Ibuku Tidak Ingin Menikah

Ibuku Tidak Ingin Menikah
Bab 8 masuk angin kah?


__ADS_3

Setelah melakukan panggilan, Leiya menghela nafas lega. Leiya sangat menantikan pekerjaannya , walaupun Leiya pintar mendesain tapi Leiya tidak memiliki pengalaman profesional. Dengan bergabung ke perusahaan Diya pasti akan menambah wawasannya tentang desain dan cara kerja dunia desain.


"Aya ayo makan cepat nanti dingin"


"Aku datang bibi Wen!"


Leiya melihat meja makan yang penuh dengan makanan favoritnya pun merasa senang. Leiya memberitahu Bibi Wen tentang keputusannya untuk bekerja ditempat Diya dan Bibi Wen setuju dengan keputusan Leiya.


Apalagi Bibi Wen mengenal Diya dengan baik jadi tidak perlu khawatir Leiya akan ditipu ataupun diganggu.


"Bibi kamu yang terbaik, muach.." sanjung Leiya sambil mencium pipi Bibi Wen.


" duduklah mari mulai makan" usir Bibi Wen yang tidak tahan dengan kegenitan Leiya


Bibi Wen mengambilkan sayur dan telur orak-arik untuk Leiya juga untuk dirinya sendiri tentunya, mereka mulai makan bersama dengan nikmat.


Leiya yang sedang menikmati makanannya entah kenapa merasa sangat mual dan ingin muntah, ia pun bergegas ke kamar mandi.

__ADS_1


" ueeek"


Bibi Wen panik melihat Leiya yang muntah dan bergegas ke kamar mandi menyusul Leiya, karena tidak pernah sekalipun Bibi Wen melihat Leiya muntah karena makanan. Mungkin pernah suatu kali karena terlalu banyak makan manis dan harus dibawa ke dokter.


" Ada apa denganmu Aya, kenapa tiba-tiba muntah. Apakah kamu sakit? " tanya Bibi Wen khawatir sambil menepuk punggung Leiya


Melihat Leiya yang sudah selesai muntah, Bibi Wen menuntun Leiya duduk dan mengambil segelas air hangat untuknya.


" bagaimana? Sudah mendingan? Ada apa denganmu, apa yang sakit?" tanya Bibi Wen khawatir


" aku tidak tahu bi, tiba-tiba saja mual dan ingin muntah. Mungkin hanya masuk angin tidak apa-apa, bibi lanjutkan makan saja aku akan ke kamar untuk istirahat" ucap Leiya menenangkan Bibi Wen


Bibi Wen menuntun Leiya menuju kamar karena Leiya sangat lemas.


" oh ya bi jangan pakai telur ya, aku merasa mual memakannya" pinta Leiya


" oke baik"

__ADS_1


Setelah merebahkan diri dikasur, Leiya menelpon Long untuk meminta maaf padanya karena tidak bisa menghadiri acara pertunangannya itu. Long tidak mempermasalahkannya, karena tahu sahabatnya memiliki urusan sendiri.


Yaaa tentu saja Long meminta hadiah dari Leiya yang sangat tidak manusiawi, dia meminta Leiya untuk menikah dengan Bai! Omg untung Long tidak ada di sampingnya kalau tidak sudah Leiya tendang sampai ujung bumi hmm.


" tidak usah macam-macam kamu! kalau tidak aku tidak akan mengirim batu giok ini untuk kamu" rutuk Leiya


" iya baiklah aku tidak akan meledek kamu lagi, cepat kirim batu giok itu, aku akan membuat kalung untuk calon istriku" ucap Long cengengesan, Bai yang duduk di sebelah Long hanya melirik muka Leiya dan melanjutkan minumnya sambil mengeluarkan telepon seluler di saku celananya.


" hmm tunggu suasana hatiku membaik, siapa suruh kamu sangat menyebalkan. Aku mau tidur dah!" kesal Leiya mengakhiri panggilannya


" dasar teman tidak berbudaya, hanya karena dia sudah punya pasangan seenaknya menjodohkan orang, waktu itu dengan Baltic sekarang Bai. Entah siapa lagi besok"


Setelah mengutuk Long, suasana hati Leiya mulai membaik, dia sangat mengantuk ingin tidur tapi tiba-tiba muncul notif pesan dari Bai. Haitss mengganggu istirahat orang saja.


*kamu baik-baik saja? Kulihat tadi mukamu sepertinya pucat*


Wah teman baikku, hanya kamu yang peka tidak seperti Long yang hanya memikirkan uang saja.

__ADS_1


^tidak apa-apa hanya masuk angin biasa, aku mau tidur nih jangan chat lagi. Dah^


Setelah membalas chat Bai tanpa menunggu balasannya, Leiya membuang ponsel di sebelahnya dan langsung tertidur.


__ADS_2