingin bermain" kata Laskar tersenyum manis.


Pria itu sangat tidak sabar dengan kelakuan Laskar, tapi ia biarkan karena ia harus cepat menangani helikopter ini sebelum masuk ke pulau.


Laskar menyeringai, ia melepas tali sepatunya memegang dengan kedua tangan dan melingkarinya ke leher pria itu.


Pria bertopi itu kaget, ia tidak menyangka bocah ini begitu berani. Ia mencoba menarik paksa tali di lehernya.


Tapi saat ia menggenggam tali itu, tangannya seperti tersengat listrik yang membuatnya mati rasa


Pria itu melepaskan dengan cepat, tapi sudah terlambat. Listrik itu mengalir ke lehernya membuat ia pingsan.


Laskar tersenyum puas, ia mengikat tali itu di lehernya lalu mendorong kursinya ke sudut.


Karena kursi itu memiliki roda, Laskar dengan mudah mendorongnya.


" Tidurlah yang nyenyak paman kodok! Aku akan membiarkan pulau ini kacau"

__ADS_1


Laskar menggerakkan jari kecilnya di atas keyboard dengan terampil meretas seluruh sistem jaringan pulau.


Untung saja gurunya Ziwa sudah mengajarkannya hal-hal seperti ini.


Laskar membuka semua gerbang masuk, mematikan sistem keamanan dan pemantauan seluruh area, lalu meretas seluruh pulau menjadi padam, jaringan listrik dan air terputus.


Setelah mengacaukan semua hal ini, dengan bantuan cahaya kecil di tali sepatunya. ia kembali ke pria itu untuk melepaskan talinya dan memasang kembali ke sepatunya.


Mengacaukan seluruh ruangan, memecahkan jendela lalu berbaring di tanah berpura-pura pingsan. Cahaya di tali sepatu Laskar sudah padam karena kehabisan bahan bakar.


Samuel yang berada di bawah bersama Haris dan pengawal lainnya merasa ada yang tidak beres.


Saat melihat seluruh lampu mati, ia bergegas ke atas dengan cepat. Pengawalnya mengikuti dengan senter untuk menerangi jalan ke depan.


Melihat keadaan ruangan yang kacau, Samuel memiliki wajah yang gelap.


" Bangunkan topi hitam, dia harus menyalakan seluruh sistem kembali" perintah Sam pada mereka yang mengikuti.


Bawahan itu dengan sigap membangunkan topi hitam dengan air di sebelahnya, tak lama kemudian ia bangun dan melihat sekeliling dengan bingung.


Saat melihat bos di depannya, ia segera berlutut.


" Bos"


" Segera perbaiki lalu pergi terima hukuman di ruang 21" kata Samuel dengan acuh lalu mengisyaratkan bawahannya yang lain untuk mengangkat Laskar yang ada di tanah.


Samuel menatap ke luar jendela pecah itu dengan mata gelap, cepat juga orang ini menemukan tempatnya.


" Baik" Haris segera membawa Laskar keluar dan menuju lantai bawah basement dengan cepat.


" Paman kenapa membawaku ke sini? Sangat gelap" kata Laskar tidak terbiasa dengan kamar basement tempat pertama kali yang Laskar kunjungi saat pertama kali ke pulau.


" Tidak bocah, aksimu terlalu besar. Apakah penjaga itu tidak akan meragukanmu?" tanya Haris cemas


" Tidak, dia akan kehilangan ingatan jangka pendek" Laskar menggelengkan kepalanya dengan yakin.


" maka itu hal yang bagus, kita akan keluar bersembunyi di dekat pantai yang tidak memiliki pemantauan. Tunggu tim penyelamat dari ayahmu tiba, kita bisa pergi dari sini"


Haris merapikan penampilannya dan mengubah suaranya kembali normal, ia juga merobek kain di ranjang sebagai topeng untuk mereka berdua lalu merapikannya kembali.


" Tunggu paman, maksudmu helikopter yang datang itu. Ayah?"


" Ya siapa lagi, aku bahkan belum membuka ponselku sampai sekarang. Bagaimana aku bisa mengirim lokasi di pulau terpencil ini" kata Haris mengangkat bahu dengan acuh.


Dengan ayah seperti itu, wajar jika ia bisa menemukan tempat ini begitu cepat.


" Ayo jalan, sebelum pemantauan mereka berhasil dipulihkan" kata Haris lalu menyeret Laskar keluar dengan hati-hati agar tidak tertangkap penjaga lain.

__ADS_1


......................


" Bos mesin itu sepertinya...rusak?" kata bawahannya dengan ragu


Sedetik yang lalu mereka akan diserang sedetik kemudian itu berhenti bekerja? Mereka dibuat bingung dengan kelakuan orang di seberang, apa rencana mereka sebenarnya?


" Teruskan ayo masuk" perintah Arya, ia melihat ke depan dengan tajam.


" Baik bos"


" Hubungi orang-orang kita di sana agar bersiap"


" Baik"


Mereka memasuki pulau dengan lancar, pilot melakukan pendaratan di dekat pesisir pantai karena tempat itu tidak terlalu mencolok.


Arya bersama bawahannya berlari ke arah mansion tua itu dan masuk dengan memegang senjata.


Para penjaga membiarkan mereka masuk sesuai instruksi dari Samuel.


Di ruang tamu yang bergaya eropa itu, Samuel tersenyum tenang, ia duduk di kursi utama melihat Arya berjalan ke arahnya selangkah demi selangkah.


" Dimana anakku?"


" Kenapa terburu-buru, ayo sarapan terlebih dahulu. Pasti kamu belum makan semalaman kan?"


Dengan ramah Samuel menngundang Arya yang terlihat lesu duduk di sebelahnya, di meja ada makanan seperti roti dan buah-buahan.


" Aku sudah makan, katakan saja dimana anakku"


Arya berkata dengan tidak sabar, bawahannya segera siap di sisinya untuk menembak kapan saja menunggu perintah Arya.


" Entah, mungkin aku lupa menaruhnya di kandang anjing. Oh kandangnya terbakar tadi" Sam menatap wajah Arya yang cemas membuatnya tertawa


" Aku akan menyerahkannya dengan utuh padamu, jika kedua orang tua itu sudah berada di sini. Maka duduk dan tunggu saja"


Arya melihat paman Sam yang duduk santai segera ingin menembaknya, tapi mengingat Laskar. Ia berjalan perlahan dan duduk tidak jauh darinya.


Arya mengambil roti di depannya dan memakannya perlahan


Suasana menjadi hening


Samuel tidak terpengaruh hanya terus memantau posisi ayahnya yang sudah menuju ke sini.


" Bos anak itu menghilang"


Mendengar laporan dari bawahannya di interkom, Samuel dengan tenang menyuruh mereka mencari

__ADS_1


__ADS_2