
" Lihat nona, ini baju dari perusahaan kami" kata Dio menunjukkan baju-baju untuk festival yang ada di ruangan itu.
Seri melihat sekilas memang bagus, tapi kenapa desainnya begitu familiar? Dimana dia melihatnya?
Seri mengamati baju-baju itu dengan cermat.
" Apakah semua ini dibuat olehmu?" tanya Seri menghadap Yami dengan tangan yang masih meraba baju-baju itu.
" Tentu saya nona" kata Yami sombong, ia pikir Seri sangat tertarik dengan desain baju miliknya.
" Kalau begitu anda sangat berbakat" ujar Seri dengan sudut bibir yang terangkat.
Yami mengangguk setuju dan tersenyum bangga.
" Tuan Dio, saya akan melapor kepada atasan. Nanti saya hubungi lagi untuk kelanjutan acaranya"
" Baik terima kasih atas kunjungan anda" salam Dio lalu mengantar pergi Seri bersama Yami
Mereka bertiga berjalan sampai ke pintu keluar dan di sana mobil Seri sudah menunggu.
" Oh ya nona, sebaiknya anda mencari tahu tentang Anti, jika anda menyinggungnya maka mohon maaf pemimpin kami tidak berani campur tangan" pesan Seri lalu masuk ke mobil tanpa melihat reaksi mereka.
Dio bingung dengan perkataan Seri, ia menatap Yami dengan tatapan bertanya
" Apakah kamu mengenal Anti? Bagaimana kita bisa bersinggungan dengannya, apa maksud perkataan Nona Seri tadi"
" Aku tidak tahu, aku belum pernah bertemu Anti" kata Yami dengan kesal.
Kenapa semua orang selalu membicarakan Anti dan membanding-bandingkan dia dengannya.
" Jangan dipikirkan, aku akan mencari tahu siapa Anti sebenarnya. Kenapa semua orang industri fashion sangat menghormatinya" ujar Dio lalu masuk ke dalam diikuti Yami.
Seri di dalam mobil sangat marah, ia mengutuk pasangan itu ribuan kali di dalam hatinya.
" Perempuan itu memang tidak tahu malu! Mengklaim desain orang lain menjadi miliknya, dimana dia meletakkan wajah sebesar itu"
" Akan aku beritahu pemimpin, bagaimana dia akan menanggapi masalah ini" ujar Seri meletakkan tangannya di dagu sambil bersender di jendela mobil.
......................
__ADS_1
" Ay, aku sudah sampai di negara G. Kita baru berpisah beberapa jam tapi aku sudah merindukanmu" kata Arya mengirim pesan teks sambil memandang foto Leiya di layar.
Leiya sekarang berada di kantor Arya, ini minggu terakhir ia bekerja disini. Sedangkan Laskar ada di keluarga Long, sekarang ia hanya perlu mengikuti kelas daring yang sudah didaftarkan Arya.
Kenapa orang ini sekarang begitu genit, membuat bulu kuduknya merinding.
"Oh bagus sudah sampai..." balas Leiya
Tapi melihat pesannya yang singkat, Leiya merasa ini tidak cukup
" Bekerjalah dengan baik" imbuhnya lalu mengklik kirim dan meletakkan ponselnya untuk melanjutkan bekerja.
Leiya akan ikut dalam festival hut provinsi sebagai juri, acara ini di danai oleh Haris.
Ya Haris yang mengadakan pesta amal bulan lalu, ia mensponsori kegiatan ini karena hubungan kerja samanya yang erat dengan pemerintah setempat.
Jadi Leiya harus menyelesaikan pekerjaannya untuk tiga hari ke depan agar bisa meminta cuti lusa.
......................
Negara G
" Kasihan sekali, lihat anak sekecil itu terkena bully hanya karena ia miskin. Bagaimana mereka bisa menayangkan hal-hal idiot seperti ini"
" Hey apakah dia benar-benar dipukul oleh anak-anak lain? Bukankah mereka cukup akrab"
Arya yang menunggu balasan dari Leiya segera tersenyum lebar saat melihat balasannya.
" Bos keluarga itu ada di Rumah Sakit Amoela, apakah anda akan ke sana sekarang?" tanya salah satu pegawai yang membantu Arya membereskan kamar hotel.
" Tunggu malam hari dan jaga ketat mereka jangan sampai mereka membuat ulah dengan memanggil wartawan ataupun paparazi" jawab Arya dengan mata gelap.
Keluarga ini yang terdiri dari sepasang suami istri dan seorang anak perempuan, waktu awal-awal syuting mereka sangat tenang seperti menikmati perekaman, tapi kenapa tiba-tiba malah berkata acara ini mengancam nyawa anaknya. Kenapa anaknya bisa ada di rumah sakit.
" Apakah laporan test dari dokter sudah keluar?"
Arya mengetukkan jarinya di layar ponsel dengan berirama dan menatap ke depan seolah sedang memikirkan sesuatu.
"Belum, sudah tiga hari. Mereka bilang akan mengeluarkan test dalam seminggu"
__ADS_1
" Bagaiamana tanggapan keluarga lainnya?" tanya Arya membuka forum resmi Resort Gangni yang sekarang diserang banyak netizen.
" Mereka sekarang belum berani keluar bos, kami sudah menyiapkan penjagaan yang ketat"
" Hmm, kamu bisa memindahkan keluarga itu ke rumah sakit Dr. Anderson" kata Arya menyuruh bawahannya pergi
" Baik bos" jawab bawahannya lalu pamit mengundurkan diri keluar dari kamar Arya.
Arya dengan tangan kanan mengambil cangkir untuk minum dan tangan kirinya sibuk mencari nomor seseorang dan segera menelpon.
......................
" Kenapa nasib anakku begitu malang? Lihatlah dia, anak sekecil itu sudah harus melalui hal-hal yang tidak menyenangkan" ratapan seorang wanita dengan tangisan histeris
" Nyonya harap anda tenang, ini di rumah sakit. Anda bisa mengganggu kenyamanan pasien lain" kata perawat menegur dengan sopan.
" Aiyooo, lihat. Bahkan di rumah sakit kami masih di remehkan seperti ini, kenapa kalian orang kaya begitu tidak adil" katanya memukul dada dengan sedih.
Perawat itu menjadi jengkel, kenapa ada orang yang begitu tidak masuk akal. Bukankah ini aturan umum di rumah sakit, seakan-akan dia menyuruh mereka pergi.
" Nak maafkan ibu karena tidak bisa memberimu kehidupan yang layak, setelah mereka memberi kita kompensasi kita bisa pulang ke desa dan hidup biasa agar tidak ada lagi yang menyakitimu"
Ibu itu memeluk anaknya yang ada di ranjang dengan menangis, anak perempuan itu hanya diam saja tidak mengatakan apapun. Sedangkan ayahnya hanya berdiri diam di sebelahnya.
Perawat itu pergi menemui dokter karena keluarga ini yang tidak masuk akal, tapi saat ia keluar dari pintu. Ada seorang pria masuk.
" Maaf perawat, kami harus memindahkan pasien atas nama Kiki ke rumah sakit lain. Dokter sudah mengizinkan kami membawa mereka" kata pria dengan jas itu berbicara sopan.
Perawat itu dengan senang hati menyilahkan mereka masuk
" Kalau begitu silahkan" katanya dengan sopan.
Ibu dan ayah anak itu sedikit panik, ayah itu segera menuduh yang tidak-tidak.
" Kalian mau membawa kami kemana! Apakah ini pembunuhan untuk menutup mulut, ya kalian sangat tidak berperasaan"
" Pak anda tidak perlu khawatir, kami hanya memindahkan putri anda ke rumah sakit yang lebih baik. Bukankah kalian ingin anak kalian cepat sembuh? Di sana fasilitasnya lengkap" kata pengawal dengan tenang berjalan ke arah mereka dan memindahkan kiki ke kursi roda dengan perlahan.
Ibu dan ayah kiki tidak bisa mrmbantah mereka dengan patuh mengikuti pengawal pria itu ke dalam mobil.
__ADS_1