
Leiya tersenyum paksa berbalik menghadap Yami, kenapa dia harus selalu bertemu dengannya. Sungguh sial.
" Jadi ini kelakuan menantu keluarga Tuan Pras yang terhormat, apakah suamimu tidak membelikanmu baju? Ck ck kasihan sekali sampai harus merebut baju orang lain"
Leiya menatap Yami dari atas ke bawah dengan tatapan kasihan yang membuat Yami sangat marah.
" Dasar pelacur, hanya sepotong pakaian yang dibelikan tuan kaya untukmu masih begitu bangga. Karena kamu tidak menerima niat baikku maka tunggulah di sini sampai acara selesai" kata Yami kembali mengejek dengan tatapan arogan berbalik ke ruang seberang yang dikhususkan untuk pendaftaran ulang peserta.
" Nona Anti maaf saya terlambat, mari silahkan masuk" kata seorang staf perempuan yang setengah berlari menghampiri Leiya dan mengajaknya masuk ke ruangan.
" Tidak masalah, apakah semuanya sudah datang?" tanya Leiya berjalan bersama staff menuju ruang juri.
" Ya kecuali tuan Edward, dia mengalami sedikit kendala dan akan datang terlambat" jawab staff memberitahu Leiya dengan tidak tergesa-gesa.
" Oh untung bukan aku yang terakhir" kata Leiya menghela napas lega
Setelah memasuki ruangan, Leiya melihat seorang wanita yang sedang duduk sambil minum teh. Leiya menghampiri untuk menyapa.
" Hallo senior Wendy, kamu datang paling awal hari ini" sapa Leiya mengulurkan tangan untuk menyalami
" Ya hallo juga, setelah banyak mendengar namamu, akhirnya aku bertemu langsung dengan orangnya. Ternyata kamu masih begitu muda" kata Wendy menerima uluran tangan Leiya dan mengisyaratkannya untuk duduk di sebelahnya.
" Kamu juga terlihat lebih muda dariku senior" balas Leiya dengan cepat yang membuat Wendy tertawa, Wendy adalah wanita yang sudah berusia tiga puluh tahun dan sudah berkeluarga.
"Kenapa kamu begitu imut"
Wendy tertawa kecil dan menepuk pahanya.
" Yo sangat senang, apa yang kalian bicarakan"
__ADS_1
Sebuah suara tiba-tiba terdengar dari arah belakang mengejutkan kedua wanita itu yang langsung berbalik.
" Mengagetkan saja, kapan kamu datang. Tidak terdengar suara langkah kaki" kata Wendy menatap Edward dengan wajah biasa tidak marah sedikitpun.
" Baru saja, ini pasti Anti. Hallo, senang bertemu denganmu"
Edward mengulurkan tangannya dengan murah hati, Leiya langsung berdiri dan menyambut uluran tangannya dengan senyum sopan.
" Senang bertemu denganmu juga" balas Leiya
" Ayo acara akan segera di mulai, kalian harap stay di tempat" kata staff memberitahu mereka bertiga.
Edward mengangkat bahu dan mengajak kedua wanita keluar dari ruangan menuju tempat peragaan busana.
Acara fashion ini sebenarnya sudah dilakukan seleksi secara daring sejak kemarin dengan total peserta 100 orang dari berbagai kota. Sekarang tersisa 10 finalis yang melakukan daftar ulang kembali dan akan diumumkan pemenangnya hari ini.
Karya-karya mereka telah dipajang di stan yang disediakan untuk pemilihan vote dari masyarakat yang turut ikut dalam merayakan kegembiraan dan mengisi acara festival dengan menyanyi dan sebagainya.
Mereka adalah orang-orang yang berada di bidang Fashion Business Program Director, Editorial Director GEXIA.id, dan Direktor Jenderal Industri Aneka yang berasal dari ibukota.
Sedangkan untuk Leiya, Edward, dan Wendy mereka adalah fashion desainer yang telah membangun karyanya sampai menguasai pasar domestik dan ekspor.
Setelah semua orang duduk dan saling menyapa, pembawa acara segera memulai acaranya yang dilanjut catwalk dari para model setiap desainer.
Yami dengan urutan terakhir berharap akan membuat kesan para juri dan akan lebih mengingat desain miliknya.
Saat dia menoleh ke kursi juri, ia terkejut karena yang duduk di kursi Anti adalah Leiya! Ia menatap dengan tidak percaya, bagaimana bisa ****** itu menjadi Anti?
Leiya menikmati pertunjukkan dengan antusias mengamati setiap desain baju dengan cermat, saat ia minum dengan senang hati. Ia sampai tersedak saat melihat karya terakhir yang ditampilkan dengan nama desainer Yami.
__ADS_1
Para juri tidak merasa ada yang tidak beres, pasalnya Miyan Group ini tidak melalui seleksi dan langsung ke final menurut perintah walikota. Mereka menganggap ini cukup layak untuk masuk final dengan desain seperti itu sebagai penutup.
Setelah selesai dengan fashion show, saatnya penilaian dari juri untuk menentukan pemenang.
Semua juri berdiskusi lalu para finalis dipanggil untuk maju ke panggung.
Leiya memberi Yami nilai 0 langsung yang membuat para juri terkejut, mereka hanya meremehkannya sebagai pendatang baru yang tidak tahu apa-apa.
Saatnya pengumuman, ada juara favorit dengan hadiah 10 juta, juara ke tiga dengan hadiah 15 juta, juara ke dua dengan hadiah 20 juta, dan juara pertama dengan hadiah 30 juta. Dan juga pembinaan dari Direktor Jenderal Industri Aneka agar para desainer mampu membangun usaha rintisan dan bisa menguasai pasar.
Yami yang mendapat peringkat empat dengan skor yang ditampilkan di papan peringkat merasa Leiya sengaja mempersulitnya.
" Maaf kepada para juri, saya ingin bertanya kepada Anti kenapa memberi saya nilai 0. Apakah hanya karena keluhan pribadi? Saya merasa tidak adil" kata Yami mengambil microfon dari pembawa acara dengan wajah kusut yang membuat penonton ikut sedih.
Mereka semua melihat ke arah Leiya dengan tatapan menuduh dan menghina, gadis kecil ini memang seperti tidak kompeten. Bagaimana dia bisa menjadi juri.
Leiya yang sebebarnya tidak ingin memperpanjang masalah, menghadapi tuduhan semua orang. Ia bersandar di kursi dengan malas mengetukkan jarinya ke sandaran kursi.
" Sebenarnya bahkan kamu tidak layak mendapatkan peringkat 4, seharusnya kamu sudah didiskualifikasi sejak awal. Aku tidak tahu bagaimana kamu bisa sampai sepuluh besar" kata Leiya dengan tenang menatap Yami di panggung dengan tajam.
" Kenapa kamu berbicara seperti itu, aku tahu kamu senior di bidang desain jadi kamu dengan mudah menekanku. Tapi saudari ini adalah kerja kerasku, jika kamu tidak puas padaku maka datang saja dan pukul aku tapi jangan hancurkan karyaku"
Yami dengan menangis menatap Leiya dengan sedih, saat ia menundukkan kepalanya. Ia tersenyum jahat membayangkan nasib Leiya yang akan segera berakhir.
Semua penonton tidak menyangka mereka adalah saudara, segera tuduhan lebih tajam dilayangkan bahkan ada yang melempar botol ke arah Leiya.
Bai yang melihatnya segera bergegas maju untuk melindungi Leiya, tapi dia selangkah terlambat. Edward lebih dulu berdiri di depan Leiya dan menghalangi dengan tubuhnya, Bai berdiri di samping dengan punggung tegak.
Ia menatap Yami dengan tatapan membunuh, ia belum menyelesaikan akun dengan keluarganya tapi Yami sudah membuat masalah untuk saudarinya.
__ADS_1
Wendy segera berbicara agar penonton lebih rasional, Anti tidak mungkin tanpa alasan memberi Yami nilai 0 apalagi dihadapan muka umum. Segera petugas keamanan bertindak dan mengendalikan situasi.
Yami melihat semua ini dengan senyum mengejek, Anti nama yang Leiya bangun akan segera hancur. Ia tersenyum puas di dalam hatinya tapi raut wajahnya masih menampilkan tangis palsu.