Ibuku Tidak Ingin Menikah

Ibuku Tidak Ingin Menikah
Bab 25. Kebenaran


__ADS_3

Arya mengantar Leiya dan Laskar ke rumah, Leiya menatap dengan terima kasih. Ia memegang Laskar dengan erat.


" Presiden terima kasih, kalau begitu apakah kamu mau mampir untuk minum?" tanya Leiya basa-basi, ia merasa tidak enak karena presiden sudah membantunya hari ini. Jika ia langsung mengusir bukankah tidak sopan.


" Oke" jawab Arya lalu memarkirkan mobilnya dan memghampiri Leiya yang masih linglung.


" Ayo jalan kenapa diam saja?" kata Arya lalu mengambil tas yang akan dibawa Leiya dipundaknya.


Leiya akhirnya sadar dan mengikuti ke dalam lift, bagaimana presiden tidak bertindak sesuai kartu. Seharusnya dia menolak! Bukankah rumor yang beredar benar kalau presiden harus menjaga jarak satu meter dengan wanita? Lalu apa ini!


Laskar mengamati pria itu dengan cermat, yah wajahnya memang mirip dengannya, dia juga terlihat pintar. Bisa jadi kalau dia benar ayah kandungnya, tapi Laskar memalingkan mukanya dengan cepat.


Entah siapapun yang mengaku ayah kandungnya, ia tidak peduli. Karena hanya ada bubu dihatinya, jika pria ini sampai menyakiti bubunya maka Laskar tidak akan pernah melepaskannya.


" Presiden..mau minum apa?"


" Apapun boleh" jawab Arya


Leiya mengangguk dan pergi ke dapur, di ruang tamu hanya ada Laskar dan Arya.


Laskar sibuk bermain game dengan ponselnya. Arya merasa canggung, ini pertama kalinya dia berinteraksi dengan anak kecil.


" Apakah kamu sudah bersekolah?" tanya Arya mencari topik.


" Sudah" jawab Laskar singkat, ia melanjutkan permainannya


" Kudengar jam tangan yang dipakai ibumu waktu itu adalah buatanmu, hebat juga. Tapi tekniknya terlalu mencolok, jika ada orang jahat yang mengetahui penemuanmu maka kamu bisa saja dalam bahaya. Lain kali buatlah sesuatu yang transparan" kata Arya mengingat kejadian itu.


" Paman kamu ternyata pintar juga, tapi aku kekurangan materi. Buku-buku itu sudah habis aku baca" ujar Laskar


Arya yang dipanggil paman merasa aneh dihatinya, ia akan berbicara tapi disela oleh Laskar.


" Paman aku tahu kamu akan bilang kalau kamu adalah ayah kandungku, tapi itu hanya dugaanmu saja dan tidak ada bukti yang mengungkapkan fakta kalau kamu adalah ayahku" kata Laskar menatap Arya dengan cermat lalu membuang muka.

__ADS_1


" Itu.. yah.. kamu benar, maka bolehkah aku mengambil rambutmu untuk tes DNA. Mungkin sedikit sakit saat mencabut rambutnya"ujar Arya dengan hati-hati


" Cabut saja tidak masalah" kata Laskar setuju dengan mudah, paman ini terlihat kaya. Jika dia benar-benar ayahku maka mintalah tunjangan sehingga bubu tidak harus bekerja dengan lelah.


Arya senang dan dengan hati-hati mencabut rambut Laskar dan menyimpannya di kantong plastik lalu menaruhnya di dalam saku.


Leiya melihat keduanya dengan bingung, apa yang mereka lakukan? Yang besar tertawa seperti orang bodoh sedangkan yang kecil mengusap kepalanya dengan meringis.


" Ini minumnya presiden, anggap saja rumah sendiri. Aku akan beres-beres" kata Leiya menunjuk ke tas yang berisi alat piknik tadi.


Arya mengangguk dan tersenyum sopan


" Lakukan pekerjaanmu, aku akan menjaga Laskar"


Ucapannya hanya lewat ditelinga Leiya, dia sangat lelah ingin sekali rebahan. Sayangnya dewa besar ini tidak kunjung pergi.


" Leiya...Kamu tahu kalau anak kita sangat pintar, jika bersekolah di sekolah biasa dia pasti akan merasa bosan. Ada sekolah khusus untuk anak-anak seperti Laskar, dulu aku bersekolah di sana. Jika Laskar bersekolah di tempat itu bakatnya akan berkembang dan dia bisa bersenang-senang" kata Arya yang setelah lama diam.


Leiya yang sudah beres membersihkan peralatan melihat ke arah Arya dengan tajam


" Presiden, Laskar adalah anakku, kamu jangan sembarangan menyebutnya. Untuk pendidikannya, aku tahu yang terbaik sebagai ibu. Jika presiden tidak ada kepentingan lagi maka silahkan pergi, aku ingin beristirahat" kata Leiya memerintahkan pengusiran.


Arya menghela napas pasrah dan keluar dari rumah Leiya, ia tahu keberadaannya sangat tidak diterima oleh Leiya sampai sekarang. Maka tunggulah hasil DNA keluar, dia akan berbicara lagi dengannya.


Setelah menutup pintu, Leiya merasa lemas ditubuhnya, ia merosot di lantai dengan lesu.


Jika saat pertama presiden bilang kalau Laskar anaknya, Leiya tidak percaya. Maka sekarang dia percaya sedikit, karena tidak mungkin seseorang seperti dia bisa berbicara omong kosong. Lagipula siapa di dunia ini pria yang mau mengakui anak orang lain sebagai anaknya.


Dan omongannya juga ada benarnya, Leiya tahu kalau Laskar di sekolah merasa bosan. Gurunya pernah menelpon karena Laskar yang tidak mendengar saat di dalam kelas dan cenderung selalu bermain sendiri.


Leiya merasa pusing dengan semua ini, ia mengambil Laskar dan merebahkannya dikasur, ia juga ikut tidur.


Biar dia lihat dulu bukti apa yang bisa dibawa Arya padanya, jika memang mereka tidak memiliki hubungan. Leiya bisa mencari sekolah yang disebut Arya itu sendiri.

__ADS_1


......................


" Kona" panggil Arya pada sekertarisnya


" Ya tuan apa perintahmu?"


" Berikan kedua sampel ini ke rumah sakit keluarga Yan, lakukanlah tes DNA" perintahnya


" Baik tuan" ucap Kona patuh dan segera pergi, saat melihat ke nama sampel dikertas, Kona terkejut. Ini adalah sampel tuan muda dan anak bernama Laskar, apakah ini ada hubungannya dengan nona Leiya? Tidak heran tuan mudanya mulai menggali lagi informasi lima tahun lalu.


......................


Keesokan harinya, Leiya pergi bekerja seperti biasa, sekarang ia memakai mobil milik Rifa karena Rifa tidak bisa mengantarnya. Yah sudah tertebak kalau dia pasti ada di rumah Baltic menjaganya dua puluh empat jam.


Leiya masuk dengan terburu-buru, dia tidak ingin bertemu dengan presiden. Tapi sepertinya keberuntungannya tidak terlalu baik hari ini, orang yang tidak ingin ditemuinya sekarang berdiri di depannya. Huftt melelahkan sekali, aku harus cepat-cepat pindah dari sini.


" Nona Anti masuklah ke ruanganku" katanya lalu langsung pergi.


Leiya dengan pasrah mengikutinya, entah apa yang ingin dibicarakannya lagi.


" Lihatlah dokumen-dokumen ini, bukti kalau Laskar anak kita dan kejadian malam itu" kata Arya menunjuk ke mejanya


Leiya membukanya dengan perlahan, seperti yang diduga. Laporan DNA menunjukkan mereka adalah ayah dan anak, pikiran Leiya menjadi rumit.


Ia membuka dokumen lain, ada beberapa gambar kejadian hari itu. Yah dia yang mabuk dibawa ke lift, secara tidak sengaja didorong masuk ke kamar Arya.


Ini hanya potongan gambar yang dikumpulkan Arya karena cctv yang dihapus tidak bisa dipulihkan, ia bahkan meminta semua foto yang diambil dari tamu yang hadir dan menyusunnya.


Leiya merasa pikirannya dibom, semua temannya tahu kalau dia akan menjadi gila jika mabuk. Ia akan berkeliaran mencari pria tampan untuk diajak tidur! Makanya ia selalu diikat oleh Rifa agar tidak kemana-mana, yah melihat wajah tampan presidennya, pasti waktu itu dia sangat tidak tahu malu, apalagi dengan tambahan afrodisiak yang ditambah oleh Yami.


Saat Leiya menyalahkan dirinya sendiri, ia bahkan tidak menyadari jika pria di depannya menolak maka semua itu tidak akan terjadi.


Tapi waktu itu Arya yang dibius entah kenapa tidak merasa tidak nyaman. Dan semuanya terjadi begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2