
Festival akan segera dilaksanakan, Seri segera memberitahu Haris tentang kemiripan baju yang dibuat oleh Miyan Group dengan desain Anti.
Miyan group adalah perusahaan yang bergerak di bidang barang mewah seperti perhiasan emas, permata, giok dan lainnya. Sekarang mereka ingin membuat brand baju sendiri.
" Kalau begitu biarkan saja, mereka berani berbuat maka harus berani menerima konsekuensinya" kata Haris tersenyum jahat.
Ia bisa saja mendiskualifikasi mereka dari ikut festival busana, tapi mengingat Anti sendiri akan menjadi juri. Haris tersenyum siap menonton pertunjukkan bagus bagaimana Miyan Group dipermalukan.
Seri mengangguk setuju segera keluar untuk menyelesaikan persiapan lainnya.
" Sepertinya anda dalam suasana hati yang sangat baik mendengar hal ini, bukankah mereka juga termasuk perusahaan ternama di provinsi Y. Anda bisa menarik mereka ke dalam bisnis" ujar walikota menatap Haris
" Huh siapa yang mau bekerja sama dengan idiot itu, dengan masalah internal perusahaan yang selalu bergejolak. Kemungkinan bekerja sama dengan mereka akan merugikan"
" Lagipula, aku beritahu kau. si Gio itu tidak sederhana, dia kenal dengan Raja Senjata" kata Haris dengan alis terangkat memberitahu walikota berita yang mengejutkan.
Haris memainkan bidak catur di depannya dengan santai dan mengakhiri permainan dengan kemenangannya.
" Aku tidak menyangkanya, memang orang tidak bisa dinilai dari pakaiannya" kata Walikota membereskan catur.
" Tuan Haris bagaimana dengan perdagangan kita, kapan anda akan mengirimkan barangnya" tanya Walikota dengan nada sedikit mengancam
" Pak tua anda terlalu tergesa-gesa, barang akan tiba lusa dari negara K. Aku ingin tahu apakah bawahanmu bisa dipercaya" kata Haris dengan santai bersandar ke belakang kursi menyesap teh di cangkirnya dan menatap Walikota di depannya dengan santai tanpa terintimidasi sedikit pun.
" Tuan Haris tidak perlu khawatir, bawahanku sangat bisa diandalkan"
Walikota itu berkata dengan keyakinan penuh.
" Bagus, kalau begitu di acara festival lusa jangan sampai ada masalah. Anti adalah orangku, jangan membuatnya menderita sedikitpun keluhan" kata Haris menatap Walikota dengan tatapan tajam.
Demi kerjasamanya lancar bersama Laskar, Haris harus memastikan keselamatan Leiya. Seperti itulah saat Leiya bekerja di negara A, Haris akan menjamin keselamatan Leiya demi Laskar.
Laskar memberikannya cetak biru senjata laser yang bisa memotong pohon dengan sekali tembakan, Laskar masih terus berkomunikasi dengan Haris untuk menyempurnakan senjata itu.
" Tenang saja, aku akan menjaminnya" jawab Walikota dengan penasaran, kenapa Haris begitu melindungi seorang wanita. Apakah dia kekasihnya?
__ADS_1
" Kalau begitu aku pamit, sampai jumpa lagi saat festival. Barangmu akan diurus oleh bawahanku"
Haris pamit segera berdiri dan bersalaman dengan Walikota lalu berjalan pergi.
......................
" Bos festival lusa Miyan Group akan menampilkan baju itu" lapor bawahannya pada Gio
" Bagus, perhatikan jangan sampai mereka menemukan informasi tentang Anti" kata Gio dengan senyum bermakna
Dio hanya seorang idiot, dia yang ingin membuat brand baju sendiri agar bisa meyakinkah pemegang saham tentang posisinya sebagai CEO Miyan Group.
Tapi dia bahkan tidak melakukan riset pasar dan hal-hal mendasar tentang para desainer terkenal, ini hanya celah besar yang dengan mudah dimanfaatkan Gio untuk menjatuhkannya.
" Bagaimana dengan informasi orang tua itu?" tanya Gio
" Sudah disiapkan bos, ini dia" katanya menyerahkan hard disk pada Gio yang duduk di depannya.
" Serahkan pada media setelah rencana kita berjalan lancar pada saat festival"
" Aston, aku ingin kamu menghubungi orang atas agar menyelidiki perusahaan Miyan Group. Aku sudah mengirim dokumen padamu dalam email" kata Gio pada orang di telepon.
" Sial kau! Apakah aku pembantumu! Kenapa kamu tidak mengirim sendiri pada jenderal" kata Aston dengan nada marah.
" Hanya karena aku memiliki seseorang yang berkata akan melakukan apapun untuk membalas kebaikanku" ujar Gio tertawa kecil
" Huh baiklah, aku seharusnya tidak mengatakan hal-hal konyol seperti itu. Tunggu saja kabar dariku" kata Aston di seberang telepon dengan marah lalu segera menutup telepon.
Gio terkekeh pelan, ia memainkan cangkir di tangannya dengan santai memutar teleponnya dengan kedua jari.
" Arya sudah di negara G, apakah orang itu akan segera bertindak? Kenapa dia tidak pernah menghubungi lagi setelah kejadian di pesta amal" kata Gio penasaran melihat keluar jendela dengan penuh minat.
Kota Y sekarang akan mengalami kekacauan, dengan perginya Arya. Orang dengan mudah bergerak tanpa batasan.
......................
__ADS_1
Arya datang menemui dokter dan menanyakan kondisi Kiki.
"Pasien atas nama Kiki, ia sepertinya mengalami trauma. Kiki tidak berbicara dan hanya diam saja, seluruh tubuhnya ada bekas lebam baru dan lama. Untuk kakinya memang mengalami patah tulang" jelas dokter pada Arya menyerahkan hasil pemeriksaan.
Arya mengerutkan kening dan menatap dokter dengan tenang
" Jadi apakah luka lebam ditubuhnya mungkin sudah beberapa tahun?"
" Ya ini sepertinya ada kasus kekerasan anak, tapi saya tidak bisa memutuskan sebelum hasil visum keluar dan kita tidak memiliki bukti kuat untuk memisahkannya dari orang tuanya" kata dokter prihatin dengan kondisi Kiki yang baru berusia tujuh tahun.
" Terima kasih dokter, saya akan mengurus sisanya. Anda lakukan saja pemulihan Kiki dengan baik" ujar Arya lalu pamit pada dokter untuk menemui Kiki.
" Kalian alihkan orang tua Kiki, aku akan menemuinya sendiri" kata Arya pada bawahannya.
" Siap bos" bawahan itu segera melaksanakan perintah.
Lima menit kemudian, Arya masuk dan melihat Kiki yang terbaring dengan mata tertutup. Sepertinya ia sedang tidur.
"Nak, aku tahu kamu mendengarku. Aku hanya ingin bertanya, apakah keputusanmu untuk diam adalah keputusan yang bijak. Jika ada pintu terbuka di depanmu lalu kenapa kamu ragu-ragu"
" Semua masalah ini pasti akan terselesaikan sesuai keinginanku, aku hanya memberitahumu agar tidak menyesal" kata Arya memandang Kiki yang menggenggam erat seprai tempat tidur dengan tenang lalu berbalik pergi.
Setelah Arya pergi, Kiki membuka matanya. Ia memandang ke langit-langit kamar dengan pandangan kosong.
Ia juga ingin keluar dari jeratan orang tuanya, tapi karena usianya yang masih di bawah umur. Setiap Kiki mengadu pada polisi ujung-ujungnya dia juga akan dipulangkan dengan alasan hanya cedera ringan tanpa membahayakan nyawa.
Lalu pemukulannya akan bertambah parah setelah ia ketahuan melarikan diri, tetangganya tidak ada yang bisa menolong hanya sesekali memberinya makan.
Sejak itu Kiki dengan pasrah menerima semuanya dengan pasrah, ia tidak percaya lagi dengan adanya keadilan.
Tapi kata-kata pria itu memberinya harapan, jika dia benar-benar bisa membalikkan situasi saat ini maka Kiki bersedia membuka suara dan mengeluarkan bukti yang selalu ia simpan.
Kiki mengepalkan tangannya dengan erat, matanya penuh tekad melihat ke luar pintu.
" jangan mengecewakanku paman" lirihnya menatap orang tuanya yang baru memasuki pintu.
__ADS_1
" Apa yang kamu lihat? Cepat makan makananmu, jangan berbicara omong-kosong pada orang luar atau aku akan mematahkan tenggorokanmu" ancam ayah kiki memelototinya tidak senang.