
Wanita itu tersenyum mengejek dirinya, setelah semua yang dia lakukan untuk tuan mudanya. Dia bahkan dengan sukarela memberikan dirinya pada orang asing.
" Setelah semua yang aku lakukan untukmu, semuanya tidak sepadan dengan wanita itu. Memang apa yang dia lakukan sampai kamu begitu mencintainya, aku tidak kurang apapun darinya"
" Bahkan setelah dia mati kamu masih memikirkannya! Seharusnya aku membunuhnya dan membuangnya ke laut, aku harus menikamnya ribuan kali dengan tanganku sendiri jika aku tahu kamu begitu menjunjung namanya dihatimu!"
Wajah Samuel menjadi gelap, ia berjalan ke arah wanita itu dan menamparnya.
Suara tamparan itu bergema diseluruh ruangan.
" Kamu bahkan tidak layak sejengkal jari pun darinya, aku sudah begitu berbelas kasih hanya menurunkanmu untuk menjalankan tugas di sekitar pulau tapi kamu begitu lancang!. Apakah kamu ingin merasakan sendiri rasanya ditusuk seribu pisau?" ucap Samuel menatap wanita itu dengan kejam.
Wanita itu memandang pria di depannya yang menatap dirinya dengan penuh kekejaman, bagaimana bisa dirinya mencintai pria kejam ini bertahun-tahun, tapi bahkan ekspresi kejamnya juga disukai oleh dirinya.
" Aku akan melakukan apapun yang kamu inginkan, asal jangan biarkan aku menjauh darimu oke"
Leiya menatap wanita itu dengan tercengang, Leiya pikir dia sudah gila. Bahkan dengan cara pria itu dengan kejam menampar dan mengancamnya ia masih menatap pria itu dengan cinta! Sungguh iblis
Samuel mencibir melihat mata wanita itu yang penuh obsesi pada dirinya sendiri, menyuruh bawahannya masuk untuk menyeret wanita itu ke ruang hukuman.
Tapi pengawal milik Arya masih di sana menunggu perintah.
" Paman aku harus membawa pergi wanita itu, jangan mengotori tanganmu nanti dia akan mati dengan puas. Aku harus menyelesaikan akun dengannya, dia berani menembak istriku" ujar Arya tidak setuju
Samuel menatap wanita itu, memang yang dikatakan Arya benar. Bahkan dia memiliki ekspresi bahagia karena tidak jadi dibawa Arya.
" Kalau begitu bawa saja, biarkan dia mati kehabisan darah" kata Samuel dengan dingin
"Tunggu...istri? Kamu?" Samuel berbalik menatap Arya tidak percaya, bagaimana bocah seperti Arya bisa mendapatkan istri secepat ini?
Tapi saat melihat wanita di samping Arya, Samuel tertegun memandangnya dengan pandangan kosong
" Olivia?" ujarnya menunjuk Leiya dengan tangan gemetar
__ADS_1
Leiya tahu Olivia adalah istri paman Arya yang meninggal dari pembicaraan mereka tadi, tapi apa hubungannya dia dengan dirinya?
" Dia istriku Leiya" kata Arya dengan protektif menarik Leiya ke belakang tubuhnya karena paman Sam yang terus memandang Leiya membuatnya kesal.
" Bubu!"
Laskar yang telah turun dari helikopter segera berlari ke arah Leiya dan menjatuhkan tubuhnya ke arah Leiya sambil melingkarkan tangannya ke leher Leiya.
Leiya dengan siap menangkap tubuh Laskar dan memeluknya dengan erat.
" Sayangku cintaku, oh lihat lingkaran hitam di bawah matamu. Apakah kamu tidak tidur nyenyak? tidak apa-apa sekarang, ada bubu. Bubu akan menjagamu"
Leiya mencium wajah Laskar dengan senang setelah memastikan dia tidak mendapatkan luka ditubuhnya.
Samuel menatap kedua ibu dan anak dengan tidak percaya, ia terhuyung dua langkah ke belakang.
" Kamu.."
Kakek Noma melihat reaksi Samuel lalu menatap Leiya, ya dia ingat sekarang. Leiya sangat mirip dengan Olivia, bagaimana bisa mereka begitu mirip apakah Olivia waktu itu hamil?
" Dasar ******! Mati saja kau, kenapa kamu harus kembali!"
Leiy melihat ini segera melindungi Laskar dan membalikkan badannya.
Kedua pengawal juga terkejut setelah ditendang oleh wanita itu, mereka dengan cepat ingin menghentikannya.
Arya melihat dengan mata gelap, ia memukul tangan wanita itu sehingga menyebabkan pisau itu terbang tapi ia tidak menyangka dia memiliki pisau lipat di tangan yang lain.
Wanita itu menusuk lengan Arya dengan senyum mengejek, dia adalah wanita penjaga pulau yang dulu selalu berada di sisi Samuel. Bagaimana bisa menjadi wanita biasa-biasa saja.
Samuel menatap wanita itu dengan amarah yang membara, ia dengan cepat menendangnya membuatnya terbang dua meter.
Arya dengan santai menutup luka dilengannya dengan kain yang ia sobek dari bajunya, setelah mengikat luka ia kembali ke sisi Leiya yang sangat khawatir.
__ADS_1
" Beraninya kamu! Hari ini aku akan melepaskan kamu sepenuhnya, terserah pada Arya melakukan apapun padamu" kata Samuel marah
" Apa yang aku tidak berani lakukan! Semuanya akan aku lakukan untukmu! Seharusnya dia mati bersama ibunya di dalam mobil saat kecelakaan, bagaimana dia bisa muncul lagi!"
Kedua pengawal dengan erat tidak membiarkannya gila lagi tapi mulut wanita itu terus berbicara yang membuat semua orang terkejut.
" Apa..Olivia dia...punya anak, bagaimana kamu tahu...kamu" Samuel tidak percaya mendengar perkataan wanita itu, jadi selama ini dirinya memelihara serigala bermata putih yang membunuh tuannya sendiri.
" Ya dia punya anak denganmu, aku sudah membuang semua surat-suratnya agar kamu tidak tahu dan membuatnya mati dalam kecelakaan mobil. Sangat disayangkan ikan kecil ini lolos" kata wanita itu tanpa perasaan bersalah mengatakan hal-hal pembunuhan yang ia lakukan.
Samuel merasa hatinya tertusuk mendengar perkataan wanita itu
Saat kecelakaan terjadi, Samuel masih di area penambangan hampir satu tahun lebih. Wanita ini yang selalu mengatakan istrinya baik-baik saja di rumah
Karena ponselnya tidak bisa dihubungi Samuel selalu memerintahkan wanita ini untuk menanyakan kabar istrinya kembali ke negara asalnya, tidak disangka malah ia sendiri yang membunuh istrinya.
Samuel merasa aliran darahnya membeku, seluruh badannya terasa dingin. Ia terhuyung dan jatuh pingsan.
Semua orang panik, wanita itu dibawa oleh pengawal dan semua orang sibuk dengan Samuel yang pingsan.
Leiya juga tidak mengerti apa yang terjadi, melihat Laskar yang tidak takut dengan kejadian hari ini, Leiya lega.
Ia menarik Arya ke kursi dan menyuruhnya duduk.
" Angkat lenganmu dan tekan sampai perdarahannya tidak terlalu banyak, aku akan mencari kotak p3k. Laskar kamu tahu dimana dapur? Suruh seseorang membawa air hangat kemari"
Leiya bolak-balik membuka meja untuk mencari peralatan p3k, Laskar menuruti perintah bubunya dengan patuh berlari ke dapur.
Segera air hangat diantar, Leiya juga menemukan kotak p3k.
"Buka bajumu" perintah Leiya karena luka Arya berada di bagain lengan atas, tidak cukup hanya menggulung bajunya saja.
Melihat Arya kesusahan membuka baju karena cederanya, Leiya dengan tidak sabar menggunting bajunya secara langsung.
__ADS_1
" Apakah kamu masih marah?" tanya Arya dengan muka sedih.
Leiya tidak memperhatikan muka memelas Arya, ia fokus membersihkan lukanya dengan air hangat lalu mengusapnya dengan salep antiseptik dan memperban dengan teliti.