
Setelah semuanya tenang, Leiya maju ke depan panggung dikawal Bai dan tiba di depan Yami.
" Aku tidak akan memberimu nilai 0 dengan sembarangan, tapi dengan karya orang lain dan kamu mengakuinya sebagai milikmu. Bagaimana itu layak? Seratus orang di luar sana yang tidak terpilih lebih layak darimu"
Leiya berbicara kata demi kata dengan jelas dan didengar oleh seluruh orang di tempat kejadian yang segera membuat gempar.
" Bagaimana mungkin, kamu hanya menuduhku! Mana buktinya kalau ini bukan karyaku"
Yami panik, ia tidak tahu bagaimana Leiya mengetahuinya. Dengan cepat memikirkan alasan lain, pasti Leiya tidak memiliki bukti untuk membuktikannya.
Yami kembali tenang dan mengangkat kepalanya lagi dengan berani.
Leiya melihat semua emosi di mata Yami dan tersenyum mengejek
" Bukti? Buktinya ada dihadapanmu, ini adalah baju yang aku desain. Bagaimana aku tidak bisa mengenali bajuku sendiri" kata Leiya menunjuk dirinya.
" Itu tidak bisa dianggap bukti, kamu bisa berbohong semua karya di sini adalah milikmu" cibir Yami
Leiya tersenyum memanggil salah satu model yang membawakan baju Yami dan membalikkan kerahnya.
Kerah yang awalnya terlihat anggun dengan sulaman motif daun-daun dan ranting, saat Leiya membaliknya semua orang melihat dengan tercengang.
" Kamu lihat, ini adalah stitching khusus yang ada di setiap bajuku. Ada namaku di sana"
Di sana terdapat nama Anti terlihat dengan jelas, Yami melihat dengan tidak percaya. Ia merasa darah di seluruh tubuhnya berhenti mengalir.
Bagaimana mungkin! Dia hanya mengambil desain itu dari karyawan kecil bagaimana dia bisa menjadi Anti!
Yami ingat, saat mencari data karyawan itu dia tidak ditemukan. Ya pasti ini jebakan dari Leiya, dasar pelacur itu!
" Kamu pasti menjebakku! Kamu sengaja kan agar wanita itu menabrakku agar aku mengambil desainmu yang terjatuh! Kamu ****** aku akan membunuhmu!"
Yami berteriak dengan gila ingin menjambak rambut Leiya tapi segera dihalangi oleh Bai.
Segera penjaga keamaan naik menahannya agar tidak melukai orang lain.
Perempuan yang menjadi juara pertama itu ragu-ragu untuk berbicara tapi akhirnya ia mengambil microfon dan mengucapkan kebenaran yang membuat semua orang kembali tercengang.
__ADS_1
" Sebenarnya, dia pernah mencuri desainku juga saat lomba bakat di kampus saat itu. Dia menang tiga tahun berturut-turut dengan desain orang lain, tidak hanya aku ada beberapa temanku yang juga menjadi korban. Tapi kami tidak berani mengadu karena dia mengancam kami" kata wanita itu menangis.
Sebenarnya saat ia melihat Yami ikut serta dalam lomba, ia gemetar khawatir dia akan mengancamnya lagi dan mencuri desainnya. Tapi melihatnya mengabaikannya maka wanita ini menarik napas lega, mungkin Yami sudah melupakannya tapi ia tetap waspada tidak berani lengah sedikitpun.
Setelah memendam ketidakadilan ini selama bertahun-tahun, ia akhirnya bisa dengan bangga mengungkapkan kebenaran. Ia menangis akhirnya kerja kerasnya tidak sia-sia.
Semua juri yang mendengarnya segera merasa jijik dengan Yami.
"Mulai sekarang Yami akan di blacklist dari semua industri fashion, semua karya-karyanya akan diselidiki dan dikembalikan kepada pemiliknya. " kata pria dari ibukota memutuskan dengan tegas.
Penjaga keamanan segera menyeret Yami keluar dari panggung, di sepanjang jalan. Yami akan di lempar entah botol ataupun sampah kecil oleh penonton di dekatnya.
" Kamu! Ternyata kamu kelinci kecil! Awas kalian semua, aku akan mengembalikan rasa malu ini seratus kali" kata Yami histeris berteriak pada Leiya dan wanita itu.
Melihat kekacauan yang terjadi, pembawa acara segera mengendalikan situasi dan mengakhiri acara dengan baik.
......................
Haris yang sudah sampai ke rumah Leiya segera masuk dan menemui Laskar.
" Ada apa denganmu? Kenapa aku harus membawa sample juga" ujarnya beranjak duduk di kasur Laskar dan menatap bocah yang sibuk di komputer itu.
Haris segera mengeluarkan sebotol cairan dari sakunya dan menempatkannya di tangan Laskar yang terulur.
Laskar dengan cepat menarik tangannya dan menuangkan cairan itu ke dalam tali sepatu yang ada dimejanya dengan hati-hati.
Haris melihat apa yang dilakukan Laskar dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, apa yang bocah ini lakukan lagi.
" Apa yang sedang kau lakukan?"
" Membuat senjata pertahanan diri, kau tidak melihatnya?" jawab Laskar tanpa menolehkan kepalanya.
" Aku tahu, tapi tali sepatu? Sangat tidak keren, kenapa tidak memakai pistol atau bekas korek dan barang bekas lainnya" tanya Haris dengan ekspresi tidak setuju di wajahnya.
" Untuk anak kecil sepertiku, apa yang lebih cocok dari ini?" jawab Laskar menatap Haris mengejek.
Haris tertawa canggung, yah Laskar memang masih bocah. Jika dirinya berbicara dengan Laskar, dia bahkan lupa dia masih anak kecil.
__ADS_1
" Oh ada salam dari ibu baptismu, dia bilang dia sangat merindukanmu" kata Haris merebahkan dirinya di kasur Laskar.
Laskar menghentikan gerakannya dan berbalik ke arah Haris.
" Dia baik-baik saja? Bagaimana dengan saudara Sime?"
Haris terkekeh berguling ke sisi lain
" Apa yang bisa terjadi padanya, dia adalah raja senjata. Dia bisa menembak dengan sekali bidikan dan woos orang yang menyinggungnya bisa mati dalam sekejap" katanya tertawa kecil
" Bocah ingusan itu masih di akademi militer, sepertinya dia akan mengikuti ayahnya menjadi tentara"
Haris memeluk bantal guling dan tertidur setelah berbicara.
Laskar tidak mengatakan apa-apa dan melanjutkan kegiatannya sendiri.
Setelah beberapa saat, akhirnya Laskar selesai dengan barangnya, ia melempar sisa cairan itu ke laci paling dalam agar tidak ditemukan oleh Bubu.
Ia memasang kembali tali itu ke sepatu dengan tenang, segera tali yang tadinya bersinar kini menjadi normal seperti dalam sepatu biasa.
Laskar memakainya dengan satu kaki diangkat, dia ingin mencoba daya ledak tali sepatunya dan memutuskan untuk keluar mencari tempat yang tidak ada orang. Sebelum itu Ia membangunkan Haris menyuruhnya pergi.
" Hei aku juga ingin melihat percobaanmu, aku tidak akan pulang" kata Haris sambil menguap dan duduk dari tidurnya.
" Maka cepatlah cuci muka dan ikuti aku"
Laskar berjalan ke ruang tamu dan mengambil susu yang ada di lemari es untuk diminum, di sana ada Bi Nar sedang membereskan dapur.
" Bi kalau bibi mau pulang ya pulang saja, aku ada paman Haris yang menjaga" kata Laskar sambil mengulurkan tangannya ke dalam lemari es.
" Tidak mungkin, bibi sudah berjanji pada ibumu. Nanti kalau ibumu sudah pulang maka bibi akan pulang" ucap Bi Nar tersenyum menggelengkan kepalanya.
" Laskar lihat, aku baru saja dapat hadiah gratis dari penjual bakpao di depan. Cantikkan"
Bi Nar menunjukkan seikat mawar yang ia taruh di vas.
Laskar memandangnya memang cantik, ia mendekat untuk mengamati ketika tercium bau yang tidak beres.
__ADS_1
Raut wajah Laskar segera berubah, ia bergegas menarik Bi Nar keluar tapi sudah terlambat.