Ibuku Tidak Ingin Menikah

Ibuku Tidak Ingin Menikah
Bab 60. Penculikan 2


__ADS_3

Leiya bangun mendapati dirinya masih di kamar sendirian, Arya telah menghilang.


Leiya membuka pintu ingin pergi ketika pengawal di depan menghentikannya.


" Maaf nyonya, tuan muda memerintahkan anda tidak boleh pergi"


Leiya tersenyum mengejek, jadi sekarang ia menjadi tahanan rumah?


Tanpa daya ia hanya bisa kembali ke kamar, setiap langkah yang ia ambil. Leiya akan menendang apapun yang ada di depannya untuk melampiaskan.


Leiya mengambil ponselnya, mencari nama Arya dan segera melakukan panggilan dengan cemas.


" Arya! Jangan membuatku membencimu! biarkan aku keluar untuk mencari Laskar" teriak Leiya dengan marah.


Arya di ujung telepon menghela napas berat, dengan lembut berkata pada Leiya


" Aku sudah menemukan Laskar, kita akan segera pulang. Kamu tunggu saja di rumah oke"


Leiya tidak percaya dengan perkataan Arya, jika dia memang menemukan Laskar kenapa tidak membiarkan Laskar yang mengambil telepon.


" Bagaimana aku hanya bisa menunggu? Kamu ingin membuatku mati cemas? Jika kamu tidak menyuruh bawahanmu pergi, maka aku akan melompat dari jendela!"


Arya panik, tangan yang memegang ponsel menjadi lebih erat.


" Jangan jangan Aya, oke oke. Aku akan membiarkan dia membawamu ke sini oke, jangan melakukan hal yang impulsif"


" Aku harap kamu melakukannya dengan cepat"


Kata leiya lalu menutup telepon.


Bawahan itu menerima perintah bosnya, ia mengijinkan Leiya turun.


" Nyonya sarapan anda" kata pengawal itu menunjuk ke meja makan dengan seluruh lengan.


" Aku tidak lapar" kata Leiya menolak


" Tuan muda berkata jika nyonya masih ingin pergi kee sana maka anda harus makan terlebih dahulu" ucap bawahan itu dengan memaksa.


Leiya duduk mengambil sepotong roti dan menunggu orang yang menjenmputnya.


Terdengar suara balingg-baling helikopter, Leiya bergegas ke depan. Ternyata saat pria di helikopter turun itu adalah Bai dengan seorang wanita.


Wanita itu sepertinya ia pernah melihatnya.

__ADS_1


"Leiya" Bai menyapa dengan senyum di wajahnya, berbeda dengan Raya di sampingnya yang cemberut sejak turun dari Helikopter.


Melihat Leiya yang keluar dengan cemas, Bai tahu pasti Leiya sudah mengetahui tentang Laskar yang di culik.


" Ayo masuk kita akan pergi ke sana" Bai memberi isyarat dengan tangannya.


Mereka bertiga naik ke helikopter, bawahan itu waspada tidak membiarkan Leiya pergi bersama mereka.


Leiya sangat tidak sabar, ia menyuruh pria itu melapor pada Arya maka dia pasti mengijinkan.


" Biarkan dia pergi"


Setelah bosnya berkata seperti itu, pengawal itu dengan cepat menyingkir.


" Ada apa dengan lenganmu?" tanya Leiya saat melihat tangan kiri Bai yang menggantung dengan perban.


" Luka kecil di bahu, akan segera sembuh"


Dengan cepat helikopter itu melesat ke depan hanya menyisakan jejak awan yang dengan cepat menghilang.


......................


" Bos, sudah di temukan" lapor seorang berbaju hitam di samping Arya.


" baik bos" kata pria itu memberi hormat lalu pergi.


Arya sudah mengetahui kalau Laskar kabur dari mansion, ia menyuruh bawahannya untuk menemukannya sebelum paman sam.


Setelah mengurus berbagai hal, Arya keluar dari kamar dan kembali ke ruang tamu.


Di sana ada Paman Sam yang masih duduk melihat telepon.


" Paman sebenarnya dendam apa yang kamu miliki dengan keluargaku, dulu kamu mengambil saudara perempuanku sekarang anakku. Apakah kamu belum puas jika belum melihat kami mati"


Samuel mrngalihkan pandangannya dari telepon, melihat Arya di depannya yang menatap benci padanya.


Bocah ingusan yang dulu ia rawat sudah begitu besar dan dewasa.


" Jika kakekmu berbicara jujur padaku bukannya menyembunyikan apa yang terjadi seperti ayahku yang diam. Aku akan sangat berterima kasih" cibir Samuel, ia berdiri berjalan ke luar.


Arya juga keluar, ia berjalan ke depan dengan tenang.


" Ternyata kamu sudah siap, aku sangat terkejut"

__ADS_1


" Heh tanpa persiapan apakah aku bisa keluar dari sini" kata Arya dengan mengejek


Karena gerakan bawahannya yang menjadi satu di dekat pesisir terlalu besar, seluruh bawahan Samuel sangat waspada berjaga-jaga dengan senjata di tangannya.


" Ya aku meremehkanmu, tapi ini adalah situsku"


Paman Sam berkata dengan tenang saat melihat kerumunan di depannya, anak buah Arya dan milik Paman Sam yang berhadapan tanpa niat untuk mundur.


Suasana membeku seperti ini berlangsung lama, Paman Sam dan Arya juga hanya berdiri di sana.


Arya melihat Laskar bersama pria bertopeng masuk ke helikpoter miliknya, Arya tersenyum lega. Karena tidak memiliki tujuan lagi di sini, Arya memerintahkan mereka mundur.


" Aku akan pergi paman, selesaikan masalahmu dengan kakek. Aku tidak akan ikut campur" kata Arya berjalan pergi


" apakah menurutmu aku tidak berani membunuhmu? Pria yang bersama bocah itu adalah bawahanku, menurutmu jika aku memerintahkannya membuang ia ke laut dia akan mematuhiku atau kamu?" Paman Sam mencibir menodongkan pistolnya ke arah Arya.


Arya seketika berhenti, ia melihat helikopter itu sudah terbang tapi tidak berniat pergi hanya berputar-putar.


Tanpa pikir panjang, dengan isyarat dari Arya bawahannya yang mundur segera menyerang.


Paman Sam menembak Arya dengan cepat, tapi Arya mengelak dan tembakan itu meleset.


Terjadi baku hantam yang intens di sana, Laskar bersama Haris di helikopter melihat semua ini dengan tenang.


" Paman kenapa kamu membiarkan mereka berkelahi, ayo cepat pergi" kata Laskar dengan cemas, ia takut Arya mengalami kecelakaan


" Tunggulah, lagipula ibumu juga akan ke sini sebentar lagi bersama Bai. Tonton saja pertunjukannya" kata Haris dengan santai memangku kaki dan makan makanan ringan, ia tahu Bai dari bawahannya yang berhasil menyusup berkat Bai.


Laskar bertambah cemas saat mendengar ibunya akan ke sini, ia akhirnya tidak merengek untuk pulang lagi. Hanya bisa melihat ke bawah dengan khawatir.


'Kamu harus keluar hidup-hidup, agar aku bisa memanggilmu Ayah' kata Laskar dalam hatinya


Tuan Kanda dan Kakek Noma juga sampai di sana, melihat situasi yang kacau Tuan Kanda menghela napas berat


" Lihatlah kekacauan yang dibuat anakmu, kasihan sekali cucuku" kata Kakek Noma memelototi temannya di samping


" Aku tahu aku tidak menanganinya dengan baik, hari ini biarkan saja kebenaran terbuka jika itu bisa membuatnya berhenti melakukan hal-hal tidak baik bahkan jika aku kehilangan gelar ayah" kata Tuan Kanda melankolis


Kakek Noma memandangnya dengan kasihan, ia juga bertanggung jawab atas masalah hari ini.


Jika dirinya tidak membiarkan Sam berbuat seenaknya maka hari ini tidak akan terjadi, kakek Noma hanya meminjam tangan Sam untuk melatih Arya dalam bisnis untuk menyelesaikan setiap masalah.


Siapa yang tahu Sam ini akan melakukan hal-hal yang lebih impulsif.

__ADS_1


Mereka berdua turun dengan cepat, kedua orang yang sedang berkelahi seketika berhenti begitu juga semua bawahannya yang melihat bos mereka berhenti.


__ADS_2