
Kamu mencariku?" tanya Rifa pada Bai di depannya.
Bai mengangguk dan bertanya langsung pada Rifa
" Dimana Leiya?"
" Oh dia baru pindah ke rumah barunya, kudengar ada di komplek sebelah Taman Garden Shapire" ujar Rifa memberitahu Bai yang ia ketahui
" Aku belum berkunjung ke rumahnya jadi tidak tahu persis, kamu tanya langsung saja padanya" saran Rifa
" Dia tidak membalas pesanku, mungkin sedang sibuk. Kalau begitu terima kasih. Aku akan ke tempat itu" ujar Bai pada Rifa lalu melambaikan tangannya untuk pamit pergi.
Baltic menatap Rifa dengan pandangan bertanya, apakah dia akan mengejar si Leiya itu?
Rifa mengangkat bahu tidak tahu, walaupun Bai memang selalu menunjukkan kasih sayangnya pada Leiya tapi Rifa merasa Bai tidak mencintai Leiya sedalam itu. Jika ia akan mengejar Leiya maka Rifa akan menjadi orang pertama yang tidak setuju.
" Lihat sayang, ada seorang wanita di dalam mobil Bai" kata Baltic menunjukkan dengan dagunya.
Rifa segera menoleh dan benar saja ia melihat ada wanita di kursi penumpang apalagi ekspresinya seperti menggoda Bai.
" Baltic, menurutmu apa yang Bai rencanakan? Apakah dia akan mendayung dua perahu sekaligus?"
" Tidak mungkin, dia bukan orang yang seperti itu" jawab Baltic dengan serius.
Rifa mengangkat bahu
" Ya mungkin dia mencari Leiya untuk masalah pekerjaan" katanya menatap kepergian Bai yang sudah menghilang.
"Oh tidak masakanku!" teriak Rifa teringat masakannya yang ia tinggal.
......................
" Ada apa kenapa mukamu begitu masam?" tanya Leiya melihat Arya masuk ke kamarnya dengan cemberut.
" Aya..sepertinya aku harus pergi, ada masalah di pekerjaan" kata Arya memeluk Leiya dengan erat
" Kalau begitu pergilah, pekerjaan itu penting" kata Leiya dengan santai menepuk tangan Arya agar menyingkir
"Tapi aku tidak ingin meninggalkanmu" kata Arya dengan tidak senang.
" Sekarangkan ada handphone, kita masih bisa berkomunikasi. Apa masalahnya"
Arya cemberut melihat Leiya yang dengan santainya masih nenggambar, ia mengambil pena dari tangannya dan memegang wajah Leiya agar menghadapnya.
"Kenapa kamu begitu tidak berperasaan, sangat senang aku pergi?"
__ADS_1
Leiya memutar matanya jengah dan menepis kedua tangan Arya dari mukanya.
" Bukannya kita tidak bisa bertemu lagi, apa yang kamu ributkan di sini" kata Leiya sebal dengan Arya yang seperti anak kecil.
"Aku akan berangkat nanti malam, kamu sungguh tidak merindukanku" tanya Arya dengan alis yang terkulai seperti anak yang ditinggalkan.
Leiya segera meletakkan pekerjaannya dan berdiri menghadap Arya.
" Lalu apa yang kamu inginkan?"
"Hmm.. seperti ciuman sampai jumpa?" kata Arya tersenyum pada Leiya dengan harapan
"Dalam mimpimu! Pergi saja sana, bukankah kamu harus menyiapkan pakaian" Leiya mendorong Arya keluar dari kamarnya
Arya tidak senang karena tidak mendapat apa yang diinginkannya, tapi karena hubungan mereka baru saja membaik. Arya tidak berani memaksa Leiya, takutnya dia marah lagi dan tidak memperdulikannya lagi.
Dengan patuh Arya keluar dan berjalan pergi
" Tunggu"
Arya berbalik dan menatap Leiya dengan tatapan bertanya, tiba-tiba Leiya berjinjit dan mencium pipinya.
Arya tertegun dan tertawa senang seperti orang bodoh, sayangnya Leiya sudah masuk ke kamar dan menutup pintu setelah melakukan hal itu.
" Aku pergi, akan aku kabari jika sudah sampai" kata Arya dengan keras.
" Kenapa kamu ada di sini?" tanya Arya yang melihat Bai ada di luar pintu dengan mata waspada.
"Tuan Arya, saya mencari Leiya. Apakah ini rumahnya?" tanya Bai mengerutkan kening melihat Arya yang ada di rumah Leiya.
" Dia tidak ada, kamu bisa pergi"
Bagaimana mungkin Arya membiarkan Bai bertemu Leiya saat dirinya pergi.
Raya yang mengikuti Bai turun segera bersembunyi saat melihat kakaknya, bagaimana dia bisa lupa kalau ini adalah rumah kakaknya. Untuk apa Bai mencarinya, apakah dia akan mengadukan aku pada kakak. Awas saja kau Bai.
Leiya segera turun saat mendengar bel pintu bedering, ia keluar dan melihat kedua pria ini yang saling tatap penuh kasih sayang~.
" Kamu belum pergi?" tanya Leiya pada Arya
" Tidak, Kona sudah mengatur semuanya untukku" jawab Arya dengan teguh berdiri tidak mau pergi.
Leiya mengangkat bahu tidak peduli
"Ada apa Bai? Ayo masuk ke rumah dulu"
__ADS_1
Leiya memimpin ke dalam dan diikuti kedua pria ini yang saling melotot.
Bai melihat sekeliling dan tidak melihat sosok Raya, bukankah dia tadi ikut turun dari mobil. Ya wanita aneh, mungkin dia sudah pergi.
" Apa yang kamu cari? Cepat masuk" kata Arya tidak senang lalu mendahuluinya berjalan ke depan.
Raya yang sedang bersembunyi segera terperangah melihat ada seorang wanita yang tinggal di rumah kakaknya, setelah sadar dari linglungnya. Raya dengan cepat masuk ke mobil Bai lagi dan mempersiapkan kameranya dengan sembunyi-sembunyi.
" Akan bagus jika aku bisa memotret mereka berdua, aku bisa menghasilkan uang dengan itu" kata Raya bersemangat, ia berencana untuk menjual pada kakeknya. Ia pasti menginginkan ini.
" Ada keperluan apa, kenapa kamu mencariku?"
" Ini..bisakah kita membicarakannya berdua. Ini masalah pribadi, tidak nyaman jika ada orang lain"
Arya tidak senang dengan pengusiran dari Bai dan segera meledak
" Apa yang tidak bisa dibicarakan, aku bukan orang lain aku itu.."
" Diam, masuk saja ke kamar Laskar. Awasi jika dia bangun" kata Leiya memelototi Arya
Arya tidak senang, ia menatap Bai dengan tatapan mengancam lalu berjalan ke atas dengan lambat.
Bai hanya menggelengkan kepala melihat Arya ini yang selalu serius bekerja sekarang malah mengancamnya seperti seorang anak yang takut mainannya dicuri.
" Apakah dia benar-benar ayah Laskar?" tanya Bai menatap Leiya dengan tatapan bertanya
" Yah benar, hasil tes berkata begitu"
" tidak heran, lalu bagaimana hubunganmu dengannya? Apakah kamu akan menikah dengannya demi Laskar?"
" Aku tidak tahu, lihat saja nanti situasi ke depannya bagaimana" kata Leiya bingung
"Bukankah kamu mencariku untuk membicarakan masalah pribadimu, kenapa malah berbicara tentangku" ujar Leiya tidak ingin membahasnya lagi
Bai memandang saudarinya ini dengan lembut, ia memutar cincin dijarinya dengan alami lalu menarik napas dalam-dalam.
" Aya jika aku katakan kita adalah saudara kembar apakah kamu percaya" tanya Bai menatap Leiya dengan hati-hati.
" Apa yang kamu bicarakan, apakah kamu melantur? Katakan ada apa denganmu, bagaimana tiba-tiba membicarakan hal yang konyol" ujar Leiya tertawa kecil
Dia hanya anak yatim piatu tanpa mengetahui orang tuanya, bagaimana tiba-tiba ada saudara muncul.
" Aya...Laskar bangun, dia menangis ingin melihatmu" kata Arya dengan keras
Laskar yang baru bangun dan mengucek matanya menatap Arya dengan bingung, mata mana yang melihat dia menangis? Apakah dia bodoh?
__ADS_1
" Temuilah Laskar dulu ay, aku ingin ke kamar mandi. Dimana itu?"
" Oh itu ada di sebelah dapur, aku akan menemui Laskar sebentar"