Ibuku Tidak Ingin Menikah

Ibuku Tidak Ingin Menikah
Bab 45. Life


__ADS_3

Arya melihat Leiya yang tenggelam dalam kenangan masa lalu segera terdiam dan duduk di sebelahnya.


" Karena aku perlu alasan untuk hidup" kata Leiya menunduk memainkan jari-jari tangannya.


" Kamu juga tahu, aku bukan anak kandung pak Ning dan bu Ning. Aku tidak memiliki siapapun lagi"


Arya mengerutkan kening dan mendengarkan dalam diam.


" Aku tidak bisa menceritakan bagaimana perasaanku pada siapapun, bukankah semua hal yang telah aku lakukan sangat konyol"


Leiya menertawakan dirinya sendiri dengan melankolis.


" Aku melakukan apapun agar mereka bisa menyayangiku, bahkan jika mereka memukulku ataupun mengurungku aku masih berharap mereka akan mencintaiku suatu hari nanti"


" Sayangnya aku hanya mengharapkan hal-hal yang tidak realistis, setelah mengetahui aku bukan anak mereka. Mereka dengan senang hati mengusirku"


Leiya menarik napas dalam-dalam agar tidak menangis.


" Kedatangan Laskar memberiku cahaya harapan, setidaknya akan ada orang yang mencintaiku dan mengingatku bahkan jika aku menghilang"


Arya menggenggam tangan Leiya dan meletakkan kepalanya di pundaknya dengan lembut, ia berbicara dengan nada serius.


" Maka jangan pikirkan orang-orang yang menyakitimu, bukankah kamu memiliki teman-teman seperti Rifa yang selalu memikirkanmu"


Leiya mengangguk linglung, ia juga mempunyai Ibu Wen yang selalu menemaninya dari kecil.


" Aku tahu aku mengecewakan mereka, aku seharusnya mengatakan apa yang aku rasakan" ucap Leiya sedih, bukannya ia tidak mau menceritakan kesedihannya.


Tapi setelah terbiasa diam, dia tidak tahu harus mengatakan apa kepada orang-orang yang memperdulikannya.


" Sebab itu aku sangat menentangmu saat kamu bilang kamu ayah Laskar, siapapun yang memiliki mata pasti melihat kemiripan kalian. Tapi aku terus menyangkalnya karena aku takut"


Leiya membenamkan wajahnya di pundak Arya dengan sesenggukan


" Aku takut kamu mengambil Laskar dariku, Laskar adalah hidupku. Bagaimana aku bisa kehilangannya"


Arya memeluk tubuh Leiya dan menepuk punggungnya dengan ringan.


" Aku tidak akan merebut Laskar darimu, aku hanya ingin memberinya keluarga yang lengkap"


" Kamu tahu, lima tahun lalu aku selalu mencari informasi tentangmu. Saat aku tahu kamu ada di negara A, aku terbang ke sana dengan ragu. Aku ragu jika kamu benar-benar wanita malam itu apakah kamu akan membenciku begitu buruk" kata Arya mengungkapkan perasaannya lima tahun lalu.


" Sayangnya aku malah melihatmu ke rumah sakit departemen ginekologi dengan pria lain, aku kira kamu sudah memiliki keluarga bahagia sendiri dan mengandung anaknya" sambungnya menertawakan kebodohan dirinya sendiri.

__ADS_1


" Aku terlalu bodoh, seharusnya jika menghitung waktu saat itu seharusnya kamu sedang mengandung anakku. Tapi aku merasa rendah diri melihat betapa bahagianya kamu tertawa, jika aku ke sana aku berpikir apakah aku hanya membuatmu sedih"


" Katakan jika aku menghampirimu saat itu bukankah seharusnya kita sudah menikah sejak lama" kata Arya mencium puncak kepala Leiya dengan mata penuh kerinduan.


Ia terlalu bodoh untuk melepasnya lima tahun lalu, sekarang ia tidak akan pernah melepaskannya lagi.


Leiya yang diam mendengarkan tidak menyangka Arya akan mencarinya sampai ke negara A


" ya kamu bodoh, tapi belum tentu aku akan menerimamu saat itu. Mungkin kamu sudah aku pukuli dengan keras sampai ibumu tidak mengenalimu" ujar Leiya


" Lalu sekarang apakah kamu menerimaku, akan ada satu orang tambahan lagi yang mencintaimu" kata Arya memegang wajah Leiya dengan kedua tangan.


"Lihatlah penampilanmu, jika Laskar setuju maka aku akan setuju" kata Leiya tersenyum tenang.


Setelah mengungkapkan semua yang dia khawatirkan, suasana hati Leiya jauh lebih ringan.


Arya menepuk jidatnya dengan lelah


" Bagaimana aku bisa mendapat persetujuannya, sampai sekarang bahkan dia tidak mau memanggilku ayah" kata Arya dengan getir.


" Hahaha... Pekerjaan rumah untukmu. Aku akan naik ke atas, bukankah besok liburan sudah berakhir. Aku harus bersiap" kata Leiya bangkit keluar dari kamar tamu.


Arya melihat kepergian Leiya dengan cemberut, bosnya saja ada di depannya, apa yang harus dipersiapkan.


"Selidiki dengan cermat dalang kejadian lima tahun lalu dari sisi Leiya dan informasi masa kecilnya sampai sekarang, jangan lewatkan satu detail kecil pun" perintah Arya pada orang ditelepon


Keluarga Ning? Berani memperhitungkannya maka mereka mencari kematian.


" Bos ada kabar buruk, proyek negara G mengalami masalah" kata pria di telepon dengan panik


Dengan cepat wajah Arya menjadi gelap


"Ada apa?"


" Ada media memberitakan kalau one-stop TV shooting parent-child yang kita tayangkan membahayakan salah satu keluarga yang kita undang, sekarang mereka menuntut ganti rugi"


" Hmm aku akan mengurusnya" kata Arya menutup telepon, ia memijat dahinya yang tidak pusing.


Sepertinya dia harus pergi ke negara G sesegera mungkin.


......................


" Sudah aku bilang kita akan bertemu lagi tuan Hawk" kata Raya dengan senyum bermakna

__ADS_1


Bai yang sekarang berada di rumah Rifa segera ingin memukul wanita ini yang tiba-tiba muncul di belakangnya.


" Kenapa kamu terus menguntitku" kata Bai tidak senang, ia ingin menemui saudara perempuannya tapi rumah Rifa sepertinya kosong tidak ada orang ditambah kemunculan Raya membuatnya semakin dalam suasana hati yang buruk.


" Kenapa kamu begitu galak, bukannya aku merugikanmu juga" sungut Raya


" Terserahlah"


Bai hendak ke rumah Baltic, pasti Rifa ada di sana. Ia akan bertanya dimana Leiya sekarang. Bukannya Bai tidak bisa mengirim pesan, tapi Leiya yang tidak membalas pesannya.


Segera saat Bai masuk ke dalam mobil, Raya dengan cepat masuk ke kursi depan, Bai tidak memandangnya dan hanya fokus mengemudi ke tempat Baltic.


" Kenapa hari ini kamu sangat pendiam? Apakah kamu marah karena aku menggigitmu kemarin?" tanya Raya dengan nada main-main.


Bai mengatupkan bibirnya dan memegang setir dengan erat.


" Jika kamu tidak ingin aku usir maka diamlah dan jangan membahas hal itu"


Raya tertawa senang dan menepuk pahanya


" Baiklah aku tidak akan menggodamu lagi, tuan Hawk ternyata sangat pemalu"


Bai menghela napas keras dan mengabaikan wanita gila ini.


Setelah sampai ke tempat Baltic, Bai turun mengetuk pintu.


" Ada apa?? Tidak biasanya kamu mau berkunjung ke tempatku" tanya Baltic heran


" aku mencari Rifa, dimana dia?"


" Kenapa kamu mencari istriku! Hei Bai dia milik kawanmu jangan seperti ini" kata Baltic waspada


" Konyol, panggil dia. Ada yang ingin aku tanyakan" kata Bai menendang betis Baltic yang entah otaknya berisi apa sampai temannya sendiri ia curigai.


" oh sebentar, kenapa kamu tidak masuk saja" tanya Baltic menggaruk kepalanya karena malu.


" Aku sedang terburu-buru, tidak ada waktu"


" Baiklah akan aku panggilkan"


Rifa segera keluar dengan celemeknya, ia sedang membuat kue untuk camilan.


" Kamu mencariku?" tanya Rifa pada Bai di depannya.

__ADS_1


__ADS_2