
Laskar menatap ibunya yang sangat energik, yah sudah dipastikan dia baik-baik saja. Tapi siapa laki-laki yang dibicarakan ibu? Apakah pria yang waktu itu aku lihat di depan tk?
" Bu bagaiamana kamu yakin dia bukan ayahku, apakah kamu membenci ayah kandungku jadi kamu tidak pernah menemuinya, atau ayahku bahkan kamu tidak tahu" tanya Laskar penasaran, selama ini bubu selalu diam mengenai ayahnya. Bahkan dirinya sendiri tidak tahu seperti apa rupa ayahnya.
" Itu yah bagaimana bisa, aku bersamanya hanya karena kecelakaan. Lalu apakah kamu menginginkan seorang ayah?" tanya Leiya dengan hati-hati, ia selalu merasa bersalah pada anaknya karena tidak memiliki keluarga yang lengkap. Entah apakah dia diam-diam menangis merindukan ayahnya.
" Tidak ada hanya penasaran, bu aku memilikimu saja sudah cukup" kata Laskar tersenyum menghibur bubunya.
Leiya lega mendengarnya, sebenarnya ia juga curiga dengan tuan Arya karena fitur wajahnya yang mirip dengan Laskar. Tapi ia adalah seseorang yang tidak berani seorang pun menyinggungnya, bagaimana mereka bisa punya anak bersama, itu sangat mustahil. Mungkin hanya kebetulan wajah mereka mirip.
" Oh ya bagaimana kamu bisa membuat jam tanganku begitu hebat? Katakan padaku berapa kali kamu merusak jam tangan yang lain untuk percobaan" tanya Leiya menghela nafas dengan uangnya yang hilang hanya untuk satu bocah ini.
" Tidak banyak bu, hanya..dua puluh?" kata Laskar dengan muka polosnya yang membuat Leiya tidak bisa marah.
" Sepertinya aku harus membawamu ke lembaga penelitian, jika begitu aku tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli hal-hal anehmu yang aku tidak mengerti" ucap Leiya memikirkan keuntungan dari ide tersebut.
Laskar mendengarnya dan penasaran
" bu apa itu lembaga penelitian? Apakah aku bebas melakukan apapun di sana, jika begitu bawa saja aku ke sana!" kata Laskar dengan semangat.
Leiya tidak mengharapkan Laskar untuk menjawab dengan cara ini
" dasar bocah! Siapa juga yang mau menerima anak kecil seperti mu di sana? Hais malangnya ibu tua ini, anak sekecil ini sudah memikirkan hidup berpisah dengan ibunya. Sungguh kejam kamu nak" ucap Leiya dengan pura-pura menangis.
Laskar menatap jengah pada bubunya dan pergi ke kasur untuk tidur.
......................
Raya terbangun dengan sakit ditubuhnya, bagaimana tidak sakit. Ia tidur di sofa meringkuk bahkan tidak ada selimut! Sungguh pria itu sangat kejam!
Melihat sekeliling rumah yang sepi, ia berjalan mencari kamar mandi dan tidak menduga akan menabrak Bai yang keluar dengan jubah mandinya.
" Nona aku tahu aku menarik, tapi kamu harus menghargai dirimu sendiri" ucap Bai dengan dingin dan kembali ke kamar.
Raya mengusap hidungnya yang sakit dan mengutuk Bai
" Dasar bedebah, siapa juga yang mau mengintipmu! Narsis!" kata Raya lalu membanting pintu kamar mandi dengan keras.
Mengingat dirinya mabuk ditempat orang asing, Raya merasa sedih. Bagaimana dia bisa melakukan hal yang sembrono! Ia segera menelpon kakaknya untuk menjemputnya tapi telepon dimatikan, yah kakaknya juga tidak bisa diandalkan.
__ADS_1
Keluar dari kamar mandi, Raya melihat Bai yang sedang menikmati sarapan tanpa mengundangnya, ia kesal dan ingin mengutuknya lagi. Tapi melihat sarapan yang tidak tersentuh di sampingnya, Raya terdiam dan duduk di sampingnya untuk makan.
" Kamu, tolong antar aku pulang, ya" kata Raya dengan canggung
" Apakah aku pengasuhmu?"
" Pokoknya kamu harus mengantarku jika tidak aku akan terus mengikutimu kemanapun kamu pergi!" ucap Raya dengan tegas.
Bai mengangkat alisnya dan tidak mengatakan apa-apa, selesai sarapan ia keluar dan masuk ke mobilnya. Raya otomatis ikut masuk juga.
" Alamat"
"ha?" tanya Raya bingung
" alamat rumahmu, bukankah kamu mau aku antar pulang" kata Bai menatap idiot di sampingnya.
"Oh itu di Taman Garden Shapire" jawab Raya setelah sadar dari linglungnya.
Bai menatapnya dengan dalam lalu membuang muka dan mengemudi dengan santay. Jari-jarinya mengetuk setir dengan berirama.
Raya tidak peduli dengan Bai dan bermain game dengan ponselnya.
Bai melirik Raya yang duduk bersila dengan dengusan
" Kamu orang kaya sungguh tidak punya sopan santun, gadis-gadis seharusnya tidak berbicara kasar" cibir Bai yang selalu dikutuk olehnya saat pertama kali bertemu sampai sekarang.
" Apa urusanmu, memangnya kenapa dengan orang kaya? Aku juga manusia pada umumnya
oke!" bela Raya memalingkan muka dari Bai.
Setelah sampai ditujuan, Raya turun dan melambaikan tangannya
" terimakasih tuan bedebah,semoga lain kali kita tidak bertemu lagi" lalu pergi tanpa melihat ke belakang.
Bai mengemudikan mobilnya ke rumah Long, ia bersama istri dan anaknya mau pergi ke rumah Leiya untuk piknik. Ada juga Baltic dan tunangannya, tentu sebagai sahabatnya juga Bai harus ikut.
...
Leiya, Laskar, dan Rifa sedang mengemasi barang-barang mereka untuk piknik. Ya semua orang sedang berlibur jadi mereka merencanakan libur bersama.
__ADS_1
" Ayo Laskar, di mana tasmu? Apa saja yang kamu bawa, jangan lupa bawa baju ganti. Siapa tahu nanti kamu bermain tanah dengan anak si Long itu" kata leiya yang sudah siap
" Apa-apaan, aku tidak bermain tanah terlalu kotor" balas Laskar menatap ibunya dengan jijik, ia sudah berumur lima tahun tentu harus bermain dengan bersih.
Leiya hanya menatapnya seperti orang idiot lalu mereka pergi ke tempat tujuan.
Mereka bersembilan piknik di tempat bumi perkemahan yang sedang sepi, sungguh suasananya sejuk sekali.
Laskar melihat ke arah anak perempuan itu dengan terkejut, ia tidak menyangka ternyata Aning anak dari paman Long.
Aning mengajak main Laskar seolah bukan dia yang terakhir kali mengatakan untuk tidak berteman dengan Laskar, ya anak-anak emosi sangat mudah berlalu.
Para pria mendirikan tenda dan wanita mempersiapkan alat-alat untuk memasak. Mereka berjalan-jalan berkeliling untuk melihat pemandangan bukit yang sangat asri.
Saat Leiya berjalan ia melihat ada sebuah manor bergaya eropa yang sederhana dipadukan dengan halaman yang luas, ck ya orang kaya sungguh membuat iri. Tapi tunggu, Dia melihat ada seorang laki-laki yang berjalan ke arah mereka, dia memakai tudung jadi tidak melihat wajahnya dengan jelas.
Saat pria itu sampai ke depan mereka dia mengangkat kepalanya dan Leiya sangat terkejut.
" Arya kenapa kamu ada di sini?" tanya Baltic menepuk lengannya
" Oh ini salah satu propertiku, jadi datang dan lihatlah bagaimana semuanya berkembang" ujar Arya menatap ke Leiya tanpa memalingkan muka
Leiya merasa canggung, terakhir kali dia memarahi presiden. sangat memalukan.
" Kamu saling kenal?" tanya Leiya pada Baltic dan kawan-kawannya
" Dia investor Bar Singu di ibukota, kamu bahkan mendengarnya saat rapat. Ingatanmu sangat tidak bagus" ejek Long tertawa kecil
Laskar menatap tanpa berkedip, orang di depannya sungguh mirip dengannya. Ia ditarik oleh Aning untuk berjalan ke arah kemah, jadi dia mengikuti tanpa ragu. Urusan orang dewasa membosankan.
Long melirik bolak-balik antara Laskar dan Arya.
" Sungguh kenapa aku baru menyadari kalau kamu sangat mirip dengan Laskar" katanya tercengang.
Bai menatap dengan rumit lalu menunduk, entah apa yang dipikirkannya.
" Ayo kembali ke tempat kemah" kata Leiya untuk menghindari mereka dan berjalan terlebih dahulu
" Ya ayo Arya ikut kita ke tenda, lagipula kamu sepertinya sendirian, sangat membosankan" ajak Baltic
__ADS_1
" Oke" ucap Arya mengangguk setuju dengan mudah.